
Catatan \= Agak down mau lanjut nulis waktu level karya terus di turun kan sama pihak NT, 2 level dalam 2 hariπͺ Terlalu!!!!
Pantas banyak penulis pengen Hiatus kalau di perlakukan dengan ketidak Adilan begini πππππ
*********
Athena tampak berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke salah area pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Permintaan Heidar beberapa waktu yang lalu agar Athena menjemput Zii untuk dirinya, bocah kecil menggemaskan itu ingin menemui heidar di kantornya hari ini.
"Aku berada di lantai bawah, tunggu dalam beberapa menit sayang"
Athena bicara melalui headset bluetooth 3D nya, suara Zii memenuhi sisi kiri telinga nya.
"Baik untie"
Terdengar suara sahutan dari seberang sana.
Athena tampak mengulum senyuman, Dalam keadaan tergesa-gesa, Athena mencoba mengejar untuk masuk ke elevator yang pintu nya nyaris tertutup sempurna.
"Wait"
Athena berteriak kecil, cukup takut pintu nya tertutup dengan cepat, ingin menggunakan kekuatan nya di tengah keramaian jelas akan terasa sulit, mau tidak mau dia bergerak normal layak nya manusia pada umumnya.
Tahu-tahu Sebuah tangan tampak mencoba membuka pintu elevator tersebut, dengan buru-buru Athena masuk dan menundukkan kepalanya.
"Terima kasih"
Ucap gadis itu sambil mengembangkan senyuman.
Seketika dia menaikkan ujung alisnya saat sadar siapa sosok yang ada di hadapannya.
Hades!
Mungkin hades tidak mengenali dirinya, mengingat Athena memang tidak pernah bergerak keluar menampakkan diri nya pada publik selama bertahun-tahun, orang-orang hanya tahu pada heidar dan Layyana, sama sekali tidak tahu pada sosok Athena, tapi Athena jelas tahu betul siapa hades.
Seketika ekspresi Athena berubah, dia membuang pandangan nya dengan cepat, dia fikir kesialan apa yang dia dapatkan hari ini hingga harus bertemu dengan sang iblis neraka.
"Aku fikir pernah melihat mu sebelum nya,miss"
Sejenak hades bicara sambil menoleh ke arah Athena.
"Ya?"
Athena dengan cepat menoleh, seketika Athena mulai mengeluarkan kekuatan dari telapak tangan kanan nya, dia fikir jika hades mengenal nya maka ini waktunya mereka saling menghancurkan antara satu dengan yang lainnya tanpa terduga.
"Bukankah Anda orang yang cukup penting di Heinad government company?"
Seketika kekuatan tangan Nadine menghilang.
__ADS_1
"Tidak begitu penting"
Jawab Athena dengan nada yang begitu datar, dia membuang pandangan nya daro hades, menatap lurus ke arah depan tanpa berniat bicara.
Dia fikir kesialan apa yang dia alami saat ini? jika di Medan pertempuran nyata jelas dia sudah ingin sekali menghancur kan laki-laki ini, tapi kali ini mereka hanya harus bertempur dengan cara yang lembut.
"Apakah masih lama untie?"
Tiba-tiba suara diseberang sana mengejutkan Athena, dia baru ingat headset bluetooth nya masih tersambung dengan Zii.
"Ah sayang, bisakah kamu menunggu di sisi toilet perempuan? seperti nya akan tiba dalam beberapa waktu lagi"
Ucap Athena sambil menatap nomor elevator yang dia Naiki.
Saat Athena bicara, hades tampak menoleh sejenak, menatap dalam wajah gadis di sampingnya itu.
Dia fikir Athena bicara pada siapa, baru dia sadari gadis itu bicara melalui headset bluetooth 3D nya.
Hades mendengus, merasa cukup lucu.
Dia fikir apa mereka akan berkencan di toilet? sayang, bisakah kamu menunggu di sisi toilet perempuan?
Terdengar begitu menjijikkan.
Fikir hades.
"Tidak apa-apa bukan sayang?"
