
Beberapa waktu sebelumnya.
"Tunggu aku disini, aku akan kembali dalam beberapa waktu"
Hades bicara kearah Irish sambil berusaha untuk menyambung kan panggilan nya ke headset bluetooth milik nya.
"Ada apa?"
Hades bertanya cepat.
"Anda tidak akan percaya dengan semua ini tuan"
Terdengar sahutan dari arah seberang sana tepat di balik telinga Hades.
"Katakan"
Hades tampak menaikkan alisnya, menunggu tak Sabar apa yang akan di katakan laki-laki kepercayaan nya itu.
"Gadis itu membuat pelindung untuk dirinya sendiri agar tidak terlacak keberadaannya oleh anda, dan yang paling menarik adalah gadis itu adik bungsu Heidar yang anda cari hampir 15 tahun ini bersama tuan zid"
"Ya?'
Hades jelas mengerutkan dahinya, cukup tidak percaya dengan ucapan laki-laki dibalik headset bluetooth nya.
"Apa penyelidikan nya benar-benar akurat?"
"Anda bisa memeriksa sendiri darah dan jantung didalam tubuhnya, hasil penanaman nya pasti akan match ketika dihubungkan dengan mesin penyatuan, jantung milik nya adalah milik anda, tuan Hades"
Jawab laki-laki itu lagi dengan cepat.
Seketika Hades membeku, ingatan nya soal kejadian di masa lalu kembali menghantam fikiran nya.
"Aku bilang lakukan pemindahan jantung nya"
Hades muda bicara begitu panik, menatap gadis kecil yang berada di ruangan kaca di sebelah nya.
__ADS_1
"Tapi Hades, ini akan beresiko pada tubuh mu, kau hanya akan menggunakan jantung buatan dalam seumur hidup mu"
Dokter hans jelas menolaknya.
"Kau akan membunuhnya, aku bilang lakukan sekarang juga"
Hades tampak begitu marah, menarik kerah baju laki-laki dihadapan nya itu dengan kasar, bola mata nya jelas memerah, amarah nya benar-benar membuncah.
"Apa kau tidak mendengar ucapan ku? ini perintah"
"Tapi ini akan membahayakan kondisi kamu Hades"
"Aku tidak peduli"
"Dengarkan aku, kita bisa melakukan operasi jantung untuk dirinya, jika gagal cukup tutup mulut dan katakan pada keluarga nya jika ini kegagalan alami layaknya sistem operasi yang terjadi"
Seorang laki-laki lain bicara cepat, menarik Hades dari hadapan doktor Hans,Erika muda tampak ketakutan, meringkuk di samping kursi sambil berusaha menutup kedua telinganya.
"Bajingan"
Buggggggh
"Jika sesuatu terjadi pada gadis kecil itu, maka aku akan menghancurkan semua proyek yang berjalan, dan kau...."
Hades tidak melanjutkan kata-katanya pada laki-laki itu, seketika bola matanya menoleh ke arah Erika.
"Minta sopir membawa Erika pulang"
"Hades"
Doktor hans mencoba menahan lengan Hades.
"Lakukan sekarang juga, gagal berarti kehancuran untuk seluruh proyeknya, kau, kau dan semuanya akan aku pastikan tidak mendapatkan sepeserpun keuntungan nya"
"Kau harus memikirkan nya kembali, transplantasi jantung, menggunakan jantung buatan, gadis itu hidup dalam keadaan normal, tapi kamu akan kehilangan jantung asli mu dalam seumur hidup mu Hades, jni bukan kesalahan kamu, kenapa kamu harus menanggung nya"
__ADS_1
Doktor hans mencoba untuk mengingatkan Hades sejak tadi, kedua tangan nya naik ke atas kepalanya, dia mengusap kasar wajah nya untuk beberapa waktu.
"Kenapa kalian bisa seceroboh ini?"
Doktor Hans sangat marah, yah dia sangat marah, dia tidak Sudi Hades memberikan jantung nya pada gadis kecil itu.
"Ada apa dengan mu, uncle Hans?kenapa kamu begitu menentang semua ini?"
Hades menaikkan ujung alisnya.
"Kau boleh memberikan jantung mu pada siapapun, tapi bukan pada gadis itu"
Hans bicara cepat sambil berusaha untuk menahan nafas nya, dia marah, kesal, ingin menumpahkan banyak hal saat ini terhadap Daddy Erika.
"Ada apa dengan gadis itu? dan aku?"
"Hades, dengarkan ucapanku"
"Sejak kapan kamu membantah ucapan ku?"
Hades Kembali menarik kerah baju doktor Hans.
"Lakukan atau enyah dari hadapan ku"
"Hades"
"Lakukan"
Teriak Hades penuh kemarahan.
Seketika Hades memijat pelan kepalanya.
"Dimana dia sekarang?"
Hades bertanya cepat dari headset bluetooth nya.
__ADS_1
Sejenak dia terdiam, lantas secepat kilat bola matanya mencari ke seluruh penjuru arah rumah sakit tersebut.
Dimana? dimana kamu hmmm?.