Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Jadikan rahasia mereka


__ADS_3

Zii menaikkan sebelah alisnya beberapa waktu, bola matanya menatap gelas yang ada disamping tempat tidur sang Mommy, sebuah sensor tampak menampilkan sesuatu di dalam gelas itu, lalu dia memperhatikan sejenak leher sang Mommy. Beberapa waktu kemudian Zii mencoba mengendus seluruh area kamar Mommy nya.


Zii menggeleng-geleng kepalanya.


"Mommy meminum obat tidur semalam?"


Tanya Zii tiba-tiba.


Irish yang tampak sibuk menggunakan pakaian nya tampak tidak begitu paham pertanyaan sang putri.


"Tidak, kenapa?"


"Leher Mommy kenapa?"


Seketika Irish menghentikan gerakan tangannya.


"Leher?"


Irish bertanya sambil menoleh ke arah Zii beberapa waktu.


Zii mengangguk cepat.


Irish tampak bingung, mencoba mendekati kaca lantas memperhatikan baik-baik leher kiri dan kanannya.


Seketika Irish membeku.


Tunggu dulu, semalam bukan mimpi? Oh God, ini apa?


Irish Tampak bingung, dengan cepat menggesek-gesek lehernya yang tampak meninggalkan warna dibeberapa bagian.


Jadi semua nyata? siapa?


Seketika Irish mengerutkan dahinya, dia menoleh ke arah gelas yang sempat dia habiskan isi nya semalam.


"Ada apa di dalam nya?"


Irish bertanya cepat ke arah Zii.


"Aku Fikir itu Ramelteon (Rozerm) Mommy, obat itu akan memengaruhi langsung jam biologis tubuh termasuk siklus tidur dan bangun seseorang, Ramelton akan mengikat reseptor melatonin di area hipotalamus ini untuk mendorong Mommy agar lekas tertidur"

__ADS_1


"Efek Ramelton ini hanya pada satu bagian otak, sehingga efek samping obat tidur ini lebih sedikit dibandingkan obat lain yang bertindak lebih umum ke beberapa bagian otak Mommy"


Irish tampak tercekat, karena itu dia merasa antara tidur dan tidak semalam, rupanya yang dia minum obat yang menimbulkan rasa kantuk ringan.


Tunggu dulu, siapa yang melakukan nya?


Seketika Irish menoleh ke arah Zii.


"Kamu tahu siapa yang melakukan nya sayang?"


Zii tampak diam sejenak,menatap dalam bola mata Mommy, dia dapat mendengar dengan jelas detak jantung Mommy nya yang terus bergerak dengan tidak Normal, lantas Zii dengan cepat menggelengkan pelan.


"Aku tidak tahu"


Jawab nya cepat.


Irish menaikkan ujung alisnya.


Dia fikir bukan kah Indra penciuman Zii begitu tajam, kenapa jadi tidak tahu?


"Maksud nya sayang?"


"Hmmm tidak bisa terendus"


Setelah berkata begitu, Zii langsung melesat pergi meninggalkan sang Mommy.


"Ya?"


Irish menatap Zii penuh dengan kecurigaan.


********


Kembali di masa semalam


Saat Irish mematikan lampu kamar Zii, sang putri secara perlahan membuka bola matanya, dia mengintip sejenak mencoba memastikan jika sang Mommy tidak akan kembali ke kamar nya.


"Pssttt Psstt Daddy apa kamu masih di sana?"


Zii langsung menggerakkan tangan nya, menyalahkan lampu dengan kekuatan nya.

__ADS_1


Seketika ruangan kamar menjadi terang benderang.


Heidar tampak keluar dari balik gorden, tersenyum senang berjalan ke arah Zii.


"Daddy benar-benar datang kemari?"


Zii tampak antusias, langsung berdiri dari tidurnya, lantas melesat masuk ke pelukan heidar.


"Bukankah aku sudah berjanji sebelumnya sayang?"


Heidar bicara sambil mendekap hangat tubuh sang putri.


Zii mengangguk-anggukkan cepat kepalanya.


"Ohhhh baby ternyata kamu cukup berat juga hmmm, Daddy melewatkan masa tumbuh kembang kamu dalam waktu yang lama"


Ucap Heidar penuh penyesalan.


"Tapi bukan kah disini bisa saling merasakan Daddy?'


Zii bicara sambil menyentuh lembut dada heidar.


Heidar tersenyum, dia duduk di tepian kasur, membiarkan Zii duduk di atas pangkuan nya.


"Kenapa Daddy belum ingin menemui Mommy?"


Tanya Zii sambil menatap dalam bola mata Daddynya.


Heidar tampak mengulas senyuman.


"Belum waktunya sayang"


Ucap Heidar cepat sambil mengelus lembut rambut Zii.


"Jadikan ini rahasia kita dulu hmm?"


Heidar kembali bicara sambil menyatukan hidung nya pada Zii.


Zii tampak terkekeh senang, kemudian dia mengangguk-angguk riang.

__ADS_1


"So... Katakan pada Daddy soal Mommy mu sayang selama beberapa tahun terakhir"


Kata Heidar kemudian ke arah Zii.


__ADS_2