
Zii dengan cepat membuka bola matanya ketika pintu tabung bulat mesin waktu tersebut terbuka, doktor John menggendong perlahan tubuh nya untuk keluar dari dalam sana.
Sang daddy ikut keluar dengan langkah tegap, lantas tersenyum menatap bola mata Zii.
"Kita akan memulai rencananya hmm?"
Ucap Heidar lantas meraih tubuh zii, membawa nya ke dalam gendongan nya.
"Aku harap Mommy tidak marah pada ku"
Zii tampak tertawa kecil.
"Mommy mu bukan type yang jika marah tidak mau berhenti"
Ucap Daddy nya cepat.
"Daddy belum tahu saja, jika marah Mommy bisa mengeluarkan 2 tanduk di kepalanya"
Ucap Zii kemudian.
Seketika heidar membulat kan bola matanya.
"Daddy baru tahu jika Mommy mu bisa marah hingga mengeluarkan tanduk nya?"
Zii tampak tersipu malu.
"Hanya ungkapan kata Daddy, maksud ku tidak benar-benar keluar tanduk dari kepalanya, tapi kalau marah bisa seolah-olah seperti itu"
Ucap Zii lagi cepat memperbaiki kata-kata nya.
Heidar tampak Terkekeh.
"Ah. . begitu rupa nya"
"Akan Zii berikan contoh ketika Mommy marah, uncle zid sering terkena amukan nya, kalau uncle Hades sudah beberapa kali merasakan nya"
Zii mencoba turun dari gendongan sang Daddy nya.
Seketika heidar terbelalak.
__ADS_1
"Mommy mu segalak itu?"
Zii mengangguk.
Lalu seperti memasang kuda-kuda, Zii mulai menggerakkan tangan kanan nya.
"Saat Mommy marah, bola mata nya akan melotot seperti ini"
Ucap Zii pelan.
"Berani sekali kau pada ku"
Zii meniru suara dan ekspresi Mommy nya.
Srrttttt
Tiba-tiba Zii mengeluarkan kekuatan dari tangannya dan dalam hitungan detik dia menghantam ke arah dinding kekuatan nya bersamaan dengan seseorang yang masuk tiba-tiba dari balik pintu.
Brakkkkk
"Apa kau sedang menipu ku?"
Heidar dan dokter John ternganga, mereka mencoba menahan tawa hingga akhirnya sadar pada satu suara.
"Akhhhh shi.t"
Terdengar umpatan dari depan.
Rupanya kekuatan Zii menghantam Tubuh Neo dengan keras ke dinding, laki-laki itu masuk di saat yang tidak tepat tadi.
Seketika Zii membuka mulutnya karena terkejut.
Heidar dan dokter John sejenak membeku kemudian tiba-tiba mereka tertawa terbahak-bahak.
"Uncle..kamu baik-baik saja?"
Zii bertanya lantas langsung berlindung di balik kaki Daddy nya.
"Oh sial"
__ADS_1
Neo mengumpat kembali.
Dia fikir dia masuk di waktu yang salah, seluruh tubuhnya Seketika merasa sakit semua karena serangan yang tiba-tiba, dan dia terhantam ke dinding dalam keadaan yang cukup memalukan.
Persis seperti cicak yang tergencet di dinding.
Belum juga dia benar-benar beranjak dari tempat nya, tiba-tiba Layyana masuk ke dalam.
"Ada apa dengan mu?"
Pertanyaan Layyana benar-benar membuat dirinya kehilangan muka, gadis itu menatap terkejut keadaan Neo yang menempel didinding persis seperti cicak yang hampir mati.
Kaki nya dan tangan nya menempel di seluruh dinding, wajah nya menghadap ke sisi kiri sambil pipi nya terus menempel di dinding.
Buru-buru Neo turun, lalu menggerak-gerakkan tubuh serta tangan nya.
"Ah... ini nama nya olah raga terbaru tahun ini"
Ucap nya masih terus bergerak kesana-kemari sambil meregangkan seluruh otot kaki dan tangannya.
Jelas saja dia harus berbohong, coba bayangkan betapa malu nya saat dia harus berkata dia tergencet ke dinding karena ulah seorang bocah! perempuan pula!
Oh tuhan.
Heidar dan dokter john pura-pura tidak tahu, terus menahan tawanya, Zii terus bersembunyi di belakang Daddy nya sambil memicing sebelah matanya.
"Ohhh aku baru tahu ada olah raga model Begitu di tahun ini"
Ucap Layyana lantas berjalan ke arah Heidar dan doktor John.
kauuuu ....!!!
Neo mengarahkan jari telunjuk nya ke arah Zii.
Benar-benar ingin membuat ku malu.
Batin Neo sambil membulatkan bola matanya ke arah Zii.
Zii hanya bisa nyengir kuda sambil mendongak ke arah Daddy nya yang terus menahan tawa.
__ADS_1