PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
51


__ADS_3


Meina dan Michael sudah rapi dengan jas mereka. Kini mereka sedang berada di dalam mobil menuju perusahaan Danuarga.



Tak terasa, mobil yang mereka tumpangi pun terhenti di pelataran perusahaan.



"Mike, besar sekali perusahaan mu, ini pertama kali nya aku kemari" kata Meina.



"Aku juga "



"Hah? "



"Aku belum pernah kemari, baru kali ini"



Mereka memasuki gedung dan sampai lah mereka ke ruangan Michael.



Selama di gedung, mereka mendapat sapaan yang hangat dari para pegawai.



"Selamat pagi Tn. Danuarga dan Ny. Danuarga" sapa Belle sekretaris baru Michael.



"Pagi"



"Silakan duduk"



"Emm.. Mike ku rasa aku mau keluar saja" kata Meina.



"Disini saja, temani aku" kata Michael.



"Kenapa buru-buru Ny.?  Silakan duduk " kata Belle dengan bahasa Inggris nya yang khas.



"Mike" Meina berbisik. Michael mendekatkan telinga nya.



"Aku tidak pernah menggunakan bahasa Inggris dalam segala hal, hanya sebagian kecil yang ku pelajari" bisik Meina.



Michael benar-benar ingin tertawa mendengar pengakuan Meina.



"Tidak masalah, sayang. Kau duduk ya di sofa itu " kata Michael.



Meina pun mengangguk.



Michael berbicara dengan Belle menggunakan bahasa Inggris.



Meina memang mengerti dan dia juga bisa bahasa Inggris. Namun dia jarang menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari.



Ya iyalah, orang Meina kan tinggal dan besar di Indonesia.



♡♥♡♥♡♥♡



Seharian penuh Meina menemani Michael di kantor. Dia benar-benar merasa sangat bosan. Akan lebih baik jika dia berada di mansion saja. Dia bisa nonton tv, bercerita dengan para pelayan, makan dan tidur. Sedang kan disini, dia melamun dan tidak ada kerjaan.



"Tn. Ada klien yang ingin bertemu" kata Belle.



"Biarkan dia masuk" kata Michael.

__ADS_1



Meina mengerutkan dahinya. "Klien? Sore-sore begini baru datang? " gumam nya.



Seorang pria tampan memasuki ruang kerja Michael. Dia memiliki wajah khas barat dengan mata abu-abu dan kulit cokelat karena mungkin sering berjemur di bawah teriknya matahari pantai.



Tatapan mata nya begitu tajam seperti elang. Dagu nya di hiasi rambut-rambut halus terkesan maskulin  dan tubuh nya tinggi kekar.



Sekilas dia melirik Meina kemudian menghampiri meja kerja Michael. Michael yang sedang membaca koran tampak nya belum menyadari keberadaan klien nya itu.



"Selamat sore " sapa pria tampan itu.



Michael mendongkak.



"Anda? Saya pikir anda Tn. John "



"Ah ya,  perkenalkan nama saya Michael Lorenz Danuarga, putra dari Mr. John Lopard Danuarga" kata Michael sambil mengulurkan tangannya.



Pria itu menerima uluran tangannya. "Oh iya, senang bertemu dengan anda.. Nama saya Rider Albert Smith, pemilik perusahaan properti yang bekerja sama dengan perusahaan anda"



Sejenak kedua pria super tampan itu saling menatap. Seperti nya masing-masing sedang menilai orang yang ada di hadapan nya.



"Ah ya, perkenalkan juga, itu istri ku Meinara Sista Adellina.. Ah tidak Meinara Sista Danuarga " kata Michael.



Pria yang bernama Rider itu menganggukan kepala nya pada Meina. Meina melakukan hal yang sama.



Mereka pun berbicara tentang bisnis. Rider memanggil sekretaris nya yang bernama Laura. Mereka bertiga berbicara membosankan menurut Meina.



"Oh ya, bagaimana jika kita bicara di restoran terdekat saja agar kita tidak canggung" kata Michael.




♡♥♡♥♡♥♡



Di restoran, Meina dan Michael duduk berhadapan dengan Rider dan Laura.



"Apakah anda tinggal di kompleks elite? " tanya Rider.



"Anda tahu? " tanya Michael.



"Ya, karena saya juga tinggal di kompleks itu. Bukankah kita tetangga? Apa anda lupa salah satu pelayan saya meminjam gunting rumput pada anda? " kata Rider di akhiri pertanyaan.



"Oh, ya.. Jadi kita bertetangga? " Michael tampak berpikir.



Meina meminum minuman nya. Tiba-tiba, dia merasakan perut nya sakit.



"Awwhhh" ringis Meina sambil memegang perut nya. Michael terkejut dan segera membelai perut nya.



Rider dan Laura memperhatikan mereka. Kemudian saling pandang.



"Kenapa Ny.? Apa makanan nya tidak enak? " tanya Laura.



"Bukan.. Aku hanya.. " Meina bingung harus menjawab apa. Rider tampak merenung.


__ADS_1


"Apa masih sakit? " tanya Michael. "Emm tidak terlalu sakit sekarang " jawab Meina.



"Seperti nya akan lebih baik jika di cek ke dokter " kata Rider.



"Tidak masalah, istri ku mungkin hanya mengalami kontraksi biasa" jawab Michael.



"Kontraksi? Dia sedang mengandung? " tanya Rider.



"Iya" jawab Michael.



"Selamat ya, seandainya dia disini.. Mungkin Ny. Danuarga dan dia akan cocok" kata Rider.



"Dia? " tanya Michael.



"Iya, wanita ku"



"Emm.. Dia dimana? " tanya Meina memberanikan diri bertanya.



"Dia sedang berada di Jepang.. Hmm entahlah aku tidak yakin apakah kami bisa bersama atau tidak karena aku yakin dia sangat membenci ku" gumam Rider.



Michael dan Meina saling pandang.



"Istrimu? " tanya Meina.



"Bukan.. Dia korban kesalahanku di masa lalu.. Namun aku mencintai nya "



Deg



Meina terlihat sedih. Michael juga. Kenangan masa lalu itu juga lah yang membuat Michael dan Meina bersama hingga detik ini.



"Ah maaf.. Aku malah berbicara yang bukan -bukan ya" kata Rider sambil tersenyum membuat ketampanan nya bertambah.



Meina dan Michael tersenyum kaku.



"Tidak masalah.. Bukankah kita tetangga? Kita harus saling berbagi cerita agar kita bisa mengenal satu sama lain" kata Michael.



"Terimakasih " kata Rider.



Hening



"Temui saja gadis itu dan katakan semua yang anda rasakan pada nya, mungkin dia mau menerima anda" kata Meina dengan polosnya. Michael membelai lembut rambut Meina.



Rider tersenyum mendengar ucapan polos Meina.



"Baiklah, mungkin akan ku coba.." kata Rider dengan tatapan menerawang. Membayangkan gadis yang begitu dia cintai. Gadis yang telah menumbuhkan rasa Cinta di hati nya.



♡♥♡♥♡♥♡





By


__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2