Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Berani sekali kau pada ku


__ADS_3

Oh shi.t


Saat Layyana masuk bersama beberapa anggotanya ke apartemen dokter zid, mereka sama sekali tidak menemukan siapapun disana.


Bahkan Layyana sudah memerintahkan anggotanya untuk memeriksa tiap sudut ruangan yang mungkin terlewatkan.


Kebetulan paling menguntungkan, sang dokter baru melesat masuk ke dalam dan tampak terpaku saat menyadari jika sudah ada banyak orang-orang yang telah memenuhi isi apartemen nya.


"Sial"


zid mengumpat, berusaha beranjak untuk lari tapi gerakannya rupanya kalah cepat dengan gerakan Layyana.


Brakkkk


Layyana menghantam kasar tubuh dokter zid ke dinding sisi kanan dengan posisi memutar tubuh nya kebelakang, Tangan Layyana menekan tubuh dokter zid ke dinding sambil tangan kirinya menahan kedua pergelangan tangan dokter zid.


"Dimana dia?"


Tanya Layyana penuh dengan kemarahan.


"Aw..owwwww.. apa-apaan ini?"


Zid bertanya sambil berusaha menahan tubuhnya agar tidak terlalu terjepit ke dinding Karena perempuan muda itu.


"Aku tanya di mana perempuan itu?"


Ulang Layyana sambil terus menekan tubuh zid.


Laki-laki itu terkekeh.


"Aku tidak tahu, kamu tidak lihat kah? aku baru saja kembali dari tugas ku"


Ucap laki-laki itu cepat, berusaha menatap dengan seksama wajah perempuan itu dari arah balik kaca di sisi kanan nya.


Cantik dan garang.


Zid mengangkat ujung bibir nya.


Mari bermain sayang.


Ucap nya dalam hati.


Lantas dalam hitungan detik zid berusaha melepaskan diri, memundurkan tubuhnya dengan kasar hingga membuat Layyana menabrak dinding dan di tahan oleh tubuh zid.


"Kau..."

__ADS_1


orang-orang Layyana mulai mengangkat senjata, zid dengan Gerakan cepat memutar tubuhnya lantas....


Ssrttttt


Tringgg


Tangan kiri Zid menahan lengan Layyana ke belakang, posisi zid tepat berada di belakang Layyana, dia menempelkan wajah nya tepat di samping wajah Layyana sambil tangan kanan nya menempel kan sebilah pisau ke leher Layyana, seketika orang-orang membeku, mereka masih mengangkat senjata namun berusaha menahan tarikan pelatuknya sesuai instruksi dari Layyana.


"Aku baru tahu jika lawan ku begitu cantik"


Zid bicara sambil menggesek pelan wajahnya di pipi Layyana.


Layyana jelas berusaha menahan nafasnya, merasa kesal dan marah dengan tindakan laki-laki itu.


"Kau membuat ku jadi tertarik pada mu"


Bisik nya lagi.


"Breng..sek"


Umpat Layyana sambil berusaha melepas kan diri nya,tapi tenaga zid jelas lebih kuat dari pada dirinya.


"Keluar dan jangan biarkan orang-orang mengejar kita"


"Kau akan mati jika berani menjauh dari kami"


Layyana bicara sambil memperhatikan ujung pisau yang berada di lehernya.


Zid menyeringai.


"Menyerahlah dan..."


Belum juga Layyana meyelesaikan kata-kata nya, zid menarik paksa tubuhnya hingga kedepan, lalu laki-laki itu tiba-tiba melesat membawa nya menjauh dari semua orang secepat kilat.


Seketika Layyana membulatkan bola matanya, dia fikir bagaimana mungkim dokter itu memiliki kekuatan seperti itu?.


Seketika mereka masuk ke dalam hutan, zid mengikat paksa tubuh Layyana ke sebuah pohon besar.


"Kau sedang merencanakan sesuatu ba..jingan?"


Umpat Layyana saat tubuhnya diikat oleh laki-laki itu dengan kencang, dia fikir laki-laki itu bisa mendapatkan tali dari mana juga?


"Kau... merencanakan untuk mendapatkan milik heidar?"


Seketika Layyana seperti menyadari sesuatu.

__ADS_1


Zid Terkekeh.


"Sang penguasa ke 2 sudah membawa nya sejak tadi"


Zid bicara sambil mendekatkan wajah mereka.


Oh shi..t


umpat Layyana.


Dia tidak percaya, perhitungan matang yang mereka buat malah menjebak Nadine langsung pada lawan mereka.


"kauuuu"


Layyana jelas ingin mengumpat, tapi tiba-tiba kedua wajahnya disentuh oleh laki-laki itu dan...


Sebuah ciuman hangat dilesatkan laki-laki itu ke bibirnya, Layyana jelas terbelalak kaget.


Sesaat zid melepaskan ciuman nya, laki-laki itu terkekeh melihat ekspresi perempuan didepan nya yang tampak kehilangan kata-kata.


"Ba..jingan"


Layyana jelas mengamuk, berusaha membuka ikatan nya.


Zid tampak mengulum senyuman.


"Aku suka dengan karakter seperti itu, ingat baik-baik rasa ciuman ku dan kita akan bertemu lagi jika waktu nya telah tiba"


Laki-laki itu bicara tepat di balik telinga nya.


"Kau...kau..."


Layyana ingin sekali membunuh laki-laki yang ada dihadapannya itu.


Zid terkekeh lantas melesat pergi dengan kekuatan penuh dari sana.


Beberapa waktu kemudian orang-orang nya datang dan mencoba melepas ikatan Layyana


Sejenak Layyana menarik kasar nafasnya, punggung tangannya dengan gerakan cepat menghapus bibirnya, dia benar-benar jijik dengan ciuman laki-laki itu tadi.


"Bang..sat... kejar mereka hingga akhir"


Teriak Layyana lantang dengan emosi yang menggebu, dia menarik senjata Laras panjang yang ada di tangan salah satu orang-orang nya lantas dengan cepat Layyana berlari mengejar langkah zid.


"Berani sekitar kau pada ku"

__ADS_1


__ADS_2