Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Kehidupan lain didalam dirinya


__ADS_3

Sejenak laki-laki yang ada di hadapan Nadine menatap wajah Nadine beberapa waktu, dia fikir cukup kasihan juga melihat perempuan ini, tidak bisa mengingat soal dirinya sendiri, tidak punya kartu identitas dan tidak ada keluarga yang datang menanyakan dirinya ditambah perempuan muda itu hamil trimester pertama.


Mau tidak mau dia membawa gadis dihadapan nya itu menuju ketempat tinggal nya.


"Aku fikir agak sulit menemukan keluarga kamu tanpa tahu asal-usul kamu, nona"


Ucap zid sambil menyuntikkan vitamin ke selang infus Nadine, dia menempatkan perempuan itu ke kamar bagian belakang khusus untuk tamu.


Nadine hanya memandangi wajah zid untuk waktu yang cukup lama.


"Sebaiknya kita memberikan kamu sebuah nama"


Zid bicara sambil berusaha duduk di samping Nadine.


"Bagaimana dengan....."


Zid tampak berfikir.


"Irish? apa kamu menyukai nya? dia adalah Dewi laut dan langit dalam mitologi Dewi Yunani"

__ADS_1


Ucap nya lagi.


Zid fikir perempuan dihadapannya itu pantas diberikan nama itu, selain wajah perempuan di hadapan nya itu memang cantik bak Dewi, wajah nya juga memang meneduhkan seperti air laut dan terlihat sulit di Sentuh sejauh mata memandang di atas langit sana, dan tidak tahu kenapa Zid begitu suka melihat wajah perempuan muda di hadapannya itu.


Zid fikir mungkin usia perempuan dihadapan nya itu kisaran 22-23 tahunan, masih sangat muda sekali bagi nya.


"Mulai sekarang aku akan menggunakan nama Irish untuk memanggil mu, apa kamu setuju?"


Nadine tampak diam, dia mengedipkan bola matanya beberapa kali.


Zid tampak tersenyum melihat ekspresi perempuan itu.


Sejak tadi realita nya zid terus berusaha mengajak perempuan di hadapan nya itu bicara, tapi yang di ajak bicara tampak diam saja, hanya memandangi zid beberapa waktu atau mengedipkan bola matanya beberapa kali.


Dia fikir mungkin perempuan itu butuh waktu untuk membiasakan diri nya saat ini, selain tidak mengenali siapapun perempuan itu pasti cukup sulit menerima keadaan dan harus bisa menyesuaikan diri dengan dirinya bagaimana pun caranya.


"Baiklah, mungkin kamu masih butuh waktu sendiri"


Ucap zid pelan, dia mulai berdiri secara perlahan , beberapa waktu kemudian dia beranjak pergi dari hadapan Nadine.

__ADS_1


Sejenak Nadine merebahkan tubuhnya, dia berusaha untuk memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.


Dia jelas berusaha mengingat apa yang terjadi sebenarnya, berusaha berfikir siapa dirinya, dimana dirinya saat ini, siapa laki-laki yang ada dihadapan nya itu tadi, namun realitanya dia sama sekali tidak ingat soal apapun sebelum ini meskipun dia memaksakan diri untuk mengingat nya.


Sejenak Nadine mencoba memegangi kepalanya beberapa waktu, masih tersisa perban yang membalut luka di atas sana dan cukup sakit saat Nadine Menyentuh nya.


Ada 1 perkataan dokter yang membuat dirinya cukup terkejut kemarin.


"Ada kehidupan lain di dalam diri anda,Miss"


Seorang dokter perempuan berkata sambil mengulas senyumannya.


"Baik-baik lah dalam menjaga kondisi tubuh anda, jangan terlalu banyak melakukan aktifitas berat, jaga pola makan dengan baik"


Lanjut nya perempuan itu lagi.


"Berapa bulan?"


"Sekitar 7 Minggu, dengan kondisi janin tumbuh sempurna"

__ADS_1


Sejenak Nadine menyentuh lembut perut nya, mencoba merasakan keberadaan nyawa lain di dalam tubuhnya. Sejenak dia merasa ada sesuatu yang aneh terasa di dalam dirinya, sesuatu yang membuat dirinya merasakan satu aliran yang berjalan memenuhi seluruh aliran darah dan pori-pori nya.


__ADS_2