Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
I Love you tak terhingga


__ADS_3

Nadine mulai mengikuti langkah semua orang menuju ke area parkiran, Neo dan seorang dokter dengan gerakan cepat mendorong kursi roda yang di gunakan Heidar untuk menuju ke arah parkiran atas.


Seketika saat heidar masuk ke mobil dan diikuti Nadine, sejenak Nadine membulat kan bola matanya saat sadar siapa yang ada didalam mobil sebelum mereka naik itu.


"Mommy.. Daddy...."


Zii berteriak senang, langsung memeluk Nadine tanpa basa-basi disusul dengan memeluk Heidar secara bergantian.


"Wait....."


Nadine bicara cepat seolah-olah dia baru menyadari soal sesuatu.


"Seperti nya beberapa kejadian sebelumnya merupakan kerja sama putri dan Daddy nya untuk mengerjai Mommy, benar bukan?"


Tanya Nadine sambil memicingkan sebelah matanya.


Seketika Heidar dan Zii saling menoleh, mereka memicingkan bola mata mereka secara bersamaan.


"Seperti nya kita ketahuan"


Ucap Heidar sambil menahan senyuman.


"hihihi maafkan aku Mommy"


Zii bicara sambil meletakkan kedua telapak tangannya di telinga kiri dan kanannya.


Jari telunjuk kanan Nadine bergerak-gerak naik turun.


"Ini pasti ide Daddy bukan?"


Tanya Nadine sambil menatap dan menoleh ke arah Heidar, laki-laki itu tampak mengulum senyumannya.


"Hmmm seperti nya Daddy harus berkata jujur".

__ADS_1


Heidar bicara sambil memeluk erat tubuh zii.


Gadis kecil itu melebar kan senyuman nya, menampilkan barisan gigi putih miliknya.


Nadine menaikkan sebelah alisnya.


"Jangan bilang semuanya ide dari Zii?"


Nadine kembali bertanya, menoleh ke arah Heidar dan Zii secara bergantian.


Cukup curiga dengan kepintaran Zii dalam menciptakan banyak ide-ide kreatif sebelumnya, Nadine fikir bagaimana mungkin Zii tidak terlibat langsung mengingat betapa unggul nya sang putri saat menciptakan ide luar biasa jika mereka Melakukan aksi pencurian sebelum-sebelumnya.


Melihat ekspresi Nadine yang penuh kecurigaan, Seketika membuat Heidar terkekeh sejenak.


"Sayang..."


Nadine tampak protes melihat ekspresi Heidar.


Alih-alih menjawab, Heidar malah balik bertanya.


Ucap Heidar cepat sambil menempelkan dahinya ke dahi Zii.


"Kami punya banyak kesamaan bukan?"


Goda Heidar sambil menarik telapak tangan Nadine kemudian menggenggamnya dengan erat.


Nadine menggelengkan kepalanya sambil tertawa geli.


"Sudah aku duga, ini pasti ide Zii, kamu benar-benar mengusili Mommy hmm"


Nadine bicara sambil menggelik tubuh Zii.


Gadis kecil itu tertawa terbahak-bahak, meminta perlindungan sang Daddy dari gelitikan Mommy nya.

__ADS_1


"Akhhhh Daddy help me, please"


Heidar ikut tertawa, memeluk erat Zii lantas membantu nya untuk menghindar dari jemari -jemari Nadine.


"Coba bayangkan? aku dikerjai ayah dan anak secara bersamaan"


Ucap Nadine lantas mencubit kesal pinggang Heidar.


laki-laki itu terkekeh, meraih telapak tangan Nadine lantas mencium nya hangat.


"I love you, baby"


Ucap Heidar sambil melirik ke arah Nadine.


"Kapan terakhir kali aku mengatakan nya?"


Tanya Heidar sambil menatap dalam bola mata Nadine.


Sang istri tampak berfikir.


"Estonia setelah pernikahan kita"


Heidar kembali mencium punggung tangan Nadine sambil tangan kanannya terus memeluk Zii.


"Mulai hari ini, aku harus sering-sering mengatakan nya hmm"


Ucap Heidar cepat.


"I love you, I love you, I love you so much"


Akh entahlah, saking bahagianya Heidar tidak tahu harus berkata apa.


Baginya kebahagiaan nya saat ini benar-benar terasa lengkap.

__ADS_1


Sedangkan didepan tampak neo mengulum senyumannya sambil terus fokus menyetir saat melihat ke akraban keluarga kecil sang tuan nya.


Dia fikir Setelah perjuangan sekian lama pada akhirnya sang tuan bisa mendapatkan kembali istri dan anaknya yang menghilang selama hampir 6 tahun ini.


__ADS_2