
liburan bersama keluarga besar jelas menjadi impian Nadine sejak dulu, karena itu demi mewujudkan keinginan sang istri Heidar jelas mengumpul kan banyak keluarga besar untuk bisa membuat liburan paling ramai seperti yang diinginkan Nadine.
3 kapal pesiar pribadi terus melaju lembut membelah lautan, 1 kapal mengangkut seluruh keluarga besar mereka yang isi nya rata-rata para orang tua Baik orang tua Heidar, orang tua Hades bahkan orang tua Nadine, 1 kapal ditempati para anggota tim doktor Hans dan John lalu kapal terakhir ditempati oleh para pasangan muda.
"Ckckckck itu terlalu licik"
Ejek Nadine sambil terkekeh.
Dia fikir cara suami nya menyusun semua orang dalam liburan cukup bagus, dia sengaja menempatkan pasangan muda agar jauh dari gangguan banyak orang, membiarkan setiap orang mendapatkan quality time nya sendiri-sendiri.
Saat tiba di Jepang, Hades dan Athena akan melangsungkan prosesi pernikahan Secara keagamaan Lebih dulu, mereka bilang ingin mendapatkan moment tersendiri dalam prosesi pernikahan mereka sebelum menggelar acara besar-besaran setelah kembali dari liburan panjang.
Dan Zid jelas harus menemui orang tua Layyana lebih dulu untuk membuat sebuah lamaran untuk anak gadis mereka.
"Siap mendapatkan Bayi 💯 milyar lagi?"
Bisik Heidar dibalik telinga Nadine.
Seketika tawa Nadine pecah, cukup geli dengan candaan sang suami.
"Zii sudah menginginkan nya sejak tempo hari"
"Lalu..."
Tiba-tiba Heidar mendekati Nadine, naik ke atas tubuh sang istri sambil menatap dalam bola mata itu.
"Tidak mau menggunakan tepung? aku fikir pakai tepung maizena juga lebih Kalis, atau mau pakai tepung gandum?"
Goda Nadine.
"Itu tidak akan terbentuk dengan baik"
"Tapi Zii bilang kita bisa mencobanya, mungkin ditambah sedikit gula atau bahkan merica"
Nadine kembali terkekeh.
__ADS_1
"Tapi aku suka langsung melakukan nya seperti ini, bukan dengan tepung baby, kecuali kamu melakukan nya di dapur dengan beberapa gaya bercinta yang baru"
Heidar balik menggoda.
"Ckckckck dia begitu vulgar sekarang"
Ucap Nadine sambil menyentuh lembut wajah Heidar.
"Dengan istri sendiri bukan permasalahan yang buruk"
"Yah aku tahu itu"
"Bisa kita melakukan nya sekarang?"
Nadine menggeleng cepat.
"Ah ah... aku fikir kita tidak akan bisa melakukan nya sekarang"
"Kenapa?"
Seketika Heidar menoleh ke arah pintu.
"Kita bisa pura-pura tertidur dan tidak mendengar jika Zii mengetuk pintu"
Setelah berkata begitu Heidar langsung melesat kan ciuman nya ke bibir Nadine.
"Itu jahat sekali"
Nadine melepaskan tautan mereka, dia memukul pelan dada Heidar.
"Hmmm dia akan memaklumi nya"
Heidar kembali menautkan bibir mereka, dari yang begitu lembut kemudian berubah menjadi begitu hangat dan menggebu, tangan laki-laki itu mulai bergerak ke beberapa tempat tapi...
Duggggg
__ADS_1
Duggggg
"Mommy....Daddy..."
Teriakan kencang Zii dari arah depan jelas mendominasi
Nadine mencoba melepas kan ciuman mereka, mendorong cepat dada Heidar.
"Sayang sudah aku bilang Zii akan kembali ke kamar"
Bisik Nadine sambil mengulum senyuman.
"Oh god"
Haidar langsung menghentikan gerakan nya.
"Bisakah kita pura-pura tidak mendengar nya?"
"Dia akan menerobos pintu menggunakan kekuatan nya"
"jika aku tahu putri ku bakal menyalah gunakan kekuatan, kemarin biar lahir dengan cara biasa Tanpa uji coba 💯 milyar saja, dia pasti lebih imut jadi anak-anak biasa"
Protes Heidar seketika.
Nadine tampak terkekeh.
"Mommy... Daddy..."
"Baby aku sudah berdiri"
"Berpuasa lah dulu hingga Zii tertidur"
Ucap Nadine lalu beranjak dari sana sambil membenahi penampilan nya.
Oh god.
__ADS_1
Heidar mengacak-acak rambut nya dengan jutaan rasa frustasi yang mendalam.