
Catatan:
Anjaiiii author hari ini ingin nangis darah, harus nya sudah bisa up cerita, draf data tiba-tiba hilang entah kemana๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ.
Ya Allah nulis ulang ide nya butuh perjuangan panjang seharian, pengen q banting rasanya ini hp saking kesalnya ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค.
Mana harus ngulang mikir dan ngetik, padahal ini otak kalau sudah mutar sekali, di ulang lagi pasti susah.
Rasanya ingin q berkata kasaaaarrrrrrrrr๐น๐น๐น๐น
*******
Hades Tampak menaikkan alisnya saat dia melihat Irish tiba-tiba berada di rumah sakit dan berdiri tepat dihadapan ruang UGD, perempuan itu menampilkan ekspresi wajah yang penuh kekhawatiran yang luar biasa.
Seketika Hades mencoba mempercepat langkahnya, tapi suara gadis disebelah nya tiba-tiba memecah keadaan.
"Hades kamu tidak apa-apa?"
Gadis itu bertanya sambil menaikkan alisnya, menatap bingung ke arah Hades.
"Ya?"
"Aku bilang sejak semalam kita tidak bisa menghubungi zid, ini cukup terasa aneh"
Ucap gadis itu lagi.
Dia fikir dia sudah mengucapkan nya tadi, apa Hades tiba-tiba menjadi tuli?.Bola mata gadis itu tidak terlalu peduli untuk melihat kedepan, dia lebih fokus pada handphone ataupun layar touchscreen di pergelangan tangannya.
"Benarkah?"
Hades Tampak mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Gadis itu buru-buru mengangguk, dia kembali membuka layar touchscreen di pergelangan tangan nya, mencoba menghubung zid sekali lagi, mencoba melacak keberadaan laki-laki itu lagi, lagi dan lagi namun tetap saja gagal.
"Masih tidak bisa tersambung kan"
Ucap gadis itu penuh kekhawatiran.
Cukup aneh baginya, zid yang biasanya mudah untuk di hubungi sejak semalam sangat sulit untuk dia temukan dimana posisi terkini nya, bahkan dia harus menelan pil pahit dalam kegagalan menghubungi laki-laki itu berkali-kali.
"Coba ulangi terus, aku fikir seperti nya ada sesuatu yang mungkin dia kerjakan hingga dia memilih untuk mematikan seluruh akses komunikasi nya"
Ucap Hades cepat.
"Baiklah"
"Pulanglah, ada hang harus aku lakukan"
"Ya"
Namun saat dia muli berbalik dan mengambil langkah, seketika bola mata gadis itu membulat saat dia tanpa sengaja melihat sosok seseorang, seketika dia menyadari siapa yang tengah berjalan di hadapannya dengan ekspresi panik sambil membawa seseorang disampingnya.
Gadis itu mengerutkan keningnya.
********
Hades buru-buru melangkah menjauhi gadis tadi dan mencoba mendekati irish yang ada di ujung sana, di depan sebuah ruangan UGD dengan ekspresi yang Sulit untuk dijelaskan.
Hades fikir apa mungkin telah terjadi sesuatu yang buruk pada Zii, sebab sejauh ini dia tidak melihat gadis kecil itu di samping Irish.
"Ada apa?"
Tanya zid cepat saat dia sudah berdiri tepat dihadapan Irish, laki-laki itu mencoba menatap dalam wajah perempuan yang ada dihadapan nya itu.
__ADS_1
"Apa sesuatu yang buruk terjadi pada Zii."
Tanya nya lagi.
Irish tampak menggelengkan cepat kepala nya.
"Zii baik-baik saja, hanya saja seseorang mencoba menyelamatkan diri ku Karena satu peristiwa naas di kantor, sesuatu yang buruk tiba-tiba terjadi begitu saja dan terpaksa membuat ku berada di sini.
Jawab irish cepat, gadis itu jelas berusaha untuk membuat keadaan menjadi senormal mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan pada diri Hades.
"Menyelamatkan kamu? peristiwa naas? sesuatu yang buruk bagaimana? apa kamu juga terluka?"
Pertanyaan demi pertanyaan terus dilempar oleh Hades, laki-laki itu mencoba untuk memeriksa tubuh Irish.
"Aku baik-baik saja Hades"
Jawab irish cepat, mencoba mundur agar Hades tidak terus menyentuh wajah dan tubuh nya, tidak tahu kenapa tapi tiba-tiba saja dia meras menjadi tidak nyaman terhadap tindakan Hades saat ini.
Hades ingin melanjutkan pertanyaan nya, sedikit heran dengan ekspresi Irish, namun tiba-tiba pintu ruangan UGD terbuka dan Seorang dokter perempuan keluar dari sana.
"Semua baik-baik saja?"
Tanya Irish spontan.
Dokter perempuan itu tampak tersenyum ramah, dia menganggukkan kepalanya.
"Yang mana keluarga pasien?"
Tanya perempuan itu tiba-tiba.
Seketika Irish membeku, dia jelas bingung harus menjawab bagaimana, Dia istrinya, keluarga nya, orang asing? atau bagaimana? Hades ada disampingnya jelas itu membuat kesulitan dirinya, dan ketakutan lainnya bagaimana jika tiba-tiba para dokter dan perawat membawa keluar Heidar menuju ke ruang kamar rawat inap.
__ADS_1