
Hades secara perlahan masuk kedalam kamar Athena, mendekati gadis itu untuk beberapa waktu lantas mencium lembut kening Athena.
Sejenak Athena tersentak dari tidurnya, menatap wajah di hadapannya itu cukup lama.
"Aku akan pergi menemui Heidar, tetaplah di sini bersama balqees dan beberapa orang lainnya hmm"
Ucap Hades sambil mengelus lembut wajah Athena.
"Apa aku tidak seharusnya ikut pergi?"
Tanya Athena cepat.
Hades langsung menggelengkan kepalanya.
"No, Mereka sedang mencari kamu untuk bisa mengendalikan diri ku, jadi jangan pernah keluar dari tempat ini barang selangkah pun hmm?"
Hades tentu tidak bisa membiarkan Athena pergi, Arnold jelas mencari Athena dalam beberapa waktu ini, laki-laki itu berusaha mendapatkan gadis itu untuk bisa mengendalikan dirinya dengan berbagai cara.
"Aku sudah men setting sistem keamanan nya sedemikian rupa, seluruh sudut pandang sudah di buat pengamanan ekstra, aku jamin untuk penyusup atau orang-orang Arnold akan sulit untuk menemukan kalian"
"Ada beberapa lapisan pengaman yang terbentuk untuk menjauhi radar kalian dari pandangan atau pencarian melalui sistem otomatis yang kemungkinan terjadi, Balqees akan terus berada disini untuk melindungi kamu juga hmm"
__ADS_1
Bola mata Athena tampak berkaca-kaca, dia menatap bola mata laki-laki dihadapan nya itu secara bergantian.
"Aku tahu kamu sedang membohongi aku,kamu bukan sekedar ingin menemui kakak tapi kalian sedang masuk ke dalam persiapan Untuk mulai berperang bersama"
Ucap Irish cepat.
Seketika bola mata gadis itu berkabut, sepersekian detik kemudian air mata nya benar-benar tumpah secara perlahan.
"Berjanjilah pada ku kamu akan kembali dengan selamat, kemarin aku menunggu begitu lama hingga kemarin kita kembali bertemu, kali ini pun aku tetap berjanji akan menunggu kamu lagi hingga akhir"
Irish secara perlahan menghapus air matanya.
"Aku berjanji akan pulang dengan selamat".
Ucap nya kemudian langsung memeluk erat tubuh gadis itu.
*********
Nadine menatap dalam punggung Heidar, sang suami baru saja selesai membersihkan diri dan menggunakan pakaian nya.
Secara perlahan Nadine memeluk Heidar dari arah belakang, tangan nya bergerak masuk menuju ke arah sisi dada kiri kanan heidar.
__ADS_1
Sang suami tampak diam sejenak, meraih telapak tangan Nadine dengan gerakan lembut, bisa Heidar lihat sosok mereka berdua di depan kaca besar yang ada di hadapan mereka.
Nadine memejamkan perlahan bola matanya, melepas kan kerinduan yang begitu lama terpendam dan lagi-lagi kali ini harus rela melepas sejenak karena Heidar jelas harus kembali berjuang menghancurkan orang-orang yang telah tega memisahkan mereka kemarin.
Heidar jelas menikmati pelukan hangat itu, terus menatap sang istri dari balik kaca di hadapannya.
"Berjanjilah pada ku akan pulang dalam keadaan baik-baik saja"
Ucap Nadine pelan di balik telinga heidar, sang istri mulai membuka bola matanya secara perlahan.
laki-laki itu menggesek-gesekkan tangannya ke telapak tangan Nadine, kemudian Heidar membalikkan tubuhnya, mencoba menelisik wajah Nadine dan menatap dalam bola mata itu.
"Tunggu lah aku kembali, lantas kita akan memastikan Zii bangun secepatnya, kemudian mari mendapatkan liburan bersama hmm"
Ucap Heidar pelan, laki-laki itu menyentuh lembut wajah Nadine kemudian mengelus nya secara lembut dalam beberapa waktu.
Nadine mengangguk kan cepat kepalanya, seketika air mata Nadine tumpah tanpa bisa dia tahan.
"Percayalah, semua akan baik-baik saja hmm"
Ucap Heidar pelan, lantas secara perlahan laki-laki itu menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.
__ADS_1