Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Tangis yang tidak mau berhenti


__ADS_3

"Kenapa Daddy dan Mommy lama sekali membuka pintu nya?"


Protes Zii lantas langsung melesat masuk dan memeluk erat tubuh Heidar tanpa aba-aba.


"Owhhhh sayang"


Heidar menangkap cepat tubuh sang putri, dia tertawa geli melihat kelakuan Zii.


"Hmm sedikit lama karena Mommy tertidur"


Jawab Nadine cepat.


"Mommy sudah mengantuk?"


Tanya Zii kemudian.


"Oh tentu saja sayang, Mommy sudah sangat lelah dan ingin tidur saat ini juga"


Heidar buru-buru menjawab.


"Kalau begitu mari tidur bersama"


Zii langsung meraih bantal, mencoba membaringkan tubuhnya tepat di tengah-tengah kasur.


"Daddy di kiri dan Mommy di kanan ku"


Ucap Zii sambil tersenyum bahagia.


Seketika bola mata Heidar membulat.


"Sayang sebaiknya kamu tetap tidur bersama untie balqees, sebab ada yang harus Daddy kerjakan dengan Mommy malam ini"


Heidar berusaha membujuk Zii.


Bayangkan bagaimana cara mereka untuk bisa bergerak jika Zii ikut tidur bersama mereka???


Heidar rasa dia pasti akan menjadi gila.


Saat mendengar celotehan kedua orang yang begitu dia sayang itu, Nadine tampak menggeleng-gelengkan kepalanya nya.


"Kenapa aku harus bersama untie balqees? bukankah ada Daddy dan Mommy disini? apa Daddy mulai tidak sayang pada ku??? atau Mommy yang sudah tidak sayang pada ku?"


Seketika Zii menangis mengahadap Heidar, air matanya tumpah tidak terbendung, suara nya seketika memecah keadaan.


"Oh sayang bukan maksud Daddy begitu"

__ADS_1


Seketika Heidar menjadi panik.


Nadine ikutan panik, dia menjewer telinga Heidar cepat.


"Kamu membuat putri ku menangis"


Rutuk Nadine, perempuan itu langsung memeluk erat Zii.


"Akhhh baby... kamu kenapa tega sekali pada ku?"


Heidar jelas berteriak kesakitan saat Nadine menjewer Telinga nya secara tiba-tiba.


Balqees dan Athena langsung melesat masuk ke kamar pribadi Heidar dan Nadine yang terbuka lebar itu, mereka Fikir kenapa Zii tiba-tiba menangis histeris?.


"Ada apa?"


Balqees bertanya panik, dia fikir sang keponakan kesayangan nya terluka, secepat kilat mencoba meraih tubuh Zii dari pelukan Nadine, sedangkan Heidar tampak memegang telinga nya sambil berusaha membujuk Zii dengan penuh kepanikan, gadis itu mencoba menelisik seluruh tubuh Zii.


"Apa Zii terluka?"


"Ada sesuatu yang salah?"


Balqees dan Athena Sama paniknya, sejenak balqees mengerutkan keningnya dia Fikir tidak ada yang terluka.


Zii mengadu dengan cepat.


"Ya?"


"Ah?"


Athena dan balqees Tampak bertanya secara bersamaan.


"Oh sayang bukan seperti itu, maksud Daddy kamu tidur bersama untie balqees malam ini, besok bisa kembali tidur bersama Daddy dan Mommy"


Heidar terus saja bicara panik, mencoba mengelus-elus lembut punggung Zii.


"Dia mungkin salah menanggapi"


Ucap Heidar lagi.


"Kita bisa tidur bersama sayang, jangan hiraukan kata-kata Daddy hmmm.. Daddy hanya bercanda sayang"


Nadine bicara sambil berusaha menghapus air mata Zii.


Seketika Athena dan balqees saling menoleh, Mereka seolah-olah baru tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Seketika Balqees tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahaha oh god, sayang memang seharusnya kamu tidur di kamar untie"


Ucap Balqees tiba-tiba.


Mendengar itu, tangis Zii yang baru saja reda langsung kembali pecah.


"Kenapa semua orang jahat pada Zii?"


Anak itu menangis kesal sambil berusaha memeluk erat tubuh Mommy nya.


"Sayang bukan kejam, begini Mommy dan Daddy harus membuat adik kecil baru untuk kamu"


Oceh balqees langsung pada poin penting nya.


Seketika Zii menghentikan tangisannya.


"Adik?"


"Ahhhh kakak mungkin terlalu berbelit-belit menjelaskan nya pada Zii"


Oceh Athena kemudian.


Balqees tampak begitu sabar menjelaskan kata-kata paling logis dan bijaksana kepada sang keponakan yang masih kecil tapi dengan otak cerdas nya itu.


"Adik bayi?"


Zii bertanya sambil menghapus air matanya.


"Iya adik bayi, Mommy dan Daddy harus memberikan bonus atau hadiah untuk Zii seorang adik bayi, karena itu Zii tidak bisa tidur bersama Mommy dsn Daddy"


"Kenapa begitu? bukankah seharusnya tidak masalah jika Zii ikut bersama Mommy dan Daddy?"


Zii kembali ingin menangis tapi balqees buru-buru berkata.


"Sebab proses ini hanya bisa dikerjakan oleh Mommy dan Daddy tanpa boleh ada yang mengganggunya sayang"


Ucap balqees lagi.


Athena tampak berusaha menahan tawa geli nya sejak tadi.


Heidar jelas jadi malu dengan keadaan.


Nadine hanya bisa mengelus-elus lembut punggung sang putri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2