
Zii tampak memperhatikan wajah sang Mommy nya beberapa waktu, sejenak dia tersenyum penuh arti, masuk dengan cepat kedalam pelukan sang mommy sambil menempel manja.
"Ada apa hmm?"
Irish bertanya sambil menatap heran ke arah Zii, belakangan putri nya terlihat sedikit aneh dan cukup mencurigakan.
"Mommy, bukankah besok hari pertama ku masuk ke sekolah private?"
Irish menghentikan kegiatan tangannya sejenak, lantas dengan gerakan cepat kedua tangan nya meraih wajah Zii.
"Hmmm besok sekolah pertama kita, kita akan datang lebih awal dan melihat apakah akan ada banyak teman-teman baru yang kamu sukai"
Zii mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat.
"Boleh aku minta sesuatu pada Mommy?"
Sejenak Irish menaikkan alisnya.
"Misalnya?"
Seketika ekspresi wajah Zii berubah.
"Jika Mommy sudah bertanya misalkan???? itu artinya Mommy bisa meng iyakan atau menolak permintaan ku"
Muka Zii langsung seperti kertas karton yang di tekuk, begitu lucu dan sangat imut, Irish ingin tertawa tapi dia berusaha untuk menekan perasaan gelinya, sebab sekali nya sang putri marah, bisa kacau balau Se isi apartemen.
"Baiklah, akan Mommy kabulkan"
"Bukankah semua orang yang hadir akan membawa Mommy dan Daddynya? bagaimana jika aku mengajukan permintaan untuk Mommy membawa Daddy ku?"
"Ya?"
Seketika bola mata Irish membulat.
"A..pa?"
Tanya nya lagi kemudian.
__ADS_1
"Daddy? Hades?"
Tanya Irish sambil mengerutkan dahinya.
Zii secepat kilat menggeleng.
"Zid?"
Bibir Zii langsung munyung-munyung.
"Aku tidak suka uncle Zid, dia begitu playboy sekali"
Rutuk Zii kemudian.
Irish tampak mengulum senyuman nya.
Karena sering berlaku manis pada perempuan, Zii fikir jika zid jenis laki-laki playboy.
Tapi...
Seketika Irish menyadari soal sesuatu.
Tanya Irish cepat, jelas saja dia menaikkan sebelah alisnya, menatap Zii dengan jutaan kecurigaan.
"Aku mengenalnya saat di Inggris"
Jawab Zii cepat.
"What?"
"Di perpustakaan Mommy"
Zii cepat-cepat memperbaiki ucapannya, tidak ingin Mommy nya curiga soal kapan pertemuan pertama antara dia dan Daddy H.
"Lalu?"
"Kami bertemu lagi di Indonesia"
__ADS_1
Jawab Zii sambil mengedip-ngedipkan bola mata nya.
Ckckckck bayangkan bagaimana caranya aku bisa marah pada putri ku? gadis kecil ini selalu bisa merayu dengan berbagai cara.
Rutuk Irish dalam hati.
"Apa dia tampan?"
Irish bertanya sambil memancing sang putri.
"Sangat tampan"
"Ahhhh, apa dia sesuai dengan kriteria Mommy?"
"Benar-benar kriteria Mommy"
"Baiklah, yakin Mommy tidak akan menolak nya?"
"Yang ini Zii jamin Mommy tidak akan menolak nya"
Zii bicara dengan jutaan keyakinan.
Seketika Irish memicingkan sebelah matanya, menatap sedikit curiga ke arah sang putri.
Dia fikir laki-laki asing mana pula yang bisa begitu cepat mengambil hati Zii? Sebab sejauh ini Zii jelas kriteria anak yang sedikit rumit dan pemilih.
Meskipun Zii cukup akrab dengan hades, Zii jelas tidak pernah setuju jika dirinya menikah dengan hades, karena itu Irish jelas membuat pertimbangan panjang untuk menerima hades selama ini.
Bahkan beberapa laki-laki yang pernah mendekati dirinya selalu ditolak oleh anak itu, belum lagi kelakuan jahil Zii yang seringkali membuat banyak laki-laki kocar-kacir lari ketakutan karena tidak tahan dengan ulah Zii.
Bukan kah Terlalu aneh jika Zii tiba-tiba menyukai laki-laki asing yang bahkan Irish pun belum mengenalnya, bahkan Zii dengan PD nya memanggil laki-laki itu dengan sebutan Daddy.
Irish Fikir sebaiknya menuruti keinginan Zii, jika Irish merasa tidak cocok dengan laki-laki itu kemungkinan besar Irish akan mencari cara bagaimana untuk menolak nya.
"Oke kita bisa pergi bersama sesuai yang yang Putri Mommy mau"
Ucap Irish sambil mencium pipi kiri dan kanan Zii penuh cinta.
__ADS_1
Zii tampak menaikkan ujung bibirnya, seketika dia mengembangkan senyumannya lantas langsung memeluk erat sang Mommy dengan penuh kebahagiaan.
Misi Ke 2 berjalan.