
Suara Tangisan bayi terdengar jelas di sebuah rumah sakit di pinggiran Desa, terdapat dua orang ibu hamil yg melshirkan anak nya di hari yg bersamaan.. Ke dua nya sama-sana melahir ka. Bayi perempuan..
Adinda melahirkan seorang anak kembar yg sangat lucu namun dia tidak tahu jika dia melahur jan dua bayi perempuan sekaligus.. Sementara Fazira melahirkan satu anak perempuan yg dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa pada anak itu..
Adinda tersenyum saat pertama kali ia melihat bayi nya di bawa pergi oleh seorang perawat yg meminta bayi itu agar bisa di bersihkan, dengan mudah nya Adinda percaya jika perawat itu akan kembali mem awa bayi nya..
Seorang wanita memakai seragam perawat menggendong seorang bayi di tangan nya, ia berlari meninggal kan rumah sakit itu membawa serta bayi nya..
Wanita itu tersenyum menyeringai kala berhasil membawa nya jeluar.. "Aku aka. Membawa mu pergi dari sini.. Aku yg akan merawat mu.. Adinda tidak akan pernah tahu jika salah satu bayi nya aku culik..!! Ini semua karena ulah mu mas, kenapa kau meninggal kan ku dan lebih memilih Adinda bukan nya aku.." ucap perawat itu..
Sementara itu Fazira terhentak kaget saat dia melihat anak nya sudah tidak lagi menangis, ia menutupi bayi nys dengan bantal yg dia pegang sehingga membuat nya kehilangan bayi yg baru saja di lahir kan nya... "Fa Tuhan.. Apa yg aku lakukan...!! Sekarang aku harus berbuat apa pada anak ini..," batin nya.. Dengan susah payah Fazira bangkit dan keluar dari kamar itu dia menggendong bayi nya dengan kondisi yg sangat lemah ia berlari ke ruangan bayi yg tidak jauh dari tempat nya, ia masuk ke dalam nya dan menyimpan bayi nya di sebelah bayi milik Adinda.. Fazira cepat-cepat pergi dari tempat itu.. Ia menangis saat melihat bAyi nya untuk terakhir kali nya..
"Maafkan ibu nak.. Ibu tidak sengaja.. Ibu harus pergi maaf nan ibu.." ucap nya terbata, ia pergi dari tempat itu., tiba-tiba saja seorang suster yg lain nya mendatangi tempat itu fia terkejut saat melihat salah satj bayi Adinda sudah tidak bernyawa.. Ia berlari memeriksa dan segera memberi tahu pada Adinda dan juga suami nya..
__ADS_1
Ia membawa serta bayi Adinda yg masih hidup untuk memperlihatkan nya pada mereka.. "Bu anak ibu kembar,.. Tapi dengan berat hati saya harus katakan bahwa anak ibu yg satu nya telah meninggal dunia" ucap nya tertunduk..
Adinda yg tidak tahu jika anak nya jembar menangis histeris.. "Anak ku kembar..? Tapi tadi seorang duster mengatakan jika anak ku hanya satu... Aku melahirkan satu bayi tidak kembar? Lalu kalia. Bicara tiba-tiba saja anak ku kembar dan sekarang dua meninggal...? Rumah sakit macam apa ini..? yg salah memeriksa pasien nya..! Aku akan menuntut kalian semua..." teriak ya menangis.. Ia langsung bangkit memeluk bayi nya yg telah meninggal.. Perawat itu tidak menjawab apa-apa.. Ia buru-buru pergi dari kamar itu..
Adinda menangis memeluk bayi nya ia ingin segera keluar dari rumah sakit itu dengan terpaksa pihak keluarga dan juga suami nya membawa nya pulang dan kembali ke jakarta... Adinda mengubur kan bayi itu di desa tersebut ia tidak mungkin membawa bayi yg sudah meninggal itu pergi jauh...
"Ibu pasti akan sering menjenguk mu nak maaf kan ibu harus pergi..." ucap nya sambil mencium nisan Bayi tanpa nama itu... Ia pergi dari desa itu bersama bayi nya yg tersisa... Tanpa tahu jika anak yg terkubur itu bukan lah anak nya,
Dia kembali ke rumah sakit tersebut dan menanyakan tentang bayinya yang dia simpan di salah satu box bayi yang terdapat di ruangan bayi tersebut dia memberanikan dirinya bertanya pada suster yang berjaga siang itu
"suster Bolehkah saya bertanya Bukankah satu minggu yang lalu di rumah sakit ini ada seorang ibu yang kehilangan bayinya bayi kembarnya Apakah dia masih ada di sini ?" tanyanya pada perawat tersebut
Suster itu tidak menaruh curiga padanya dan menjawab semua pertanyaannya "Oh iya Ibu memang beberapa hari yang lalu ada kesalahan di rumah sakit kami mengakibatkan salah satu bayi kembar meninggal dunia tetapi orang tua bayi tersebut membawa dan memakamkannya beberapa hari yang lalu tapi Apakah ibu mengenalnya ? Apa Ibu mengenal pasien tersebut ,dan bagaimana ibu bisa tahu jika di rumah sakit ini ada baik kembar yang meninggal salah satunya ?" tanya perawat itu kembali
__ADS_1
Fazira terdiam dia takut jika perbuatannya ketahuan oleh perawat tersebut dia tidak menjawabnya dan langsung saja pergi dari tempat itu tanpa menoleh kembali
Dia menangis sejadi-jadinya di perjalanan pulang menuju rumahnya dia melihat Adinda Yang Akan Pergi ke kota keluarganya akan langsung pindah ke luar negeri karena Kejadian ini sangat mengguncang saat Adinda saat itu akan tetapi Fazira tidak mengetahui jika Adinda lah ibu dari salah satu bayi yang dia simpan bayinya dulu Fazira tidak menghiraukannya dia sibuk dengan pikirannya sendiri
Mobil Adinda melaju dengan cepat dan melewati Fazira di sampingnya tanpa sengaja Fazira melihat Adinda di dalam mobil itu rupanya sebelum bayi itu dimakamkan Adinda sempat memfoto bayi yang di Saka kembaran anaknya tersebut namun Adinda cepat membuang foto itu melalui kaca mobilnya
Fazira melihatnya membuang foto tersebut Dan Dia melihat dan memperhatikan fotonya bayi miliknya itu memiliki tanda lahir di belakang telinganya dan betapa terkejutnya dia saat melihat foto itu karena bayi yang ada di foto itu adalah anaknya anaknya yang dia simpan di salah satu box bayi milik Adinda seminggu yang lalu dia menangis makhluk foto tersebut
Dia berpikir jika Andin darah orang tua yang menjadi korban atas kejahatannya karena dia telah menyimpan bayinya yang telah meninggal di dalam box bayi miliknya
Dengan cepat Fazira pulang ke rumah karena dia takut jika kejahatannya diketahui oleh orang lain keesokan harinya Fajira lebih memilih pergi dari desa tersebut tanpa meninggalkan jejak dan tanpa ada yang tahu Jika dia sempat memiliki seorang anak yang telah meninggal dan dia tukar dengan orang lain
Bersambung
__ADS_1