PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
33


__ADS_3


Michael terlihat sangat tampan dengan tuxedo biru nya. Dia bercermin dan membenarkan dasi nya.



"Jadi, aku akan menikah juga seperti yang lain.. Ku pikir aku tidak akan pernah menikah karena aku memang tidak pernah berpikir untuk membangun keluarga" gumam nya.



John menghampiri nya. "Apa kau sudah siap? "



Michael menoleh. "Entahlah ayah.. Maaf.. Aku sudah membuat mu marah"



"Dengar, nak.. Mulai sekarang kau jangan lagi menjadi psikopat gila.. Robert saja bisa berubah" kata John.



"Cih" batin Michael.



"Emm.. Iya ayah"



"Mulai sekarang kau akan memiliki teman hidup dan mungkin sebentar lagi kau akan memiliki anak yang harus kau bimbing.. Jangan sampai anak mu menjadi seperti mu"



"Iya ayah"



"Baiklah.. Seperti nya kau sudah siap.. Ayo kita harus ke pelaminan menunggu mempelai wanita mu" kata John.



Michael mengangguk. Mereka pun berlalu.



♡♥♡♥♡♥♡



Maharani memasangkan mahkota kecil ke kepala Meina. Dia tersenyum keibuan melihat calon menantu nya yang sangat cantik.



"Ku harap kau bisa memahami Mike setelah kalian mengucap janji suci di depan para tamu" kata Maharani.



"Iya, tentu Ny"



"Tidak.. Tidak.. Panggil aku ibu.. Aku ibumu"



"I.. Iya bu"



"Kau akan ke pelaminan bersama ayah mertuamu sebagai pengganti ayahmu, aku akan mencari nya " kata Maharani kemudian berlalu.



Meina menatap pantulan diri nya di cermin. Dia cantik sekali seperti wanita dewasa pada umum nya. Padahal dia masih sangat lah muda.



Menikah?



♡♥♡♥♡♥♡



John berpapasan dengan Maharani. "Apa menantu kita sudah siap? " tanya John.


__ADS_1


"Iya, jemput dia.. Dia sedang di ruang rias" jawab Maharani. John mengangguk.



Maharani berlalu. John bergegas menuju ruang rias dimana Meina berada.



Namun Cecil memanggil nya. "Ayah! Ayah tunggu "



Langkah John terhenti. Dia menoleh. "Ada apa Cecil? " tanya John.



"Ayah mau kemana? " tanya Cecil.



"Menjemput pengantin wanita " jawab John.



"Emm.. Ayah tunggu saja disini.. Biar aku yang memanggil nya " kata Cecil.



John membelai lembut kepala putri nya. "Iya, aku akan menunggu nya "



Cecil bergegas ke ruang rias. Dia mengintip Meina yang sedang duduk di depan cermin. Cecil tersenyum sinis kemudian dia mengunci pintu ruang rias itu dari luar.



Cecil kembali menemui ayah nya. "Ayah, Meina masih bersiap-siap.. Kita ke pelaminan saja duluan"



"Baiklah, ayo" kata John sambil merangkul putri nya dan berlalu.



Sementara itu, Meina menghela napas berat. Dia beranjak dari duduk nya dan menuju ke pintu.




"Pintu nya terkunci, ini pasti ulah Cecil.. Baiklah.. Kau mau bermain- main dengan bocah seperti ku? Aku tidak akan kalah dari anak manja seperti mu" gumam Meina.



Di pelaminan, para tamu sudah kesal menunggu. Marine terlihat gugup dan cemas. Maharani juga terlihat khawatir.



John dan Robert sedang berbicara dengan beberapa tamu. Hirma dan Noara juga sedang berbicara.



"Kenapa Meina belum juga kembali bu?" tanya Noara. "Mungkin dia masih sedang bersiap- siap" jawab Hirma.



Cecil tersenyum penuh kemenangan. "Pengantin wanita nya tidak akan pernah datang.. Dan pernikahan ini tidak akan pernah terjadi "



Michael terlihat tenang. Padahal dalam hati, dia terlihat sangat gusar. Dia ingin segera resmi menikah dengan cinta pertama dan terakhir nya.



Para tamu berbisik- bisik karena mereka kesal dan bosan menunggu pengantin wanita nya.



"Kau akan tahu, dan akan mengerti dengan posisi mu.. Aku adalah lawanmu, jadi jangan bermain dengan ku" batin Cecil.



Terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi pada lantai pelaminan di pelataran mansion milik Michael.



Marine dan Maharani tersenyum. John dan Robert menoleh. Semua tamu undangan juga memusatkan perhatian mereka.


__ADS_1


Michael tersenyum tampan.



Sementara Cecil?



Dia terbelalak. Terkejut dan bingung.



Siapa lagi yang datang kalau bukan Meina. John menghampiri nya dan mengandeng tangannya kemudian menyerahkan nya pada Michael.



Dengan senang hati, Michael menerima Meina. Dia menuntun Meina untuk berdiri berdampingan dengan nya.



Cecil mengepalkan tangannya. "Tidak mungkin! Itu tidak mungkin! Aku yakin sudah mengunci pintu nya "



Pastur memulai acara nya. Michael disuruh berdiri berhadapan dengan Meina.



Mereka pun berdiri berhadapan dan saling menatap. Michael menatap Meina dengan penuh cinta dan Meina menatap Michael tak terbaca.



"Kau cantik sekali " bisik Michael pelan. Meina masih terdiam.



"Silakan mempelai pria untuk mengucap janji suci" kata Pastur.



"Aku, Michael Lorenz Danuarga.. Berjanji akan mencintai istriku, Meinara Sista Adellina  dalam keadaan suka, duka, bahagia maupun sengsara sampai maut memisahkan kami" kata Michael mengucap janji suci nya tanpa ragu.



"Aku, Meinara Sista Adellina berjanji akan menunaikan tugasku sebagai seorang istri Michael Lorenz Danuarga dalam keadaan suka, duka, bahagia, sengsara sampai maut memisahkan kami" kata Meina mengucap janjnya dengan suara bergetar.



"Dengan ini, ku nyatakan kalian berdua sebagai suami istri yang sah di mata hukum dan agama.. " kata Pastur lantang.



Michael menatap kedua manik hazel Meina.



Michael mendekatkan wajahnya. Meina menutup matanya.



Kecupan lembut mendarat di bibir Meina.



Semua orang yang hadir bertepuk tangan kecuali Cecil yang terlihat marah.



Ciuman itu berubah menjadi lumatan. Michael memeluk pinggang Meina. Meina mendorong pelan dada Michael.



Kedua pipinya sudah merona karena menahan malu berciuman di depan umum.



Michael tersenyum geli.



♡♥♡♥♡♥♡



By



Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2