
Jakarta
Apartemen
Indonesian
Setelah melewati Perjalanan panjang Inggris-Indonesia, Irish langsung melesat ke kamar mandi untuk membersihkan diri lantas menghempaskan tubuhnya ke atas kasur tanpa niat untuk mengganti pakaian nya, masih dengan menggunakan handuk mandi dia langsung merebahkan dirinya di atas kasurnya.
Tapi Irish menghela nafas nya sejenak, mencoba untuk mengecek sang putri terlebih dahulu apakah sudah terlelap atau belum di kamarnya.
Dengan langkah lelah dia mengintip di kamar lain ruang apartemen tersebut.
Seulas senyuman mengambang di balik bibir Irish, sang buah hati telah terlelap dalam tidurnya.
Secara perlahan Irish mendekati Zii, duduk di samping kasur nya Lantas dengan lembut mencium sang putri dengan penuh cinta.
"I love you my baby"
Bisik Irish pelan.
Lantas mulai berjalan ke depan, mematikan lampu kamar kemudian secara perlahan menutup pintu dan meninggalkan Zii dalam rasa lelapnya.
Irish kembali melesat masuk ke dalam kamarnya, mencoba menghabiskan minuman miliknya lantas merebahkan dirinya ke atas kasur dan mulai memejamkan bola matanya.
******
"Baby*
__ADS_1
Samar-samar terdengar suara seseorang dibalik telinga Irish, lalu tiba-tiba terasa sesuatu seolah-olah menyentuh bibirnya, seperti ciuman lembut dan panjang yang memenuhi seluruh rongga mulutnya, begitu lembut dan memabukkan.
Kemudian seolah-olah sesuatu menyapu dengan lembut diseluruh lehernya, menyesap nya dengan begitu lembut dan penuh cinta, tangan dan lidah milik seseorang terus menyapu hingga ke bawah, leher, dada, perut, pusar bahkan hingga ke bawah sana.p
Irish ingin sekali bangun, tapi tidak tahu kenapa seluruh tubuhnya seolah-olah enggan bergerak, mata nya tidak mampu terbuka, dia Seakan-akan menikmati sentuhan demi Sentuhan yang di berikan pada nya.
Aroma tubuh itu begitu tidak asing untuk Irish, tercium begitu lembut di balik hidung nya. Seolah-olah seluruh tubuhnya telah di kuasai oleh seseorang, pelukan penuh jelas mengukung dirinya.
Irish ingin sekali mengeluarkan suara indahnya, ini begitu memabukkan fikirnya, bahkan sesuatu seolah-olah bergetar di bawah sana.
No... akhhh mimpikah ini?
Irish ingin sekali terbangun, melihat siapa yang begitu pandai memberikan sentuhan lembut ke seluruh tubuhnya, tapi bola matanya kenapa begitu terasa sulit sekali terbuka.
Irish terus berusaha bangun, mencoba menekan kesadaran nya.
"Baby"
"Baby"
"Ahhhh hahhhh"
Seketika Irish terbangun dari tidurnya, tarikan nafas panjang nya memenuhi seluruh ruangan kamarnya.
Bola mata Irish terbuka begitu lebar, dengan cepat dia memeriksa seluruh isi ruangan melalui bola mata nya, Tidak ada siapapun disana.
Kemudian dia menatapi dirinya sendiri, dia baru ingat jika dia masih menggunakan handuk mandi.
Seketika Irish menyentuh keningnya, wajahnya memerah dan perasaan pening menghantam diri nya.
Aku pasti sudah gila.
__ADS_1
Ucap Irish dalam hati.
Dia menarik pelan nafasnya, Lantas Irish mendekati lemari disisi kirinya, dia membuka lemari itu beberapa waktu lantas mencari sesuatu disana.
Irish meraih Sebuah kotak kecil berwarna putih , membuka nya kemudian secara perlahan Irish mengambil isinya.
Sebuah cincin indah yang pertama kali dia sadar dulu melekat di lehernya bersama sebuah kalung.
Irish sejenak memperhatikan cincin tersebut, ukiran nama..
Nadine 💗 Heidar
Heidar
Heidar
Panggil nama ku Heidar.
Dia Fikir Persis seperti yang barusan saja dia mimpikan.
Berikan aku sebuah petunjuk, kamu sebenarnya siapa? apa nama ku Nadine? kamu adakah masih hidup, heidar?
Tanya Irish dalam hati.
Lantas secara perlahan dia menggunakan cincin itu tepat di jari manis nya.
*******
Di lantai atas heidar tampak berjalan ke arah parkiran sambil menaikkan ujung bibirnya.
"Mereka sudah tiba, biarkan mata elang terus mengawasi anak dan istri ku"
__ADS_1
Setelah berkata begitu, heidar memasang kaca mata hitamnya, masuk ke dalam mobilnya lantas melesat menjauh dari apartemen hunian mewah itu.