Begitu pintu berbuka, Athena dengan gerakan cepat melesat keluar, mencoba mengecoh jalan agar menjauh dari pandangan hades.
"Aku Fikir ini cukup tidak menguntungkan, Neo"
Ucap Athena dibalik headset bluetooth nya, dia tengah berbicara pada seseorang.
"Aku fikir kami akan pergi melewati atap"
Lanjut Athena lagi.
"Siapkan kendaraan nya dalam 2 menit"
Setelah berkata begitu, Athena dengan cepat melesat menuju ke sisi kiri bangunan, berjalan memutar dengan gerakan cepat.
******
Hades mencoba mengejar langkah gadis itu, dia fikir kenapa gadis itu cepat sekali menghilang nya, seolah-olah gadis itu tengah mengejar waktu.
Bola mata nya terus menelusuri sudut pusat perbelanjaan, mencari sosok gadis yang baru saja dia temui di dalam elevator.
__ADS_1
"Dimana kamu, brother?"
Zid bertanya pada Hades melalui headset bluetooth hades.
"Bisa kamu tunggu aku dalam 5 menit? aku sedang mengejar seseorang"
Jawab hades cepat sambil terus melangkah kedepan.
"Ada apa? sesuatu yang buruk terjadi?"
"Tidak ada"
Alih-alih menjawab alasan nya,hades dengan langkah cepat terus bergerak ke depan, bola mata nya sejenak menangkap bayangan gadis itu, hadrs terus berusaha mengejar nya.
Dia fikir menggunakan kekuatan di tempat umum jelas terasa aneh, dia mesti bergerak layak nya manusia pada umumnya.
Tidak tahu kenapa semakin cepat dia mengejar gadis itu, semakin cepat pula gadis itu berusaha menjauhi dirinya. Seketika hades ingat, tujuan utama gadis itu adalah toilet, secepat kilat bola mata Hades mencari penunjuk arah menuju ke arah toilet.
Sejenak bola matanya mendapatkan tulisan yang menunjukkan kesisi mana toilet berada, dengan langkah cepat laki-laki itu berjalan menuju ke arah tersebut.
Seketika hades terpaku, dia melihat gadis itu menemui seorang anak kecil, tapi hades jelas tidak bisa melihat nya dengan jelas, sebab gadis itu menutup kepala sang anak kecil dengan selendang berwarna gelap sempat mencium anak kecil itu sambil tertawa bahagia.
Hades mencoba mengejar langkah,tapi gadis itu jelas bergerak begitu cekatan, menggenggam erat tangan anak kecil itu melesat menuju ke lantai atas menggunakan elevator.
Seketika hades mengerutkan dahinya, mencoba naik melalui elevator di samping nya, tapi tetap saja gerakannya kalah cepat dengan gadis itu.
Saat tiba di lantai atas, hades mencoba mencari arah kemana gadis itu beranjak, hingga akhirnya dia sadar gadis itu menuju ke arah parkiran atas.
Secepat kilat hades mencoba menyusul langkah, tapi lagi-lagi dia terlambat.
Gadis itu melesat masuk ke dalam mobil nya dan dengan gerakan cepat menjauh dari dirinya.
Seketika hades di kejutkan oleh tangan seseorang yang menyentuh bahu kirinya, hades menoleh dengan cepat.
"Ada apa, brother?"
Zid tahu-tahu sudah berada di belakang nya, bertanya dengan tatapan Bingung ke arah hades.
"Apa ada sesuatu yang buruk?"
Zid kembali bertanya.
"Bukan apa-apa"
Jawab hades sambil berusaha beranjak dari sana, membiarkan Zid melangkah lebih dulu, bola mata Hades masih sempat menoleh ke arah belakang, menatap bayangan mobil berwarna merah itu yang semakin menjauh.
__ADS_1
Seketika hades membuka telapak tangannya secara perlahan, sebuah kalung indah yang terjatuh dari leher gadis itu tadi tampak bertengger di dalam telapak tangan nya.