Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Gadis picik


__ADS_3

Seorang gadis tampak duduk bersandar di sebuah kursi kerja, perjalanan panjang Manhattan-indonesia jelas cukup membuat dirinya lelah,gerah dan penat hingga setiap kali perasaan-perasaan seperti itu terjadi memunculkan kejengahan dan kedongkolan di hati nya namun ada sesuatu yang membuat dia lebih jengah dan dongkol, membuat tingkat emosi nya tiba-tiba naik turun tidak teratur.


Satu berita yang membuat dia terdiam dalam amarah.


Heidar akan menikah!


Ucapan itu keluar dari bibir sang pelayan yang bekerja di apartemen laki-laki itu.


"Kau yakin?"


Gadis itu menaikkan sebelah alisnya.


"Ya nona"


Seketika gadis itu mengencangkan genggaman tangan nya.


Jauh-jauh kembali ke Indonesia demi mengejar laki-laki itu kembali apa harus berakhir nihil fikirnya, dia jelas tidak ingin kegagalan menghampiri dirinya, 3 tahun menunggu bukan waktu yang sebentar dan jika heidar menikah dalam waktu dekat artinya dia benar-benar kehilangan muka.


Dia bahkan telah melakukan banyak cara untuk menarik perhatian laki-laki itu, mendekati semua keluarga nya, mengambil hati mommy nya, mendekati adik perempuan nya bahkan dengan lapang hati menunggu hingga heidar mau membuka pintu hatinya untuk dirinya, tapi kenapa penantian 3 tahun nya harus berakhir sia-sia.


"Kemana dia sekarang?"


Gadis itu bertanya pada sang asisten heidar tadi sebelum dia kembali ke kantor Daddy nya.


Yang ditanya menghembuskan kasar nafasnya, menatap enggan ke arah gadis itu beberapa waktu.

__ADS_1


"Aku tidak begitu tahu,nona"


Memberitahukan keberadaan heidar pada gadis itu sama saja mencari mati, gadis cengeng namun picik yang berkali-kali di tolak heidar namun masih tidak mau menyerah dengan keadaan.


Lebih tepatnya gadis yang tidak punya sedikit pun urat malu.


Jika bukan karena kebaikan hati nyonya zehra mommy nya heidar yang memberi nya hati dan kesempatan, bisa jadi gadis itu telah lama didepak dari hadapan tuan muda nya sejak dulu.


"Kamu pura-pura tidak tahu atau memang benar-benar tidak tahu?"


Gadis itu menaikkan kembali alisnya, menatap curiga ke arah sang asisten.


"Maafkan aku nona"


Dia memejamkan perlahan bola matanya, sambil sesekali menghembuskan nafasnya dengan cara yang kasar.


"Nona"


Sebuah ketukan dari arah pintu depan mengejutkan dirinya, gadis itu membuka perlahan bola matanya, menatap siapa orang yang baru saja masuk ke dalam.


Seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahunan masuk dengan gerakan tegap dan cepat, kemudian membungkukkan tubuhnya ke arah gadis itu.


"Sudah mendapatkan informasi nya?"


Gadis itu bertanya dengan tidak sabaran.

__ADS_1


Yang ditanya mengangguk kan pelan kepalanya.


"Aku dengar mereka pergi ke Estonia"


Seketika Gadis itu menaikkan ujung bibirnya.


"Dan seperti nya kakak sepupu anda kenal cukup dekat dengan gadis pilihan tuan heidar, mereka bilang sepupu nona pernah menyukai gadis itu dalam waktu yang lama dan mereka pergi bersama sebelum tuan heidar menyusul mereka di ke esokan pagi nya"


"Benarkah?"


Bola mata gadis itu seketika membulat, seolah-olah mendapatkan sebuah titik terang yang luar biasa.


"Iya nona"


"Jalankan rencana A, aku akan berangkat menuju ke Estonia"


Laki-laki itu menundukkan kepalanya.


"Baik nona"


"Jangan sampai meleset dari apa yang sudah di rencanakan"


"Baik nona"


Gadis itu berdiri, lantas berjalan keluar dari ruangan itu secara perlahan.

__ADS_1


__ADS_2