![PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]](https://asset.asean.biz.id/psychopath-doctor--sudah-terbit-.webp)
"Janin nya baik-baik saja.. Ini benar-benar keajaiban.. " kata Lina yang memeriksa perut Meina.
Michael menghela napas berat. Dia tidak bisa membayangkan jika sampai dia kehilangan Meina dan calon anak nya.
"Kami keluar ya, jaga dia baik-baik " kata Mykha sambil menepuk bahu Michael kemudian berlalu bersama Lina.
Michael duduk di kursi dan menatap perut Meina yang masih rata.
Perlahan tangannya bergerak menyentuh perut Meina dan medekatkan telinga nya ke perut Meina.
"Maafkan ayah, nak.. Ini semua salah ayah.. Ayah yakin kau pasti kesakitan didalam sana.. Ayah ingin anak ayah kuat ya.. Mulai sekarang ayah berjanji akan menjaga kalian.. Ah tidak.. Ayah tidak pernah menepati janji ayah.. Ayah memang brengsek.. Tapi ayah sangat menyayangi kalian.. Kamu dan ibu mu.. Saudara kembar mu sudah pergi lebih dulu.. Itu juga salah ayah.. Ayahmu ini bodoh sekali.. " tangis Michael.
Sebuah tangan menepuk bahu Michael. Michael mendongkak ternyata Robert.
"Aku pergi ya" kata Robert.
Michael mengangguk.
"Maaf.. " kata Robert kemudian berlalu bersama Mykha.
Michael beranjak dari duduk nya, namun tangan Meina menarik tangan Michael. Michael terkejut dan berbalik.
Kedua mata sayu Meina menatap Michael penuh kesedihan.
"Ja.. Jangan pergi"
Michael tersenyum sendu kemudian kembali duduk dan menggenggam erat tangan Meina.
"Aku disini sayang " Michael mencium punggung tangan Meina.
"Apa.. Ba.. Bayi ku baik-baik saja? " tanya Meina.
"Iya, dia sangat kuat seperti yang kau inginkan.. Dia sangat kuat seperti mu.. Kuat sekali" kata Michael.
Meina tersenyum.
Michael mengambil gelas berisikan air. "Minum dulu ya" kata Michael sambil membantu Meina untuk meminum air itu.
"Aku yakin.. Putra kita pasti akan lahir dan menjadi anak yang baik dan kuat seperti yang kau inginkan" kata Michael.
Meina tersenyum. "Dia bukan laki-laki.. Dia perempuan seperti yang kau inginkan " kata Meina.
"Perempuan? " Michael mengerutkan dahinya.
"Sebenarnya aku mengalami mimpi aneh.. Aku seharusnya sudah mati.. Tapi.. "
***
Seluruh tubuh Meina di penuhi darah. Baju nya pun sudah robek tidak beraturan.
Banyak bekas luka cambukan di sekitar leher, paha dan lengan nya.
Cecil dengan kejam menyeret tubuh Meina ke loteng. Dia mengikat kedua tangan Meina kemudian menggantung tubuh nya.
"Lambat laun kau akan mati.. Mati kesakitan dan mati perlahan.. " kata Cecil kemudian berlalu.
Meina merasakan tubuh nya lunglai. Benar-benar sakit semua. Dia merasakan pandangan nya mulai memburam dan gelap..
__ADS_1
Semuanya menjadi gelap.
Gelap
Gulita
Namu tiba-tiba, cahaya putih menyilaukan mata bersinar di depan nya. Meina menghalangi pandangan nya dengan tangan. Dia memakai dress putih panjang.
"Apa aku sudah mati?" gumam Meina.
Dia perlahan berjalan menyusuri jalanan serba putih itu. Dia mendengar suara tawa banyak orang. Dia melihat banyak sekali orang disana dengan pakaian yang sama.
"Meina "
Meina menoleh ternyata ayah nya.
"A.. Ayah" Meina memeluk ayah nya. Dia menangis di dalam pelukan ayah nya.
"Aku rindu ayah"
"Ayah juga.. "
"Bagaimana kabar ayah? "
"Seperti yang kau lihat nak.. Ada suatu hal yang ingin ayah katakan " kata ayah nya Meina.
