
Layyana secepat kilat melesat naik ke mobilnya setelah diskusi panjang soal strategi yang akan mereka jalankan di keesokan hari, rasa lelah dan mengantuk saat ini bercampur aduk menjadi satu di dalam dirinya, Tapi rasa lapar juga jelas menghantam perutnya hingga memaksa dirinya untuk memilih mencari makan lebih dulu.
Tapi Saat dia baru akan masuk ke mobil nya tiba-tiba Zid menahan tubuhnya, memutar tubuhnya ke samping lantas membiarkan Layyana duduk di samping kemudi.
"Ah?"
Layyana jelas terkejut karena tindakan laki-laki itu yang tiba-tiba.
"Aku yang menyetir"
Ucap Zid cepat.
Laki-laki itu Memutar cepat langsung melesat naik ke arah kursi kemudi.
"Aku Fikir mata itu sudah persis seperti mata panda, lelah dan mengantuk, cukup berbahaya jika kamu menyetir pulang"
Zid bicara sambil memasang sabuk pengaman nya sendiri, tersenyum manis ke arah Layyana dalam beberapa waktu.
Saat Zid bicara soal pulang, dia baru ingat laki-laki itu sementara waktu tinggal di tempat nya.
Sejenak layyana menatap wajah laki-laki itu, ingatan nya soal masa kanak-kanak dulu cukup mengganggu nya, apa lagi ciuman laki-laki itu si kejadian hampir 6 tahun yang lalu.
Brrrrhh.
Seketika Layyana menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Istirahat lah"
Ucap Zid sambil memasang safety belt di tubuh Layyana.
Tidak tahu kenapa Layyana bisa merasakan wajahnya tiba-tiba saja memerah saat Zid memasang sabuk pengaman pada dirinya, Gadis itu mengangkat kedua tangan nya dengan ekspresi sedikit terkejut, Zid tampak fokus memasang safety belt di tubuh Layyana.
"Aku bisa menggunakan nya sendiri"
__ADS_1
Ucap Layyana pelan.
Laki-laki itu mengulum senyumannya, setelah terdengar suara.
Klikkk
Zid langsung membenahi posisi nya, menatap wajah Layyana beberapa waktu.
"Ini sudah selesai"
Ucap zid cepat lantas langsung melajukan mobil Layyana dengan gerakan cepat.
Selama di perjalanan Cukup lama mereka saling berdiam diri, layyana jelas bingung harus memulai percakapan dari mana, sedangkan Zid tampak sibuk menyetir sambil sesekali melirik ke arah Layyana.
"Sudah makan?"
Tanya laki-laki itu pelan.
"Ah!"
"Apa tidak sebaiknya kita mencari makan lebih dulu?"
Tanya laki-laki itu lagi.
"Aku fikir belum begitu lapar"
Jawab Layyana pelan, tapi tiba-tiba perut nya benar-benar tidak bisa di ajak berkompromi, seketika perut Layyana mengeluarkan suara yang cukup memalukan.
Jelas saja wajah Layyana langsung memerah karena menahan malu.
Oh god, kenapa kamu tidak bisa berkompromi?
pekik Layyana dalam hati sambil memejamkan bola matanya sejenak.
__ADS_1
Zid seketika tertawa terbahak-bahak mendengar suara perut Layyana, laki-laki itu tampak tertawa geli dan tidak bisa berhenti sejak tadi.
"Come itu benar-benar menandakan rasa lapar yang luar biasa"
Ledek Zid.
Layyana seketika memunyungkan bibirnya.
"Berhenti lah tertawa"
Ucap Layyana kesal.
"Aku tahu, ingin coba membohongi diri ku tapi realita nya perut tidak bisa berbohong sedikit pun"
Zid bicara Masih sambil menahan tawa geli nya.
"Zid berhenti mengejek ku, ini tidak lucu sama sekali"
Ucap Layyana sedikit malu bercampur kesal.
"Baiklah, maafkan aku"
Ucap Zid cepat, kali ini nada nya terdengar serius.
"Katakan pada ku apa yang ingin kamu makan?"
Gadis itu tampak menghela pelan nafasnya.
"Aku fikir sebaiknya pulang ke apartemen, kita bisa memesan makanan dari luar, aku cukup merasa lelah dan mengantuk"
Ucap Layyana pelan kemudian.
Zis tampak berfikir sejenak.
__ADS_1
"Baiklah, seperti yang kamu mau"
Setelah itu Zid terus fokus membawa mobil itu menuju ke arah tujuan yang mereka inginkan.