Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Lari ketika terdesak


__ADS_3

Nadine mencoba memejamkan bola matanya, menatap diri nya didepan cermin cukup lama, sejenak dia memegangi perutnya.


Terasa cukup aneh, sejak beberapa hari ini dokter zid menyuntikkan cairan ke tubuhnya, terasa ada yang terus bergejolak di dalam dirinya, perutnya terasa aneh dan otot-otot tubuh nya seolah-olah mengejang dalam beberapa waktu kemudian tidak tahu kenapa Nadine merasa ada sensasi aneh yang terus menjalar ke seluruh sel darah nya.


Nadine mencoba memegangi perut nya yang kembali terasa keram, kedua tangannya teus berpegangan pada wastafel kamar mandi, dia menghapus embun yang menempel di kaca wastafel tersebut.


Sejenak Nadine memperhatikan kalung yang ada di lehernya ketika dia mendapatkan sesi membersihkan tubuhnya, secara perlahan dia memperhatikan kalungnya, tampak sebuah cincin melingkar indah disana.


Nadine mencoba melepaskan kalung tersebut kemudian memperhatikan dengan seksama bentuk serta beberapa tulisan yang ada di sana.


Nadine 💗 Heidar


Namun ada dua baris tulisan samar-samar begitu kecil yang nyaris tidak terlihat di selingkaran cincin tersebut di atas dan bawah nama Nadine 💗 Heidar, Nadine berusaha untuk membaca nya dengan seksama, mengerutkan dahinya untuk waktu yang lama karena cukup sulit untuk membaca nya


Dibagian atas


dont believe anyone


Dibagian bawah


run when pressed with baby 💯 M


Saat baru berhasil membacanya, seketika terdengar pintu depan seperti didobrak oleh seseorang, Nadine dengan gerakan cepat menggunakan pakaian nya, mencoba mendengarkan gerakan dari luar sana, dia menempelkan telinganya di daun pintu sambil memastikan pintu kamar mandi itu tertutup dengan rapat.

__ADS_1


"Dimana dokter nya?"


Samar-samar terdengar suara derap langkah sepatu beberapa orang, persis seperti kawanan serdadu Jepang yang membawa banyak senjata.


"Cari perempuan itu dan pastikan membawa nya dalam keadaan hidup-hidup bersama bayi nya"


Mendengar kata-kata perempuan dan bayi, seketika Nadine mundur kebelakang, insting alamia nya berjalan tiba-tiba, seolah-olah tahu nyawa diri nya dan bayi didalam perut nya terancam. seperti barisan kalimat di sisi dalam cincin nya.


dont believe anyone (Jangan percaya siapapun)


run when pressed with baby 💯 M (Lari ketika terdesak dengan bayi 💯 M)


Seolah-olah kalimat itu memang telah di rangkai sejak awal untuk memperingati dirinya.



Mencari jendela untuk melarikan diri.


Terdengar jelaa suara derap kaki terus berjalan dan membuka beberapa sisi pintu satu persatu, Nadine secepat kilat menatap kaca jendela yang ukurannya cukup untuk tubuh nya sendiri.


dont believe anyone (Jangan percaya siapapun)


run when pressed with baby 💯 M (Lari ketika terdesak dengan bayi 💯 M)

__ADS_1


Kata-kata itu terus memenuhi isi kepalanya.


Dia merasa keadaan ini cukup terdesak, dokter zid jelas pergi ke rumah sakit, tidak ada satu orang pun yang ada di apartemen laki-laki ini, Nadine mengintip ke arah jendela ventilasi kecil tersebut, dia fikir keluar mungkin pilihan nya mati, tapi seperti barisan kalimat di cincin nya, lari ketika dalam keadaan terdesak.


Saat pintu kamar mandi mulai terdengar di dobrak.


Brakkkk


"Aku fikir ada seseorang didalam kamar mandinya"


"Itu mungkin perempuan nya, hati-hati pada tubuhnya"


Suara-suara itu jelas membuat tingkat antisipasi nya menjadi lebih tinggi.


Nadine terus menoleh ke arah jendela ventilasi tersebut, dia fikir dia harus secepatnya pergi dari sana sekarang juga.


Brakkkkk


Terdengar lagi suara pintu coba di dobrak.


"Apa aku harus menembak handle pintu nya, sir?"


Seketika Nadine tercekat.

__ADS_1


"Lakukanlah"


__ADS_2