
Begitu Athena dan balqees membawa Zii, seketika Heidar menatap ke arah Nadine.
"Apa?"
Nadine bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya, perempuan itu tengah melepaskan aksesoris miliknya sambil membersihkan wajahnya.
"Bukankah ini waktunya membuat adik kecil untuk Zii?"
Goda Heidar.
Nadine tampak terkekeh.
"Ckckckck coba bayangkan bagaimana memalukan nya tadi saat semua orang tahu Zii histeris karena keinginan Daddy nya untuk mencetak adik bayi"
Ucap Nadine sambil mengejek ke arah Heidar.
"Oh baby coba bayangkan apa aku harus menahan puasa lagi kali ini?"
Ucap Heidar sambil beranjak dari tempat tidur nya, dia menarik tangan Nadine hingga ke atas kasur dan membiarkan sang istri masuk kedalam pelukan nya.
"Akhhh"
__ADS_1
Nadine berteriak kecil.
"Sayang"
Nadine memukul pelan dada Heidar.
"Aku berpuasa begitu lama, baby"
Ucap Heidar sambil menyentuh kedua belah pipi Nadine lantas menatap dalam wajah sang istri dengan penuh cinta.
"Maafkan aku untuk banyak hal"
Kata Heidar tiba-tiba.
"Maaf Membuat kamu menderita selama 6 tahun ini hmm, belum bisa memberikan kalian kebahagiaan seperti layak nya pasangan lainnya"
ucap sang suami dengan wajah penuh penyesalan.
"aku sama sekali tidak bisa mengulang waktu, aku ingin memberikan kalian hal yang terbaik dimulai dari hari ini, mencoba perbaiki semuanya, memberikan apa yang tidak sempat aku berikan di masa kemarin dan mengulang kisah indah kita kembali dimulai hari ini"
Ucap Heidar sambil mengelus lembut pipi Nadine.
__ADS_1
Sang istri hanya bisa menatap bola mata sang suami dengan tatapan berkaca-kaca.
"maafkan aku yang kemarin membuat kamu masuk ke dalam 1 kisah yang mungkin membuat bingung, maafkan aku karena membuat kalian menderita, membuat Zii kehilangan kasih sayang dari kedua orangtuanya, membuat kamu mungkin menangis seorang diri tanpa tahu kemana harus berpegang diri"
bola mata itu menganak sungai, Nadine mengangguk-anggukkan pelan kepalanya.
"maafkan aku karena membuat kalian bersedih, terutama membuat kamu harus melewati penderitaan kemarin seorang diri"
seketika seperti adegan di sebuah drama mereka saling berpelukan dalam kesedihan, sedangkan air mata Nadine jelas terus tumpah, rasa sedih dan bahagia jelàs bercampur aduk menjadi satu.
Heidar pikir jelas dia tidak bisa mengulang waktu yang kemarin, tidak bisa menjadikan hal kemarin menjadi sesuatu yang paling indah untuk mereka, tapi tekat Haidar yang bulat ingin memperbaiki hal kemarin dan berjanji mulai saat ini hingga akhir hayat nanti untuk terus membahagiakan kedua orang yang paling dicintai itu dengan cara nya sendiri.
setelah perpisahan panjang, melibatkan Nadine pada kondisi yang sama sekali tidak pernah perempuan itu pahami,hingga akhirnya mereka berpisah dalam waktu yang begitu lama, membuat Nadine acapkali harus bertarung antara hidup dan mati demi bertahan hidup bersama sang buah hati.
Heidi berjanji di dalam hati untuk memperbaiki semuanya tanpa terkecuali.
tangis haru, sedih dan bahagia itu mencampur aduk menjadi satu cukup lama hingga akhirnya hilang secara perlahan.
mereka saling melepaskan pelukan den Heidar secara perlahan menghapus sisa air mata yang ada di kedua belah pipi sang istri.
"mulai hari ini jangan lagi menangis, dan berjanjilah untuk selalu tersenyum untukku"
__ADS_1
Nadine mengganggu kan cepat kepalanya.
sepersekian detik kemudian secara perlahan Heidar mendekati wajahnya ke wajah Nadine, Dan mereka pada akhirnya saling menautkan bibir mereka untuk waktu yang cukup lama.