
Sejak tadi Irish jelas tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan nya, apa pun yang di tampilkan dan di jelaskan pada diri nya oleh beberapa orang di ruangan penelitian jelas memecah seluruh pemikiran nya.
Heidar.
Nama laki-laki disampingnya itu membuat isi kepalanya Seketika terasa ingin pecah, selain karena nama itu sama dengan nama yang ada di cincin miliknya, ingatan soal sesuatu yang tidak dia pahami tiba-tiba menghantam dirinya.
Dalam ingatan nya,dia dan laki-laki itu bahkan bergumul tanpa rasa canggung sedikit pun, bermadu kasih, saling tertawa bahagia bersama bahkan tatapan mereka jelas penuh dengan cinta.
"Miss anda baik-baik saja?"
Suara seseorang seketika mengejutkan dirinya.
"Anda terlihat pucat, Miss"
Ucap perempuan yang ad dihadapannya itu.
Irish menyentuh pelan keningnya.
"Bisa kita lanjutkan nanti?"
Tanya Irish cepat.
"Baiklah"
Perempuan itu tampak menatap khawatir ke arah Irish.
Heidar tampak ikut mengerutkan dahinya, mencoba bertanya pada Irish dengan nada se netral mungkin
"Apa ada sesuatu yang salah, Irish?"
Tanya heidar pada nya.
__ADS_1
Irish tampak diam, menatap wajah itu dalam waktu yang lama, lantas Irish menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Seperti nya aku hanya kelelahan karena perjalanan panjang kemarin"
Jawab Irish asal.
Sejenak heidar tampak melirik ke arah jam tangannya.
"Aku fikir ini waktunya jam makan siang, kita bisa mendapatkan makan siang sekarang"
Ajak heidar cepat.
"Aku fikir sebaiknya....."
Buggggg
Belum Irish menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Seseorang menabrak punggung nya dari belakang, refleks Irish terkejut langsung hampir terjatuh kedepan namun dengan gerakan cepat heidar meraih tubuh Irish.
"Maaf kan aku, tuan"
Seorang laki-laki yang sibuk membawa beberapa barang tampak menundukkan kepalanya.
Jantung Irish jelas berdetak tidak beraturan begitu dirinya masuk ke dalam pelukan laki-laki tersebut, wajah nya jelas langsung memerah.
Dia jelas bukan type perempuan yang gatal dan gampang tertarik dengan lawan jenis nya, bukti nya selama 5 tahun lebih bersama dengan hades dia jelas tidak tertarik pada Hades, meskipun beberapa kali hades mencoba untuk meluluhkan hatinya, realita nya Irish sama sekali tidak tersentuh.
Tidak ada jantung berdebar kencang, tidak ada wajah merona, tidak ada perasaan aneh yang membuat dia salah tingkah.
Saat Irish menyadari dirinya masuk kedalam pelukan heidar, secepat kilat dia melepaskan diri, menundukkan kepalanya berkali-kali.
Bisa dilihat pandangan aneh beberapa orang di sekitar mereka yang melirik beberapa waktu ke arah Irish dan Heidar.
__ADS_1
"Maafkan aku"
Irish dengan cepat menundukkan kepalanya.
Heidar tampak mengulum senyuman.
"Kita bisa mendapatkan makan siang sekarang"
Ucap Heidar tiba-tiba.
"Ya?"
Alih-alih menjawab rasa bingung di diri Irish, heidar dengan cepat mengembangkan tangan kanan nya.
"Kamu bisa menentukan menu nya"
"Tapi mister..."
Irish berusaha untuk menolak namun heidar dengan cepat bergerak kedepan lebih Dulu.
Seketika Irish membeku, dia cukup bingung harus bagaimana, beranjak pergi atau menahan diri?.
Otaknya jelas menolak, tapi hati nya jelas tidak mau di ajak berkompromi sama sekali.
Dengan langkah perlahan Irish pada akhirnya beranjak dari posisi nya, berjalan mengejar langkah heidar Secara perlahan.
Di balik ruangan di ujung sana, tampak Zii dan Layyana berdiri sambil mengulum senyuman, sang laki-laki yang menabrak Irish dengan cepat menundukkan kepalanya ke hadapan Zii dan Layyana.
"Misi Pertama berhasil"
Ucap Zii sambil mengedipkan sebelah mata nya.
__ADS_1