
"Mommy, Daddy"
Seketika Zii benar-benar terjaga dari tidurnya, gadis kecil itu langsung memanggil Mommy dan Daddy nya dengan antusias.
Nadine langsung memeluk tubuh Zii tanpa berfikir dua hingga tiga kali, air matanya tumpah seketika saat melihat sang buah hati terjaga dari tidurnya.
"Sayang.... sayang....sayang...."
Nadine mencium Zii berkali-kali, pipi kiri dan kanan, kening, hidung, bibir dan dagunya tanpa henti.
Perasaan bahagia bercampur sedih jelas saling menghantam didalam diri Nadine, ketakutan terdalam Nadine seolah-olah Zii akan tertidur kembali dan entah kapan akan bangun nya.
30 menit?
Hanya 30 menit?
Sesingkat itu Waktu untuk diri nya memeluk gadis kecil miliknya itu saat ini?.
Heidar secepat kilat memeluk 2 sosok perempuan paling penting dalam hidup nya itu setelah Mommy nya, dengan bola mata berkaca-kaca laki-laki itu mencium puncak kepala ke dua orang itu.
"Sayang, Maafkan Daddy karena belum bisa membahagiakan kalian berdua hingga hari ini, tapi Daddy mohon sebentar lagi, Tunggulah sebentar lagi hingga hari itu tiba, bersabar lah sayang, bersabar lah"
Ucap Heidar pelan di balik telinga kedua orang itu.
Heidar memeluk dan mencium Nadine serta Zii secara bergantian.
"Ini tidak akan lama lagi"
Ucap nya lagi.
Nadine jelas tidak menyia-nyiakan kesempatan sejenak itu, tanpa ingin melepas kan Zii, sang Mommy terus membiarkan Zii masuk ke dalam pelukan nya, menghabiskan waktu untuk makan bersama dan melakukan beberapa hal dalam waktu yang terasa begitu singkat itu.
"Mommy jangan menangis"
Ucap Zii cepat ke arah Nadine.
__ADS_1
"Bukankah Mommy sering berkata sejak dulu? Menolong Orang Lain sama dengan Membantu Diri Sendiri bukan?"
Ucap Zii samb menyentuh lembut wajah Mommy nya.
Seketika Nadine terdiam, menatap dalam bola mata Zii dengan pandangan berkaca-kaca.
"Mommy sendiri sering berkata dan mengajar kan Zii jika Salah satu hal yang paling baik di tanamkan sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain bukan?"
"Kebiasaan ini akan tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat sesama yang membutuhkan. Selain itu, manusia membutuhkan kemampuan saling bekerjasama dan saling membantu saat dihadapkan pada satu masalah"
"Hal ini penting bagi keselarasan dinamika dalam kelompok. Jika salah satu atau beberapa anggota kelompok memiliki masalah, maka keselarasan kemungkinan terancam. Maka dari itu, penting bagi setiap orang dalam kelompok untuk memiliki kesadaran menolong orang lain yang seoang bermasalah"
"Dengan membantu orang lain, kita akan meningkatkan identitas individu kita secara keseluruhan, termasuk dalam hal tujuan hidup. Ketika membantu orang lain, kita merasa dihargai, puas, dan merasa diandalkan. Kita pun merasa hidup ini berharga dan berguna untuk mencapai sebuah tujuan yang jelas bukan Mommy?"
Nadine tampak menggigit bibir bawahnya, air matanya terus saja tumpah.
"Mommy sendiri yang selalu mengajarkan jika Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, dianjurkan untuk saling membantu terhadap sesama manusia lain nya"
Nadine mengangguk pelan.
Zii tampak mengembangkan senyuman nya.
"Perspektif lain itu memberikan sesuatu yang positif di dalam diri kita. Hal tersebut membuat kita bersyukur dan lebih menghargai diri sendiri"
Nadine terus mengangguk.
"Tapi ini cukup berbahaya untuk kamu sayang"
Ucap Nadine dengan suara parau.
"Tentu saja tidak Mommy, ini tidak akan membunuh diri ku, look buktinya aku bisa bangun sejenak untuk bicara dengan Mommy bukan? seperti kata Daddy dan uncle Hades, ini tidak akan lama"
"Demi orang banyak Zii ikhlas melakukan nya"
Ucap Zii sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Heidar tampak menarik pelan nafas nya di depan mereka, dengan cepat memeluk Zii dan Nadine kembali.
"Berjanjilah pada ku Daddy"
Zii langsung mendongak ke arah Heidar.
"Hmm?"
Heidar bertanya cepat.
"Jika misi nya berhasil jangan lupa berikan Zii seorang adik,Daddy tahu rata-rata teman-teman di sekolah private punya adik kecil semua"
Ucap Zii tiba-tiba.
"Ya?"
Seketika Nadine terkejut dengan ucapan Zii.
"Laki-laki atau perempuan juga sama saja, yang penting berikan Zii seorang adik"
Suasana yang tadi nya tegang dan menyedihkan seketika berubah menjadi sedikit panas dan memalukan.
"Mereka bilang cara membuat nya cukup gampang, cukup menggunakan tepung dan di uleni untuk waktu yang tidak begitu lama"
Lanjut Zii lagi dengan wajah polosnya.
Balqees yang sejak tadi berdiri di pojokan bersama seorang laki-laki seketika tertawa terbahak-bahak.
"Oh god, permintaan yang cukup masuk akal. kak kamu harus segera memenuhinya"
Balqees tidak bisa berhenti tertawa sejak tadi.
"Ya Tuhan, di uleni menggunakan gandum, Zii itu benar-benar ajaran yang unik dan menarik"
Gadis itu bicara sambil mengacungkan jempol nya.
__ADS_1
"Balqees"
Heidar bicara sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba menjadi sakit, sedangkan wajah Nadine seketika memerah dalam keadaan yang tidak jelas.