
Saat Hades selesai memasangkan kalung nya ke leher Athena, laki-laki itu mundur secara perlahan, membiarkan gadis itu berfikir dengan jernih soal kejadian belakangan ini, memberikan Athena Waktu untuk mengingat soal masa lalu.
Athena tampak menatap wajah nya ke depan cermin besar dihadapan nya, dia memandangi kalung yang dia gunakan, ingatan soal grandma MC dores nya kembali menerjang.
"Kamu tahu kisah dewa Eros di peradaban Yunani? yang mencintai Psyche dimana gadis itu adalah putri bungsu dari seorang raja yang memerintah di suatu kota"
"Psyche sangat cantik. Saking cantiknya, para pemujanya mengabaikan penyembahan pada dewi Apfrodit (Aphrodite/Venus)"
"Mereka saling mencari antara satu dengan yang lainnya, Bahkan meskipun Eros pernah di lukai, dia tetap mencintai psyche"
"Meskipun kisah Mereka awalnya menyakitkan, tapi berakhir bahagia"
"Ini merupakan alegori yang indah:
-Cinta ditakdirkan untuk berpasangan dengan Jiwa,
-Cinta juga adalah pencarian, jalan, dan alasan sesungguhnya keberadaan Jiwa.
-Jiwa bisa saja 'mengkhianati' Cinta.
-Cinta tidak bisa memaksa Jiwa, dan tidak punya pilihan jika Jiwa menolaknya/mengkhianatinya.
-Tanpa kehadiran Cinta, Jiwa menderita
-Jiwa Dapat tugas-tugas berat dari dewa-dewi jika ingin bertemu Cinta, tugas terakhir sampai harus ke Underworld (dan gagal).
-Cinta Membangkitkan jiwa.
-Cinta tidak pernah mengkhianati Jiwa.
-Cinta menyelamatkan Jiwa.
-Terakhir, karena Cinta, Jiwa menjadi abadi (jadi dewi), dan bersatu selamanya dengan Cinta."
"Jika seorang laki-laki menemukan kalung itu dan menggunakan nya, maka dia akan merantai kaki mu dalam belenggu nya selama-lamanya"
"Apa ini kalung mu?"
Hades muda bertanya ke arah Athena yang terus mencari kalung nya yang jatuh dengan rasa panik yang luar biasa.
Laki-laki itu mengeluarkan kalung dari tangan nya sambil menyandarkan tubuhnya dengan santai ke arah dinding.
Seketika gadis kecil itu membulatkan bola matanya, mengangguk cepat dan menunggu laki-laki itu mengembalikan kalung nya.
__ADS_1
Hades muda tampak tersenyum, mendekati Athena lantas berdiri dibelakang nya, memajukan wajahnya kalung itu ke lehernya sambil berbisik.
"Jangan dihilangkan lagi, jika tidak akan ada banyak orang-orang tidak baik yang akan menjual nya"
Athena tampak tersenyum, menggenggam erat mainan kalungnya.
"Siapa nama mu?"
Hades bertanya sambil berjalan menuju ke arah depan, menatap gadis kecil yang menampilkan ekspresi Indah dibalik bola matanya.
"Irish yang berarti pelangi 🌈 milik para Dewi"
Hades tampak mengembangkan senyuman nya, berusaha bergerak menjauhi gadis kecil itu.
"Siapa nama kamu, kak?"
Athena balik bertanya, membuat Hades menghentikan langkah kakinya.
"Kamu tahu nama dalam mitologi yunani? cari kata tak terlihat, panggil aku sesuai kemauan mu"
Setelah berkata begitu Hades langsung melesat menjauhi Athena.
Gadis itu tampak tersenyum, lantas berguman sendiri dalam hati.
Athena terus berguman sambil berfikir nama yang tepat untuk laki-laki itu.
*******
"Kamu ingin menikah dengan ku?"
Hades tampak terkekeh menatap wajah gadis dihadapannya itu.
Athena mengangguk cepat.
"Kalau begitu tumbuh lah dewasa dengan cepat"
"Aku akan tumbuh dewasa dengan cepat, coba lihat tubuh ku sudah sangat tinggi saat ini"
********
"Aku fikir waktu nya mengikat mereka, biarkan mereka bertunangan lebih dulu"
Arash sang Daddy Athena bicara cepat.
__ADS_1
"Sayang ini tidak terlalu cepat?"
"Hmmm tidak juga,nanti setelah dewasa tanyakan kembali, jika mereka masih ingin saling melanjutkan hubungan mereka, maka kita akan menikahkan mereka saat usia Athena matang"
"Hmmm"
Athena tampak mengembangkan senyuman nya, bersembunyi di balik tembok sambil memainkan kalung miliknya.
******
"No ... Hades, Hades bantu aku, aku tidak bermaksud Melakukan nya"
Erika muda tampak panik, mencoba terus membuat Athena kecil sadar dari keadaan nya, darah segar jelas telah memenuhi tubuh gadis itu, ruang laboratorium jelas terlihat kacau balau, tabung-tabung uji coba terlihat berantakan, bahkan beberapa serum serta botol penelitian hancur kemana-mana bahkan api mulai menyambar disekitar nya.
Athena terlihat sekarat saat ini, Hades jelas panik saat mendapati kekacauan yang terjadi, dia tidak paham apa yang telah Erika lakukan.
"Aku mohon, Doktor Hans juga Doktor John pasti akan menyalahkan Daddy ku, Tuan Arash pasti akan menuntut Daddy ku dan melimpah kan Semua kesalahan pada Daddy, Hades jangan katakan ini perbuatan ku, aku mohon Hades ,aku mohon"
Erika menangis histeris, dia ketakutan, dia mencoba melakukan apapun tapi gagal, gadis itu tidak mau bernafas kembali.
Alih-alih mempedulikan ocehan Erika, Hades secepat kilat meraih tubuh kecil itu, menggendong nya dan membawanya dengan rasa panik menuju ke arah depan, dia tahu tidak lama lagi laboratorium pusat kerjasama milik zehras company dan bernard company akan hancur sebentar lagi.
"Aku mohon jangan katakan jika ini perbuatan ku, aku mohon Hades"
*******
"Kau yang membuat semua kekacauan?kau menghancurkan proyeknya? kau mencelakai putri uncle Arash mu?"
Sang Daddy nya bertanya penuh kemarahan.
"Ini pasti kesalahpahaman, Hades tidak mungkin melakukan itu"
Sang Mommy nya bicara cepat,meraih wajah Hades sambil terus mencoba menatap wajah anak laki-laki nya itu.
Aida tahu Hades tidak bisa berbohong, dia tahu Mata itu sedang berusaha berbohong.
"Hades katakan pada Mommy, apa yang terjadi? siapa yang melakukan nya? kamu tidak melakukan nya bukan?"
Alih-alih menjawab, Hades lebih baik menutup mulutnya dalam seumur hidupnya.
******
Kenapa kamu diam?
__ADS_1
Karena aku Tidak bisa mengorbankan Erika dan keluarga nya didalam semua hal.