PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]

PSYCHOPATH DOCTOR [SUDAH TERBIT]
42


__ADS_3


Meina menghela napas berat. Dia duduk di kursi di balkon kamar nya. Kenapa hidup nya jadi semakin rumit setelah mengenal Michael.



Apa mungkin ini takdir tuhan agar ada seseorang yang mendampingi nya? Tapi yang pasti, dia harus bersiap- siap mental atau pun fisik saat berhadapan dengan Michael.



Karena psikopat bisa tiba-tiba menerkam dan membunuh nya dengan cara yang mengerikan.



Terdengar keributan di ruang tengah. Meina beranjak dari duduk nya dan berlalu ke ruang tengah. Dia terkejut melihat  Michael berkelahi dengan Brian.



Cecil dan Mykha berusaha melerai pertengkaran itu. Brian menoleh kearah Meina. Dia berlari dan memeluk Meina.



Tapi Meina berontak dan mendorong Brian. "Berani nya kau! " bentak Meina.



"Meina!! "



Meina menoleh kearah Michael. Michael menghampiri Meina dengan sebuah amplop berwarna kuning.



"Lihat ini!! "



Dia melempar foto-foto yang berada di dalam amplop itu kepada Meina.



Meina melihat  isi nya dan..




Foto yang tidak pantas di lihat itu sangatlah menjijikan. Dimana dirinya melakukan hubungan suami istri dengan Brian.



Air mata Meina berlinang. Dia tidak pernah melakukan hal serendah itu. Tapi wanita di dalam foto itu mirip sekali dengan diri nya.



"Apa kau akan mengelak lagi?! " bentak Michael. Meina terhenyak dengan bentakan Michael.



Cecil tersenyum penuh kemenangan. Mykha menggeleng tidak percaya.



"Demi Tuhan!! Aku tidak melakukan hal serendah ini!! " teriak Meina.



Namun Michael menyeret Meina menuju kamar mereka. Mykha akan menghentikan Michael. Tapi foto itu membuat nya hilang kepercayaan pada Meina.



"Kak Mykha!! Kakak percaya kan pada ku!! " teriak Meina.



"Maaf Meina " kata Mykha pelan sambil menggeleng.



"Kak Mykha!! "



Mykha tertunduk. Dia merasa bersalah. Cecil membantu Brian berdiri.



"Kau tidak apa-apa? "



"Sudah ku bilang, aku tidak mau kemari.. Aku yakin kakak mu akan menghabisi ku" gerutu Brian.



Mykha menoleh kearah Cecil dan Brian. Dia merasa ada yang janggal.



"Aku bisa melihat  bukti nya.. Tapi entah kenapa hatiku meragukan mata ku.. Aku selalu merasa Meina tidak bersalah" batin Mykha.



Mykha segera bergegas menaiki tangga untuk menghentikan kemungkinan- kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi pada Meina.

__ADS_1



Sementara itu...



Michael mendorong Meina ke ranjang dia mengambil jarum tatto.



"Mike! Apa yang akan kau lakukan!! " teriak Meina. Michael tidak mengindahkan pertanyaan Meina.



Dia menindih tubuh Meina dari belakang kemudian merobek sedikit dress bagian belakangnya dan mulai mengukir tatto di punggung Meina.



"Aarrrhhhhhggghhhh" Meina berteriak kesakitan saat jarum tatto itu menyentuh punggung nya.



Mykha menggedor- gedor pintu kamar Michael. "Buka pintu nya, Mike!! Jangan sakiti Meina!! Dia sedang mengandung!!! Mike!!! Mike sialan!!! " teriak Mykha.



Namun sayang, Michael tidak bisa mendengar suara Mykha karena teriaka Meina begitu keras di dalam kamar.



Michael berhenti mengukir tatto. Selesai lah hasil nya. Ternyata nama Michael yang terukir di pungung Meina.



"Ini bukti kalau kau hanya milikku! Kau milikku! Sekarang aku mau kau membersihkan tubuh mu karena tubuh mu sudah kotor karena sentuhan pria sialan itu! "



Meina menangis sesegukan. Michael menyingkir dari tubuh Meina. Dan dia terkejut melihat  darah mengalir di paha Meina.



"Mike!!! Buka pintu nya!!!!! " teriak Mykha. Mykha sudah kehabisa kesabaran. Dengan segenap kekuatan psikopat nya, dia mendobrak pintu kamar itu.



Dan ternyata berhasil..



Dia terkejut melihat  darah itu. "Mike!! Apa yang kau lakukan!! "



"Kak.. Kak.. My.. Mykha.. To.. Tolong selamatkan anak ku" kata Meina sambil meringis dan memegang perut nya.





Michael terkejut setengah mati..



Anak?



Mykha segera membantu Meina berbaring dan dia berlari ke kamar nya mengambil alat- alat medis nya.



"Meina.. Apa maksudmu.. Kau mengandung? " tanya Mike. Namun Meina tidak menjawab nya. Dia meringis kesakitan.



"Meina, katakan " kata Michael sambil mengguncangkan tubuh Meina.



Mykha kembali dengan berbagai alat kedokteran nya. "Hei! Singkirkan tangan kotor mu psikopat sialan!! " bentak Mykha sambil mendorong Michael.



Dia pun memeriksa perut Meina. "Keluar lah, Mike "



Michael mengusap kasar wajah dan terlihat menyesal dengan tindakan tanpa perasaan nya itu.



"Keluar!!!! " bentak Mykha.



Michael pun menurut. Dia keluar dan masih tampak frustasi.



Dia mondar -mandir di depan kamar nya. Cecil menghampiri nya.


__ADS_1


"Kakak? Dimana Meina? " tanya Cecil. Michael tidak menjawab. Dia masih uring- uringan tidak karuan.



Pintu kamar nya terbuka. Mykha keluar dari kamar dan melirik sinis pada Cecil. Begitu pun dengan Cecil.



Michael mencengkram kedua lengan Mykha. "Katakan bagaimana keadaan Meina!! Katakan!! "



Mykha terdiam.



"Katakan!! "



"Salah satu bayi nya tidak bisa ku selamatkan" jawab Mykha pelan.




"Salah satu? "



Mykha mengangguk. "Dia mengandung bayi kembar"




Michael benar-benar tercengang.



Cecil tersenyum penuh kemenangan. "Bagus, bayi nya mati tanpa harus aku yang turun tangan "



"Kembar? "



"Iya"



Michael melepaskan cengkraman nya. "Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau dia hamil? Waktu itu kau bilang dia masuk angin! "



"Adikmu mengancam Meina.. Dia bilang kau tidak boleh tahu.. "



"Tapi bisa saja itu bukan anak ku" potong Michael. Mykha terbelalak dengan ucapan Michael. Cecil tersenyum senang.



Plakkkk



Satu tamparan keras mendarat di pipi Michael. "Dia mempertaruhkan nyawa nya untuk anak mu dan kau.. Demi Tuhan! Aku malu punya sepupu seperti mu dan aku menyesal bisa satu keturunan dengan mu!!" bentak Mykha menggelegar.



Michael memegang pipi nya yang terasa panas. Cecil terkejut. Dia memeluk Michael.



Mykha kembali memasuki kamar Meina. Meina yang terlihat lemah menoleh.



"Ayo, kita pergi saja dari sini, kita tinggal di apartemen ku saja" kata Mykha.



Meina mengerutkan dahinya.



"Tidak ada yang bisa membawa Meina pergi dari ku! Siapa pun termasuk kau! "



Meina menghela napas berat.



♡♥♡♥♡♥♡




By


__ADS_1



Ucu Irna Marhamah


__ADS_2