
Nadine menatap lurus ke arah depan, kekhawatiran jelas menggerogoti dirinya, perasaan khawatir, cemas, takut dan entah apalagi terus menghantam dirinya, dia berharap semua ini akan berakhir dengan cepat.
Nadine fikir seandainya saja di dunia ini tidak ada kata serakah, tidak ada istilah orang-orang rakus yang tergiur dengan milik orang lain mungkin Dunia tidak akan sekacau ini.
Sejenak Nadine menghela panjang nafasnya, dia berbalik sejenak menuju ke arah dimana Zii berbaring dan tidur.
"Tekanan darah nya bagus, kondisi jantung nya normal, suhu temperatur tubuhnya normal"
Seorang gadis bicara pelan ke arah Nadine, dia tersenyum menoleh ke arah Nadine lantas duduk tepat disamping perempuan itu.
"Jangan khawatir soal kakak, dia pasti baik-baik saja"
Ucap gadis itu pelan.
Sejenak Nadine menaikkan alisnya.
"Ah aku belum memperkenalkan diri ku"
Ucap gadis itu cepat, dia mengulurkan tangannya ke arah Nadine.
"Aku cucu paling bungsu di keluarga Cullen, putri dari Zaffa De Cullen, Mommy ku adalah kakak tertua dari Mommy Heidar"
"Ah .. iya"
__ADS_1
Nadine menyambut tangan uluran tangan gadis itu.
"Jihan yang berarti Dunia"
Ucap gadis itu sambil mengembangkan senyuman nya.
"Aku belum banyak tahu soal keluarga kalian"
Suara Nadine terdengar begitu penuh penyesalan.
Yah jelas saja dia belum tahu soal keluarga Heidar, di masa kemarin mereka bertemu dalam tragedi satu malam, kemudian Nadine kabur, bertemu lantas kabur lagi, akhirnya membawa mereka bertemu di Estonia, menikah secara ke agamaan agar tidak meneruskan hubungan haram yang paling di benci tuhan.
Baru menikah dalam hitungan jam lagi-lagi semuanya hancur berantakan, mereka kembali berpisah dengan cara yang luar biasa.
Jadi dia memang benar-benar tidak punya waktu untuk mengenal keluarga Heidar dengan baik.
Sejauh ini dia hanya tahu dengan Athena dan balqees saja tidak lebih.
Bahkan tiba-tiba ingatan nya pada keluarga nya menghantam fikiran nya.
"Setelah semua ini usai, kita akan saling memperkenalkan keluarga masing-masing"
Ucap Jihan sambil mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
Sejenak Nadine tampak diam, dia menunduk kan kepalanya sambil meremas pelan telapak tangan nya.
"Apa kamu tahu bagaimana keadaan keluarga ku?"
Tanya Nadine tiba-tiba lantas mencoba menatap Jihan sejenak.
"Misalnya kabar Mama ku atau kakak laki-laki ku?"
Seketika bola mata Nadine berkaca-kaca, dia fikir saat Keluarga nya mendapati dirinya menghilang, dinyatakan meninggal dunia, entah bagaimana ekspresi keluarga nya terutama sang mama yang begitu dekat dengan dirinya.
Hampir 6 tahun bukan waktu yang sebentar, pasti ada banyak sekali hal Sulit yang terjadi dalam keluarga nya.
Seketika rasa rindu membuncah didalam diri Nadine, dia benar-benar ingin bertemu dengan seluruh anggota keluarga nya.
Jihan menggenggam erat tangan Nadine, gadis itu tersenyum menatap sang istri kakak sepupu nya itu.
"Kak Heidar Menjaga keluarga kalian dengan sangat baik, bahkan hingg sebelum kembali bertemu dengan kamu dan Zii, kak Heidar sempat berkunjung ke rumah kalian bersama Athena"
Sejenak Nadine terdiam, dia fikir benarkah Heidar melakukan nya.
"Kamu bisa mengunjungi keluarga kalian setelah seluruh urusan peperangan ini berakhir bersama kak Heidar "
Nadine tampak menatap dalam wajah Jihan, dia menganggukkan pelan kepalanya, berharap jika Heidar pasti kembali dengan selamat.
__ADS_1