Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Menyelesaikan PR satu persatu


__ADS_3

Gadis itu menatap Athena dengan pandangan tidak percaya karena dia berjalan menggandeng tangan Zii dengan begitu erat.


Athena jelas sama tercekat nya, dia fikir kenapa ada gadis ini disini, mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya untuk waktu yang cukup lama, tiba-tiba gadis itu membuat kode di tangannya.


Seketika bola mata Athena menelusuri ruangan dan dia baru sadar ada Hades yang berjalan mendahului mereka didepan sana.


Secepat kilat Athena menarik tubuh Zii, menggendong nya dengan gerakan cepat kemudian mencari tempat untuk menyelinap.


Sedang kan gadis tadi dengan cepat membelok arah, meraih handphone nya dan mencoba untuk menghubungi seseorang.


"Ada apa untie?"


Zii jelas bertanya bingung sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Ada uncle Hades mu didepan"


Bisik Athena.


Mereka lari menuju ke arah sisi kursi sofa belakang, dengan gerakan cepat membenamkan diri didalam kursi sofa nya.


Athena mengeluarkan sesuatu didalam tas nya, sebuah benda kecil sebesar lalat, lantas membiarkan benda itu terbang untuk mengawasi langkah Hades.


Meskipun gadis tadi mungkin bisa mengalihkan Hades, dia masih harus waspada pada kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya.


Sejenak Athena menoleh kearah Zii yang duduk disampingnya dengan ekspresi yang begitu tenang, Athena fikir cukup tidak percaya anak Zii bisa tenang menghadapi keadaan, sedangkan dia harus menjadi cukup panik dengan keadaan.

__ADS_1


Seketika Athena menggeleng-gelengkan kepalanya, lantas gadis itu mencoba menghubungi seseorang dari handphone nya.


"Di mana?"


Tanya Athena cepat.


"Pindahkan kakak secepatnya"


Setelah berkata begitu Athena langsung mematikan panggilan nya.


**********


Nadine masih menunggu jawaban dari sang suami dari rasa ingin tahu nya soal banyak hal selama ini, sedang kan Heidar tampak cukup Bingung harus mulai memberikan jawaban dari arah mana.


"Saya fikir biarkan suami nona mendapatkan banyak Istirahat lebih dulu, takut nya mempengaruhi kondisi suami anda, mengingat tuan Heidar habis mengeluarkan banyak darah tadi karena lukanya"


Pada akhirnya Nadine harus mengesamping kan egonya untuk memprioritaskan kesehatan Heidar lebih dulu.


"Maafkan aku, tidak seharusnya aku menanyakan soal semuanya di waktu Seperti ini"


Ucap Nadine pelan ke arah Heidar.


Laki-laki itu tampak mengulum senyumannya, dia mengelus lembut wajah Nadine sambil menatap dalam bola mata sang istri.


"Aku akan menjelaskan semuanya setelah kondisi ku cukup membaik nanti"

__ADS_1


Ucap Heidar cepat.


Nadine mengangguk pelan, kemudian melepas pelukannya, membiarkan beberapa orang untuk membawa Heidar keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah parkiran atas.


"Zii dan Athena dimana?"


Tiba-tiba Heidar bertanya cepat ke arah Neo, laki-laki itu tepat berada di kursi kemudi.


"Mereka baru tiba di rumah sakit saat kira beranjak pergi, mereka menyusul kita dalam beberapa waktu lagi"


Neo menjawab cepat sambil bola mata nya terus fokus ke arah depan.


"Hmmm"


Heidar tampak menarik nafasnya pelan lantas menggenggam erat telapak tangan Nadine, membiarkan sang istri mulai memejamkan bola matanya disamping Heidar.


Heidar fikir satu persatu PR nya selama hampir 6 tahun ini mulai bisa terisi dengan sempurna, bahkan setelah ada banyak orang-orang mereka yang mulai masuk ke Hades company sejak beberapa waktu ini secara halus. Kali ini mereka harus masuk ke rencana berikutnya untuk bisa menyelesaikan semua persoalan dan menghancurkan Hades company secepatnya, terutama doktor Hans dengan semua kekacauan yang di buat oleh laki-laki tua itu selama ini.


Seketika panggilan di layar handphone nya terus bersuara, Heidar tampak mengerutkan keningnya sejenak.


"Ada apa?"


Tanya laki-laki itu cepat.


"Ya?"

__ADS_1


Sejenak heidar membeku saat mendapati pembicaraan dari arah seberang sana.


__ADS_2