Ayah nya pun mulai bercerita tentang kenyataan yang sebenarnya yang tidak di ketahui Meina.
Meina terkejut dan benar-benar tidak mengira ada banyak rahasia tersembunyi bersama dengan kematian ayah nya.
Deg
Jadi dia benar-benar sudah mati? Berpisah dengan Michael?
Meina benar-benar merasa sangat sedih. Padahal dia ingin menyatakan perasaan nya pada Michael.
Meina tertunduk. Tiba-tiba semuanya kembali menjadi gelap.
Meina ketakutan. Dia takut gelap. Terdengar suara memanggil -manggil dengan suara yang menyedihkan.
"Ibu"
"Ibu"
Tiba-tiba Meina kembali berada di tempat tadi tempat yang sama dengan tempat dimana dia bertemu ayah nya.
Namun kali ini tempat itu sangat lah sepi.
Meina melihat seseorang menghampiri nya. Seorang gadis sebaya dengan nya. Meina tidak bisa melihat jelas wajah nya karena tertutupi cahaya.
Gadis itu memeluk Meina. "Ibu" kata nya. Meina mengerutkan dahinya.
"Aku putri mu bu, yang saat ini berada di perut mu" kata gadis itu sambil membelai lembut perut Meina.
"Anak ku? "
__ADS_1
"Iya.. Dan ini saudari kembar ku yang sudah tiada" kata gadis itu sambil menggandeng seorang gadis di samping nya.
Meina menitikkan air mata nya. Dia menangis kemudian memeluk kedua gadis yang menagaku sebagai putri nya.
"Anak ku.. Anak ku.. " tangis Meina. Meski belum tentu mereka anak nya, tapi naluri seorang ibu tidak bisa di tipu.
Meina merasakan detak jantung nya pada salah satu anak nya dan tidak pada anak yang lain. Meina membelai lembut kepala gadis yang tidak memiliki detak jantung.
"Maafkan ibu nak, kamu jadi.. Jadi seperti ini" kata Meina menahan tangisan nya.
"Tidak apa-apa ibu, karena Tuhan sangat menyayangi ku, Dia menjaga ku sebelum aku lahir agar tidak tersentuh dosa" kata anak nya itu.
"Ibu sayang kalian.. Ibu sayang kalian" tangis Meina sambil memeluk erat lagi kedua putri nya.
Di luar nalar manusia memang..
"Sekarang kita berkumpul lagi disini dan ada kakek disini.. Apa kalian sudah bertemu dengan nya? " tanya Meina semangat.
"Tidak ibu, kita tidak bisa bersama" kata anak yang sudah meninggal.
Meina terlihat sedih. "Kenapa nak? "
"Ayah sangat membutuhkan ibu.. Ayah sangat mencintai ibu.. Apa ibu tidak mendengar teriakan nya? " tanya anak yang sudah meninggal itu.
"Meina!!!!! "
Sayup-sayup dia mendengar suara Michael. Meina menelisik ke sekeliling.
"Ayah di dunia bu.. Ayah menunggu ibu.. Apa ibu tidak mau menemui nya? " tanya anak yang sudah meninggal.
"Ayah sangat mencintai ibu" kata anak yang masih hidup.
Meina terlihat sedih. Kedua putri nya itu memeluk nya.
"Kami akan mengantar ibu"
Meina merasa tubuh nya melayang bersama kedua anak nya.
"Meina!!!!!!! Jangan pergi!!!!!!!!! Kau bilang kau mau punya anak yang tampan dan baik!!!!!! Kita akan hidup bahagia!!! Aku belum siap kehilangan mu!!!!!!!! "
Meina terhenyak mendengar suara Michael itu.
"Sampai jumpa nanti bu.. Tunggu aku" kata anak yang masih hidup
"Selamat tinggal bu.. Aku akan menunggu kalian disini, bersama kakek" kata anak yang sudah meninggal.
***
Michael menatap Meina tak percaya. Tuhan telah memberikan nya kesempatan untuk memperbaiki segunung kesalahan nya.
"Anak kita perempuan"
Michael tersenyum haru.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah