PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
39


__ADS_3


Michael dan Meina akan pergi ke perusahaan besar milik keluarga Danuarga. Tapi, kedatangan Cecil dan Brian membuat niat pasangan suami istri itu urung.



Brian terkejut melihat  Meina. Dia berlari dan akan memeluk Meina. Tapi Michael menghalangi nya dan menatap Brian dengan tajam.



"Sayang.. Aku merindukan mu" kata Brian.



Deg



Michael terkejut.



Meina tercengang.



Cecil tersenyum penuh kemenangan.



"Apa maksudmu, huh! Meina adalah istriku! " bentak Michael.



"Tidak! Dia calon istriku! Kami sudah bertunangan sejak kecil! " bantah Brian.



Meina terbelalak.



"Cecil apa maksudmu! Kenapa pria gila ini disini dan mengaku sebagai kekasih nya istri ku! " bentak Michael.



Cecil berpura-pura sedih. "Tapi memang itu kenyataan nya kak, Meina sudah mau menikah dengan Brian.. Tapi dia malah menikah dengan mu"



"Lelucon macam apa ini" geram Michael kemudian menoleh kearah Meina.



"Sayang, apa kau mengenal nya? " tanya Michael. Meina menggeleng. "Aku tidak mengenal nya.. Aku tidak pernah punya pacar" kata Meina membantah.



Cecil tersenyum licik.



"Aku punya bukti nya.." kata Brian sambil membawa ponsel nya kemudian memperlihatkan foto- foto lama seorang anak kecil laki-laki dan perempuan sedang mengadakan pertunangan dini.



Meina tahu. Anak perempuan kecil itu adalah diri nya. Tapi dia tidak pernah bertunangan dengan siapa pun. Apalagi dengan orang asing di depan nya.



"Lalu ini" kata Brian sambil memperlihatkan foto dewasa mereka yang sedang berkencan di salah satu restoran.



Michael mengepalkan tangannya. Meina menggeleng. Dia tahu saat ini dia sedang di tuduh oleh Cecil. Namun dia tidak bisa mengelak meski dia tidak bersalah.



"Dan ini cincin tunangan kami waktu kecil" kata Brian sambil memperlihatkan sepasang cincin yang berdiameter kecil.



"Ini tidak benar! " bentak Michael.



"Tapi itu kenyataan nya "



"Katakan, Meina.. Apa dia benar-benar tunangan mu? " tanya Michael sambil mencengkram lengan Meina dengan kasar.



Meina tahu Michael sedang marah. Dia tidak akan bisa menatasi kemarahan Michael saat ini yang tampak nya akan meledak sebentar lagi.



Cecil dan Brian saling pandang kemudian saling melemparkan senyum penuh kemenangan.


__ADS_1


"Demi Tuhan, Mike. Aku bahkan tidak mengenal dia" kata Meina.



"Tapi foto itu? "



"Itu memang foto diriku, tapi aku bersumpah aku tidak melakukan nya! " bantah Meina.



"Aku akan pergi ke kantor, dan sebelum itu. Pergi kau dari sini! " bentak Michael sambil mendorong kasar Brian hingga terpundur.



Brian pun berlalu.



"Jangan kemana -mana! " bentak Michael kepada Meina. "Mike, tunggu! "



Tapi Michael sudah memasuki mobil dan melajukan mobil nya menjauhi mansion.



Meina menghampiri Cecil. "Kenapa kau melakukan ini? Kau menuduhku"



"Hei.. Hei.. Dia memang kekasih mu kan? Sudah banyak bukti yang dia berikan. Sekarang lebih baik urus saja surat- surat perceraian mu.. Bukankah kau juga mau berpisah dengan kak Michael? "



Deg



Entahlah kenapa, Meina tidak ingin berpisah dengan Michael. Mungkin bayi di dalam perut nya yang tidak ingin jauh dari nya. Seorang wanita hamil memang sangat sensitif dan kadang bisa jadi menginginkan hal yang sebelum nya tidak dia ingin kan.



"Dengar, ku peringatkan kau.. Aku sangat mencintai kak Michael.. Bagaimana pun cara nya, aku akan mendapatkan dia! " kata Cecil kemudian berlalu.



