
Dikala Athena terlelap dalam tidur nya didalam pelukan Hades untuk beberapa waktu, laki-laki itu secara perlahan mengelus lembut kepala Athena, membiarkan gadis itu terbuai ke dalam alam mimpinya.
Beberapa kali Hades mengulum senyumannya saat menatap wajah gadis dihadapannya itu.
Hmmmmm
Entahlah Bagaimana mengatakan nya, tapi bagi Hades menemukan Athena seperti menemukan setengah dirinya yang pergi lama entah kemana.
Perjuangan panjang mencari nya kesana-kemari pada akhirnya membuahkan hasil pula.
"Hades"
Sebuah suara mengejutkan Hades, laki-laki itu secepat kilat menoleh.
Saat Balqees mencoba menyembul kan kepalanya dari arah pintu kamar yang Athena tempati, secepat kilat Hades meletakkan jari telunjuk nya ke bibir nya, meminta balqees agar tidak mengeluarkan suara apapun saat ini.
Gadis itu mengangguk, menutup pintu kamar dan segera beranjak dari sana.
Hades secara perlahan meletakkan kepala Athena ke sebuah bantal dan memposisikan kepala gadis itu se nyaman mungkin, lantas Hades dengan gerakan lembut beranjak dari sana, menutup pintu Secara perlahan lantas mencoba menyusul keberadaan balqees.
"Mereka bilang kita bergerak malam ini"
Ucap Balqees cepat, menampilkan layar monitor screen sci fi dihadapan nya.
"Kamu tidak membicarakan nya pada Athena?"
Balqees bertanya sambil menoleh ke arah Hades.
"Dia pasti mencari mu nanti"
Lanjut balqees lagi.
Hades menatap lurus ke depan, memperhati kan gerakan tangan balqees yang mulai menyusun peta yang di berikan Haider pada mereka.
__ADS_1
"Aku tidak ingin dia ikut terlibat didalam semua nya, keselamatan Athena jelas adalah prioritas utama ku"
Ucap Hades cepat.
Balqees tampak mengulum senyuman, dia menekan sebuah tombol lantas menggeser layar beberapa kali.
"Aku cukup iri saat sepupu ku mendapatkan laki-laki yang begitu mencintai nya, takut dia terluka meskipun sedikit sejak masih kanak-kanak dulu, tidak heran Erika begitu tergila-gila pada mu dan mati-matian membuat mu berpaling dari Athena"
Balqees bicara sambil tertawa renyah lantas melirik ke arah Hades sejenak.
Laki-laki itu tampak menaikkan ujung bibirnya nya.
"Sejati nya semua tergantung pada pasangan, saat kamu ingin di cintai, maka belajar lah mencintai, saat kamu ingin dihargai Mak belajar lah menghargai pasangan mu lebih dulu"
Ucap Hades pelan.
"Mungkin iya aku begitu mencintai Athena sejak kecil, begitu takut gadis itu terluka, tapi apakah kamu tahu apa pengorbanan yang pernah dia berikan pada ku dimasa anak-anak nya?"
Gadis itu menatap balik Hades, dia menggeleng pelan.
"Setengah darah yang mengalir di tubuh ku adalah milik nya Dimasa kanak-kanak nya yang nyonya Zehra berikan di saat hidup ku berada di antara hidup dan mati"
Ucap Hades cepat sambil mengembangkan senyuman nya.
"Ya?"
Balqees sama sekali tidak pernah mendengar soal itu.
"Sejak awal aku dan Athena telah terikat bersama, terdengar seperti sebuah hutang yang saling berbayar hingga akhir, tapi ketahui lah aku sama sekali tidak mencintai dirinya karena dalam kapasitas hutang di masa lalu, melainkan aku memang Benar-benar mencintai diri nya karena satu hal yang tidak bisa aku jelaskan dengan penjabaran yang paling masuk akal"
Mendengar penjelasan hades, Balqees mengangguk-angguk kan kepala nya secara perlahan.
"Aku tahu, kadang cinta memang sangat sulit untuk di jabarkan"
__ADS_1
Sejenak mereka diam dalam kebisuan.
Sepersekian detik kemudian Balqees mulai menampilkan beberapa peta yang akan menjadi titik Serangan mereka.
"Doktor Hans disandera di ruang rahasia laboratorium utama Hades"
Ucap Balqees cepat.
"Aku Fikir salah satu di antara kamu atau zid harus menyelamatkannya kakek kalian lebih dulu"
Saat bola mata Hades Masih cukup fokus kedepan, tiba-tiba perkataan balqees membuat y cukup terkejut.
"Ya?"
"Aku takut Arnold memanfaatkan kakek kalian untuk misi yang lain lagi"
Balqees bicara lantas mulai mencoba menghubungi zid dan Heidar secara bersamaan.
"Kamu bilang apa? kakek?"
Hades jelas mengerutkan keningnya.
Balqees balik mengerutkan keningnya.
"Ada apa dengan kamu Hades? ekspresi mu terlihat aneh, tentu saja kakek kalian doktor Hans, memang nya aku membicarakan soal kakek yang lain nya?"
Seketika Hades tercekat.
"Apa?"
Jelas saja Hades terkejut, sebab dia selama berpuluh-puluh tahun ini selalu memanggil laki-laki itu uncle.
"Bagaimana mungkin?"
__ADS_1