
Irish melangkah cepat menuju ke ruangan utama direktur Heinad government company, ada pertemuan penting yang harus mereka lakukan bersama beberapa orang-orang dalam pemerintahan pagi ini.
Irish Fikir apakah Waktu saat ini terlambat atau tidak dia tidak tahu, pagi-pagi sang putri kesayangannya Zii, merengek agar dia tidur didalam pelukan nya, Irish Fikir tumben-tumbenan sekali putri nya terlihat begitu manja, seolah-olah ada yang dia inginkan tadi ditunggu-tunggu sama sekali tidak ada permintaan.
Secepat kilat Irish mencoba mengetuk pintu sang direktur, tapi ternyata 2 kali ketukan sama sekali tidak ada jawaban, meskipun sempat menaikkan sebelah alisnya dia fikir mungkin laki-laki itu belum datang dengan perasaan ragu-ragu, tapi sang sekretarisnya bilang jika laki-laki itu sudah menunggu didalam sejak tadi.
Kembali Dengan perasaan ragu-ragu Irish mulai menggeser handle pintu nya, mengintip sejenak lantas berusaha untuk masuk.
Belum juga irish benar-benar melangkah dengan sempurna, tiba-tiba tangan heidar menarik dirinya, secepat kilat heidar menyandarkan tubuhnya ke arah pintu, dan Heidar secepat kilat pula menutup mulut dan menahan tubuh Irish.
Bola mata Irish jelas langsung terbelalak kaget, dia ingin marah dan mengamuk, dia fikir apa laki-laki ini gila?
"Kau..."
"Sttt..."
Tiba-tiba heidar meletakkan jari telunjuknya di bibirnya, meminta dia diam untuk tidak mengeluarkan suara apapun.
Tahu-tahu Terdengar sebuah ketukan keras dari arah luar, suara seorang perempuan yang sangat memekakkan telinga mereka dari arah sana.
Dugggg
Dugggg
"Sayang...apa kamu didalam?"
Saat mendengar sebaris kalimat itu, Irish langsung menaikkan alisnya, menatap bola mata Heidar.
__ADS_1
"Pernah melihat perempuan tergila-gila pada seorang laki-laki atau sebaliknya?"
Heidar bertanya sambil berbisik lembut ke arah Irish.
Sejenak Irish berfikir, seperti hades mungkin fikir nya.
"Heidarrrr buka pintu nya"
Duggggg
Duggggg
"Sangat sulit sekali menghentikan perasaan seseorang yang tumbuh kepada diri mu"
Bisik heidar lagi.
"Itu kegilaan yang hakiki, bisa membuat mu kehilangan cara untuk menghindari nya"
Bisik heidar lagi.
Jarak tubuh mereka jelas tidak ada, tubuh heidar terus menahan tubuh Irish, sambil mendengarkan suara berisik di luar sana, sambil Irish mulai kehilangan konsentrasi nya.
Saat pipi kiri Heidar terasa menyentuh pipi kiri Irish hanya untuk berbisik, rasa nya jantung Irish bergerak tidak beraturan, tangan kiri Heidar menekan punggung nya Begitu dalam hingga membuat tubuh iris benar-benar menempel seperti magnet yang tengah berpelukan.
Suara heidar terus memenuhi gendang telinga nya, aroma wangi tubuh laki-laki itu menembus seluruh Indra penciuman Irish.
Seolah-olah tidak asing dengan aroma parfum tersebut, Irish seakan terjebak pada satu memori yang sulit datang dan pergi.
__ADS_1
kletekkkk
kletekkkk
Perempuan itu seolah-olah memaksa untuk membuka pintu nya, tapi heidar semakin merapat tubuh mereka, membuat tubuh Irish semakin masuk kedalam pelukan laki-laki itu.
Tidak tahu kenapa terasa begitu nyaman dan tidak asing, seolah-olah tubuh itu memang pernah menjadi tempat dia bersandar dan dia acapkali memeluk nya sebelum ini, begitu akrab dan terasa begitu hangat.
Cukup lama mereka mendapatkan posisi seperti itu, hingga akhirnya suara perempuan itu tiba-tiba menghilang begitu saja.
"Aku fikir perempuan itu sudah pergi"
Ucap Irish pelan, mencoba menetralisir perasaan nya yang kacau balau.
Heidar mulai merenggangkan tubuh nya, mencoba melepaskan pelukan nya dari Irish.
Sejenak laki-laki itu mengerutkan dahinya.
"Apa kamu demam irish? seperti nya seluruh permukaan wajah mu memerah?"
"Ya?"
Seketika Irish terkejut.
Ingin sekali rasanya Irish menepuk kepala laki-laki dihadapan nya itu, atau bahkan menendang ujung kakinya saat laki-laki itu bertanya pada nya seperti tanpa dosa.
Memangnya bagaimana mungkin wajah nya tidak memerah, saat laki-laki itu tiba-tiba memeluk nya.
__ADS_1
Heidar tampak mengulum Senyuman, seperti tanpa dosa laki-laki itu membalik tubuhnya dan menjauhi Irish begitu saja.