PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
26


__ADS_3


Perlahan Meina membuka matanya. Dia merasakan tangan kekar itu memeluk perut nya. Meina menghela napas berat.



Dia beranjak dari ranjang, namun tangan Michael bergerak menahan tangannya.



"Apa kau tidak mau memberikan ku morning kiss ?" tanya Michael dengan kedua mata yang masih tertutup.



Meina berusaha melepaskan tangan Michael. Namun Michael malah menarik Meina hingga Meina tersungkur ke tubuh Michael.



"Lepaskan aku, aku harus pergi sekolah " kata Meina sambil meronta.



"Jangan banyak bergerak sayang, kau membangunkan nya " kata Michael.



"Membangunkan siapa? " tanya Meina sambil masih berusaha melepaskan diri.



"Adikku" kata Michael.



Meina tampak berpikir. Emma bilang Michael tinggal sendiri di mansion. Hanya beberapa pelayan dan tukang kebun yang tinggal bersama nya.



"Lepaskan aku" gerutu Meina. Meina merasakan pergerakan di selangkangan Michael. Sekarang Meina mengerti maksud Michael.



"Lepaskan aku, Mike" kata Meina dengan suara bergetar.



"Morning kiss" kata Michael.



Meina mencium bibir Michael sekilas, tapi Michael mendorong tengkuk Meina dan mencium nya dengan penuh gairah.



Meina mendorong dada Michael dan berusaha melepaskan diri. Namun Michael malah berguling dan menindih Meina.



"Mike.. Hhmmmm... Mi... Hmm " Meina berontak. Michael melepaskan ciuman nya. Napas mereka terengah- engah.



Meina segera mendorong Michael kemudian berlalu ke kamar mandi.



Michael menatap pintu kamar mandi sambil tersenyum geli. Terdengar gemericik air. Michael membayangkan tubuh telanjang Meina yang di guyur air dan.. Hmm..



Sementara itu, Meina yang berada di kamar mandi kebingungan karena lupa tidak membawa seragam nya. Dia melihat ada jubah mandi besar berwarna krem. Dia yakin itu milik Michael.



Meina mengambilnya dan memakai nya. Dia keluar dari kamar mandi. Ternyata Michael masih berada di kamar. Dan saat ini dia menatap Meina.



Padahal Meina berharap Michael sudah pergi ke rumah sakit.



Meina melirik body lotion nya yang berada di atas lemari. Dia berusaha menggapai nya. Kenapa juga Michael meletakkan alat-alat kosmetik nya di tempat setinggi itu.



Meina tidak bisa menjangkau nya. Sebuah tangan besar membawakan nya. Meina tahu itu Michael. Michael memberikan nya pada Meina.



Meina mengambil nya kemudian berlalu. Tapi, Michael menarik jubah mandi Meina. Meina terkejut dan menahan jubah nya.



"Mike" gerutu Meina. Michael mendorong Meina hingga terlentang ke ranjang. Meina gemetar ketakutan.



"Mike.. " ringis Meina ketakutan.

__ADS_1



Michael membuka paksa jubah Meina dan meremas kedua payudara Meina.



"Arrghhhhh!! Mike!! Hentikan!! " teriak Meina. Michael ******* di payudara Meina.



"Mike!! " Meina berusaha mendorong Mike. Tiba-tiba ponsel Michael berdering. Michael pun menoleh ke ponsel nya yang berada diatas nakas.



Di kesempatan itu, Meina mendorong Michael. Michael mengalah dan mengangkat panggilan yang ternyata dari ayah nya.



"Mikey? "



"Iya, ayah, aku disini "



"Ayah dan ibu akan pergi ke Singapura.. Kau harus memegang perusahaan ayah untuk sementara ya.. Ayah percaya dengan kemampuan mu"



"Apa? Tapi ayah, Robert kan ada"



"Dia sedang berlibur di sini bukan untuk bekerja"



Michael mendengus kesal. "Baiklah ayah"



Michael terpaksa tidak akan pergi ke rumah sakit karena dia harus memegang perusahaan ayah nya untuk sementara.



