Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"

Putri Kecil Sang Penguasa "Bayi Genius 100 Milyar"
Rindu yang tertahan


__ADS_3

Heidar menatap layar monitor screen Sci-fi di hadapannya, sejenak dia menaikkan ujung bibirnya.



"Mereka masuk ke dalam perangkap"


Bisik Athena pada sang kakak.


Heidar tidak menjawab, bola matanya terus menatap pergerakan Nadine.


Terlihat jelas Nadine mulai menyusup masuk melalui pintu belakang, bergerak begitu hati-hati dan profesional, sangat berbanding terbalik dengan Nadine dulu yang polos dan selalu bertindak Ceroboh tanpa berfikir 2-3 kali.


Wajah sang istri terlihat lebih dewasa, jauh lebih cantik dan terkesan dingin serta garang, seketika kerinduan heidar membuncah, ingin sekali dia memeluk sang istri saat ini juga.


Namun dia menahan seluruh perasaan nya hingga mereka sampai pada puncak tujuan mereka.


"Kenapa kamu tidak menangkap nya di mulai dari 3 tahun yang lalu?"


Athena bertanya sambil terus memperhatikan layar di hadapan mereka.


Cukup kagum dengan sistem kerja Nadine, beberapa tim mereka masih mencoba menelusuri dimana baby Genius heidar berada. Gadis kecil itu begitu pandai berbaur dan menyembunyikan temperatur tubuh nya dari kamera pengawas.


"Itu akan mempersulit keadaan, saat Nadine bergerak sendiri, memaksa mendapatkan Nadine tanpa putri ku tentu sulit, setelah putri ku ikut bergerak itu akan membahayakan kondisi psikologis nya, meskipun dia genius, anak-anak tetaplah anak-anak, tidak ada paksaan hati nurani ketika kamu ingin di akui sebagai orang paling penting dalam hidup nya"

__ADS_1


"Saat aku memaksakan diri menangkap nya, Yang ada bukan rasa suka, bisa jadi tingkat kebencian nya meningkat, sebab sejauh ini orang yang paling dekat dengan Nya pastilah hades"


Ucap Heidar sambil menoleh ke arah Athena.


"Selain itu bukan kah tujuan awal kita bukan hanya mendapatkan istri dan putri ku? kita ingin mendapatkan hades dan komplotannya serta ½ chip mengembangan baby genius yang di ambil nya dari Nadine bukan?"


Heidar menaikkan kembali ujung alisnya, lantas dia meletakkan jari telunjuknya ke kepalanya.


"Disinilah fungsi utama otak manusia untuk berfikir, bukan bergerak tanpa rencana hingga menghancurkan semua orang"


Setelah berkata begitu heidar membuang pandangannya.


"Masih bisa menahan rindu?"


Heidar tampak mengulum senyuman.


"Kali ini masih belum ingin menangkapnya?"


Athena langsung bertanya saat mendengar pertanyaan dari dokter John, sedangkan bola matanya terus ikut menatap ke depan.


"Mari membuat pertemuan anak, ibu dan ayah, melepaskan kerinduan Sejenak, biarkan mereka pergi lalu giring mereka ke markas utama hingga menjebak hades dan tim nya untuk masuk bersama"


Tanpa menjawab, Athena langsung berbalik lantas menjauhi heidar.

__ADS_1


"Tim One bergerak"


Ucap Athena lantas menggerakkan tangannya, mengeluarkan sebuah gambar monitor di hadapannya.


*********


Sejenak heidar menaikkan ujung bibirnya saat tahu sang baby genius nya bergerak tepat dihadapan, secepat kilat heidar berbelok, memancing sang baby genius nya untuk bergerak mengikuti dirinya.


"Target kecil mulai masuk"


Ucap Heidar di balik headset bluetooth 3D nya.


"Buka semua pintu, jangan ada seorang pun yang mengganggu"


Secepat kilat heidar bergerak melangkah maju ke arah depan, menyadari langkah tubuh kecul itu terus mengikuti dirinya.


Beberapa waktu kemudian heidar melesat masuk ke dalam eskavator kaca, heidar berbalik dengan cepat, menatap tubuh kecil itu yang terus berjalan menuju ke arahnya.


Jantung heidar jelas berdetak begitu kencang, menatap wajah cantik itu yang kian mendekat, semakin tubuh itu mendekati dirinya, semakin jelas dia melihat wajahnya,tidak ada yang berbeda antara perpaduan dirinya dan Nadine, bahkan bola mata itu jelas-jelas persis seperti miliknya.


Gadis kecil itu secepat kilat menahan pintu eskavator itu, menatap dalam wajah laki-laki yang ada di hadapannya.


"Hallo Baby?"

__ADS_1


Heidar bicara sambil mengembangkan Senyuman nya, Seketika bola matanya berkaca-kaca menatap gadis kecil itu yang terpaku memandangi dirinya.


__ADS_2