PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
19


__ADS_3


Pagi ini, Meina bersiap- siap untuk berangkat ke sekolah. Dia memakai dasi nya. Sejenak menatap diri nya di depan cermin.



Namun, Meina melihat  sebuah mobil terhenti di depan gerbang rumahnya.



Meina bergerak melihat  ke balkon. Melihat  ke bawah siapa yang datang pagi-pagi begini?



Seseorang keluar dari mobil itu.



Itu Michael!



Meina segera memasuki kamar nya kemudian mengintip.



Terlihat Hirma membuka gerbang.



"Ah gawat.. Dia pasti marah.. Aku harus mencari jalan lain untuk keluar dari rumah ini menuju ke sekolah" gumam Meina.



♡♥♡♥♡♥♡



"Bagaimana kencan mu, dokter Michael? " tanya Hirma sambil tersenyum ramah.



"Itu tidak terjadi "



Hirma terkejut. "Ta.. Tapi kenapa? Kemarin ku lihat Meina turun dari tangga dengan pakaian bagus dan pergi"



"Dia tidak datang"



Hirma gemetar ketakutan. Jangan sampai psikopat itu menyakiti nya.



"Baiklah, sekarang aku ingin menemui nya " kata Michael.



Deg



Meina yang mengendap di tangga terkejut mendengar ucapan Michael. Dia segera menyelinap masuk ke dapur. Satu gerakan saja akan menimbulkan perhatian 2 manusia di ruang tamu itu menoleh pada nya.



Meina bersandar ke dinding dapur. Dia menghela napas lega. Melihat  jendela disana, dia segera keluar lewat jendela dan menyetop taksi.



Sementara itu, Hirma mencari Meina ke setiap sudut kamar. Namun dia tidak bisa menemukan nya.



Dia cemas bagaimana jika Michael marah pada nya?



Dengan berat hati, dia menemui Michael. Dan berkata,.



"Maaf, dok.. Meina tidak ada di kamar nya "



Deg



Gadis cekatan. Michael mendengus kesal. Dia pun berlalu tanpa pamit kepada Hirma.



"Anak itu selalu saja membangkang" geram Hirma.



♡♥♡♥♡♥♡



Jam istirahat tiba, Meina memasuki WC khusus perempuan. Tiba-tiba, terdengar gebrakan dari luar. Meina membuka pintu WC dan melihat  teman-teman Noara disana dengan tatapan kesal pada nya.



"Mau apa kalian? " tanya Meina sinis. "Menghabisimu! " mereka mendorong Meina sampai kepala Meina terbentur dinding WC.



Meina tidak mau kalah dan melawan mereka. Terjadi adu pukul satu orang melawan 4 orang.


__ADS_1


Meina tidak mau kalah. Dan dia memang kuat melawan mereka dengan segenak kekuatan nya.



Namun, tiba-tiba Meina merasa sesak di dada nya. Mungkin asma nya kambuh. Apakah penyakit itu bisa mengerti waktu?



Tidak



Meina tersungkur duduk di closet. Yang dia rasakan mereka menjambak, memukul, menampar, menendang dan mencakar nya.



Meina tidak bisa melawan dengan keadaan seperti itu. Mereka merobek seragam Meina. Dan mengguyur tubuh Meina dengan air dingin.



Meina berontak dan terus berontak. Berusaha melepaskan diri dari mereka.



Meina merasakan rok nya di lepas secara paksa. Kini dia hanya menggunakan tanktop dan celana pendek ketat.



Tiba-tiba, pintu WC itu di dobrak dengan kasar. Keempat wanita itu menoleh.



Ternyata Michael. Michael mengepalkan tangannya dan melepas jaket hitam nya kemudian memakaikan jaket itu ke tubuh Meina.



"Si.. Siapa kau? " tanya salah satu dari mereka.



"Jack, bawa empat wanita sialan itu dan gilir mereka. Setelah itu cincang jasad nya dan buang ke tempat yang jauh! " kata Michael.



Mereka terkejut termasuk Meina yang mendengar itu. Para bodyguard Michael pun meringkus mereka dan melakukan apa yang di perintahkan bos mereka.



Meina menggapai-gapai tas nya mencari inhaler dari sana.



Michael membawa inhaler yang sengaja dia bawa dari rumah sakit kemudian menghirupkan nya ke pada Meina.



Meina terkulai lemas. Michael pun mengangkat tubuh Meina dan menggendongnya ala bridal.



Meina sempat berontak. "Jangan bergerak atau kata-kata Robert akan terjadi pada mu" ancam Michael.




"Pegangan" kata Michael. Meina memeluk erat tengkuk Michael.



Michael menelan saliva nya. Dia bilang pegangan kan? Bukan peluk?



Gapapa cewek memang peka..



Michael membawa Meina ke mansion nya. Bukan mansion keluarga nya. Itu mansion pribadi milik nya.



♡♥♡♥♡♥♡



Michael menidurkan Meina ke ranjang. Dia menyelimuti tubuh Meina.



"Sebentar lagi pelayan akan kemari membantu mu untuk membersihkan tubuhmu" kata Michael kemudian berlalu.



"Tu.. Tunggu " kata Meina.



Langkah Michael terhenti. Dia tidak berniat menoleh pada Meina.



"Da.. Darimana kau tahu kalau aku.. Asma? " tanya Meina.



"Semua tentang mu aku tahu" jawab Michael kemudian berlalu.



Semua?



"Apa? Semua? Jangan -jangan.. Yang itu.. Atau yang itu.. Atau.. Ohh"


__ADS_1


♡♥♡♥♡♥♡



Para pelayan berlalu setelah membantu Meina mandi dan berpakaian hangat.



Masuklah Michael, dia duduk di tepi ranjang. Meina menggeser duduk nya.



"Kau takut? " tanya Michael.



"Kau marah? " tanya Meina.



"Iya"



Meina semakin menunduk.



"Tapi aku tidak bisa terlalu lama marah pada mu" kata Michael.



"Maaf.. " kata itu terucap dari bibir Meina.



"Sudahlah.. Asalkan kau mau memakai ini " kata Michael sambil memperlihatkan liontin. Ada bentuk hati di dalam lingkaran itu.



"Seharusnya aku sudah memberikan ini kepada mu waktu itu " kata Michael.



"Maaf.. Aku tidak berhak" kata Meina sambil mengalihkan pandangannya.



"Aku memaksa" kata Michael sambil memakaikan kalung itu ke leher Meina.



Meina menatap Michael. Sungguh dokter muda itu terlihat begitu tampan dari dekat.



"Tapi.. " Meina tidak melanjutkan kata-kata nya.



"Ini sebagai tanda kalau aku mencintai mu dengan tulus" kata Michael.



Kedua pipi Meina memerah.



"Dan ya, aku tahu kau mencintai ku"



Deg



"Darimana dia tahu? Pak Robert? " batin Meina.



Michael memeluk Meina. "Katakan Meina.. Katakan kalau kau mencintai ku"



"A.. Aku.. Emm.. Mungkin kak Michael salah paham" kata Meina sambil melepaskan pelukan nya.



Michael menatap Meina. Meina mengalihkan pandangannya.



"Tatap aku Meina "



Meina enggan melirik sedikit pun pada Michael. Namun Michael menarik dagu Meina dan mencium kening Meina dengan lembut.



Meina terbelalak.





♡♥♡♥♡♥♡




By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2