Michael menoleh kearah Meina yang sudah rapi.



"Oh baiklah, kau cepat sekali, Meina.. Hmm.. Ini salah ayahku" gerutu Michael.




♡♥♡♥♡♥♡



Meina duduk di meja makan. Para pelayan sudah berbenjer di belakang kursi.



Meina tidak menyentuh makanan nya sama sekali. Dia masih memikirkan masa depan nya dan masalah yang di buat oleh Michael.



Hari itu adalah hari dimana Meina sedang dalam masa subur. Bagaimana jika dia hamil? Anak nya Michael lagi.. Itu akan membuat nya semakin sulit melepaskan diri dari Michael.



Terdengar suara ketukan sepatu pentofel dengan lantai. Meina menoleh ternyata Michael dengan setelan jas dan kemeja berwarna hitam.



Tidak seperti biasa nya yang menggunakan jas putih kebanggaan seorang dokter. Michael duduk di meja makan dan menatap Meina.



"Kenapa belum sarapan? Ayolah" kata Michael kemudian memakan sarapan nya. Meina pun memakan sarapan nya sambil melamun.



Terdengar suara langkah kaki memasuki ruang makan. Michael dan Meina menoleh ternyata Mykha.



"Oh, hai selamat pagi" sapa nya kemudian duduk di samping Meina.



"Ada sate? Wah pelayan mu berbakat ya.. Ok" tanpa basa-basi, dia melahap makanan itu.



Michael melirik Meina yang melirik Mykha sambil mengerutkan dahinya.


__ADS_1


"Ehm.. Apa gaji mu kurang untuk menyediakan sarapan pagi? " sindir Michael.



"Oh, uang ku cukup banyak, hanya saja aku tidak suka memakai jasa pelayan, jadi aku membeli makanan untuk makan ku. Hari ini aku ingin sarapan di mansion mu, apa salah? " tanya Mykha.



"Kau mengganggu kami " kata Michael. Mykha melirik Meina.



"Oh ya, Hai gadis manis.. Aku Mykha, ehm dokter Mykha.. Kakak sepupu pria berengsek di samping mu itu" kata Mykha sambil mengulurkan tangannya.



Meina menerima uluran tangan Mykha. "Meinara" jawab Meina.



"Baiklah, sarapan nya selesai, ayo Meina, kita harus ke sekolah mu, atau kita telat" kata Michael.



Mereka berdua pun berlalu meninggalkan Mykha yang masih ingin menghabiskan sarapan nya.



Selama di dalam mobil, Meina terdiam sambil menatap keluar jendela. Michael juga fokus menyetir. Kacamata hitam bertengger di hidung nya.. Memberikan kesan keren pada dokter muda itu.



Lampu merah menyala. Beberapa pengendara wanita menoleh keara Michael sambil tersenyum menggoda nya. Michael juga tersenyum pada mereka.



Meina memutar bola mata nya.



Tak terasa, mobil Michael sudah sampai di pelataran sekolah menengah atas Harapan Bangsa.



Ardhan yang berdiri di depan gerbang mengerutkan dahinya melihat mobil Michael. Dia terbelalak saat melihat Meina turun dari mobil tersebut.



"Meina " gumam Ardhan.



Michael juga turun dari mobil. "Ke.. Kenapa kau keluar.. Nanti orang -orang berpikiran negatif" kata Meina.



"Biarkan saja, karena sebentar lagi kau akan menjadi istriku" jawab Michael sambil bergerak mencium kening Meina.



Meina terbelalak.



"Semangat belajar nya " kata Michael kemudian kembali memasuki mobil dan menjauh dari pelataran sekolah.



Meina melamun sejenak. Calon istri?



Sebuah tangan menepuk bahu Meina. Meina terhenyak dan menoleh ternyata Ardhan.



"Kau melamun? " tanya Ardhan.



Meina hanya tersenyum kaku.





♡♥♡♥♡♥♡




By



Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


__ADS_2