♡♥♡♥♡♥♡



Michael memukul stir. Dia sangat kesal dengan foto- foto yang di tunjukan Brian tadi. Dia tidak suka melihat  ekspresi bahagia di wajah Meina saat bersama Brian.




Tapi Michael tidak suka jika ada pria lain yang pernah atau akan memiliki Meina. Dia benci kenyataan.



Dan di foto itu menunjukkan Meina yang sekarang. Michael yakin kalau belakangan ini Meina menemui Brian di belakangnya.



Mobil nya terhenti di pelataran perusahaan Danuarga. Dengan kesal, dia keluar dari mobil nya kemudian memasuki kantor.



Melihat  berkas- berkas pun dia tidak berkonsentrasi. Dia ingin menebas leher seseorang, atau menyayat dan merobek kulit seseorang.



Untuk saat ini, dia ingin menjadi dokter lagi. Tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka. Michael menoleh. Ternyata Jessica.



"Bisakah kau mengetuk pintu ruangan ku dulu sebelum masuk! " bentak Michael.



Jessica terhenyak. Namun kemudian dia menghampiri Michael dan duduk di pangkuan nya.



"Kenapa sayang? Ada masalah dengan istri mu yang bocah itu? " tanya Jessica sambil memainkan telunjuknya di dada Michael.



"Katakan saja, aku siap membantu"



♡♥♡♥♡♥♡



Cecil dan Meina memakan makan malam mereka. Ya, makan berdua. Tanpa tegur sapa. Mereka sama- sama terhanyut dalam pikiran masing-masing.


__ADS_1


Terdengar pintu terbuka. Meina dan Cecil menoleh.



Deg



Meina terbelalak.



Cecil tercengang.



Ternyata Michael bersama Jessica memasuki mansion. Michael merangkul Jessica.



Tangan Cecil yang berada di atas meja terkepal penuh kebencian menatap Jessica.



Meina menyadari kemarahan Cecil. Dia tersenyum ternyata bukan hanya dia yang kesal. Cecil juga. Dia akan membalas Cecil dan juga Jessica secara bersamaan walau itu juga menyakiti nya.



"Kakak! "



Cecil beranjak dari duduk nya kemudian mendorong Jessica.



"Kakak kenapa membawa jalang ini huh! " gerutu Cecil. Michael melirik pada Meina.



"Dia akan menemani malam ku, aku kesal mengetahui Meina berselingkuh dan ya terimakasih adik ku, kau sudah mengatakan yang sebenarnya " kata Michael sambil membelai lembut kepala Cecil.



Cecil menepis tangan Michael. "Tapi kak! Kenapa harus Jessica!!! " teriak Cecil dan dia pun menangis.



Jessica tersenyum melihat  kesedihan Cecil yang merupakan junior nya waktu masih kuliah dulu. Dia juga melirik Meina. Meina melirik dingin pada Jessica.



"Aku menang! Aku menang melawan kedua bocah itu.. Huh.. Jessica di lawan" batin Jessica.



Meina menghampiri Michael.



"Mike, aku tidak berselingkuh.. Aku tidak pernah melakukan hal buruk seperti itu " kata Meina.



"Lalu kenapa di foto itu menunjukkan belakangan ini kau menemui nya? " tanya Michael.



"Belakangan ini aku tidak kemana- mana.. Aku tidak keluar rumah.. Jika tidak percaya, kau bisa bertanya pada bibi Emma" kata Meina.



"Bisa saja Emma membantu mu kan" kata Michael kemudian merangkul Jessica.



"Ayo, kita ke kamar ku" kata Michael. Mereka berdua pun berlalu.



Sakit rasanya melihat  suami nya bersama wanita lain. Itu yang di rasakan Meina. Dia cemburu. Ya cemburu.



Tangan Cecil terkepal. "Lihat saja, kau akan menyesal jalang murahan! " teriak Cecil.



Meina melirik Cecil kemudian berlalu ke kamar tamu karena dia tahu malam ini Michael akan tidur dengan Jessica.



Menyakitkan....



♡♥♡♥♡♥♡



By

__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2