Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Begitu mengkhawatirkan diri nya


__ADS_3

Dikala 1 keluarga kecil yang terdidik dari Heidar, Nadine dan zii itu melepas kerinduan bersama mereka, Hades tampak tersenyum melihat kedekatan 3 orang tersebut, laki-laki itu perlahan bangun dari posisi tidur nya dan berencana untuk beranjak pergi dari sana tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba Athena sudah berjalan kearah dirinya, dengan bola mata berkaca-kaca gadis itu menatap diri nya.


Laki-laki itu tampak menggelengkan pelan kepalanya.


"Jangan keluarkan air mata itu hmm, itu membuat ku terluka"


Ucap Hades lantas membentang kan kedua tangan nya.


Athena langsung menyambar tubuh Hades, gadis itu masuk kedalam pelukan nya.


"Aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada mu"


Ucap Layyana pelan.


"Jangan khawatirkan soal apapun, aku bisa mengatasi semua nya hmmm"


Athena tamoak yang diam, masih memeluk erat tubuh Hades sambil menyisakan isakan kecil di balik dada bidang laki-laki tersebut.


"Ckckckckk Cengeng nya.... jika dilihat lagi benar-benar berbanding terbalik dengan wajah garangnya"


Ucap Balqees cepat dari arah belakang.


Hades terkekeh diikuti yang lainnya saat mendengar ucapan gadis itu.


"Yah, dia begitu cengeng, dari dulu hingga sekarang"


Ledek Hades.

__ADS_1


Athena jelas merasa malu, dengan cepat melepas kan pelukan nya lantas memukul kesal dada Hades.


"Aku bercanda"


Hades mengulum senyuman nya saat melihat ekspresi Athena yang tampak kesal bercampur malu, sisa air mata masih tergenang di pipinya, laki-laki itu dengan cepat menghapus sisa air mata tersebut.


"Maafkan aku"


Bisik laki-laki itu sambil menyentuh lembut wajah Athena, kemudian dia kembali memeluk Athena dengan erat.


"Terima kasih karena masih tetap setia menunggu"


Ucap Hades lagi sambil memejamkan perlahan bola matanya, memeluk erat gadis itu sambil menggesek-gesekkan dagunya ke ujung kepala Athena.


*******


Rasa cemas dan khawatir jelas menerjang nya tadi begitu dia tahu gadis itu terluka, tapi apalah daya mereka jelas berada di Medan perang saat itu, karena itulah Zid berusaha untuk menekan perasaan terluka nya saat Melihat tubuh gadis itu terluka.


Secara perlahan laki-laki itu menarik pelan telapak tangan Layyana, kemudian dengan gerakan lembut zid membiarkan tangan Layyana berada tepat di wajahnya, dia menggosokkan pelan tangan itu ke seluruh pipi kanan nya.


"Jangan terlalu sering membuat aku khawatir"


Ucap zid pelan sambil memejamkan bola mata nya.


"Zid"


Tiba-tiba suara Layyana terdengar memecah kesunyian.

__ADS_1


Zid langsung membuka bola matanya.


"Ada apa?"


Tanya zid pelan.


"Aku fikir aku ingin pulang ke apartemen, disana lebih nyaman untuk ku beristirahat ketimbang di sini"


Ucap Layyana sambil kembali memejamkan bola matanya.


Zid sejenak Diam, kemudian dia mengembang senyuman nya.


"Aku akan membicarakan nya pada doktor John"


Bisik Zid pelan.


"Heemmmm"


Layyana kembali meneruskan tidur lelapnya.


Zid menaikkan ujung bibirnya, secara perlahan laki-laki itu berdiri lantas sedikit berjongkok, dia mendekati wajah nya ke wajah Layyana, lantas sepersekian detik kemudian secara perlahan Zid mencium lembut bibir gadis itu.


"Tidurlah dengan nyenyak, aku akan kembali dalam beberapa waktu"


Layyana hanya mengembangkan senyuman nya, dia sama sekali tidak membuka bola matanya, hanya mengangguk tanda mengerti.


******

__ADS_1


__ADS_2