
Dua minggu berlalu Kirana dan juga Devin telah kembali pulang ke Indonesia ,mereka tidak begitu lama berbulan madu di sana karena pekerjaan Devin yang menumpuk dan pekerjaan-pekerjaan ayahnya yang ditinggalkan karena banyak mengurus urusan yang terjadi di keluarga Cassandra kini Kirana juga ikut bekerja bersama Devin menjadi sekretaris pribadinya menjadikan mereka tidak pernah berjauhan mereka selalu kemana-mana berdua
Pagi itu Kirana baru saja terbangun dari tidurnya seperti biasanya dia mempersiapkan sarapan untuk suaminya tersebut sebelum suaminya bangun dan pergi bekerja lupa juga Kirana mempersiapkan dirinya untuk berangkat bersama Devin pagi itu
Namun tiba-tiba saja terjadi sesuatu pada pengantin baru tersebut ,tiba-tiba saja Kirana merasakan mual di perutnya Padahal dia belum memakan apapun pagi itu karena dia terlalu sibuk mengurus dan mempersiapkan sarapan untuk suaminya dia bergegas pergi ke toilet untuk mematahkan seluruh isi perutnya ,terdengar suaranya yang sedang muntah di toilet Devin terbangun terkejut saat mendengar Kirana muntah-muntah di sana dia berlari menghampiri istrinya tersebut dan membantu Kirana untuk memuntahkan semuanya dengan cara memijit Dian leher belakang Kirana setelah Kirana merasa lega Devin membawanya ke dalam kamar mereka dan menyuruh Kirana untuk beristirahat hari ini Kirana tidak perlu pergi ke kantor dia khawatir jika istrinya sakit
"Ada Apa Denganmu ?Apakah kau sakit ?Apakah aku tidak perlu pergi ke kantor ?Aku akan menunggumu di sini saja usia kita ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu aku takut terjadi sesuatu padamu .." ucap Devin khawatir
__ADS_1
Kirana menggeleng lemah tubuhnya tiba-tiba saja terasa lemas "tidak apa-apa ,aku baik-baik saja aku hanya perlu istirahat mungkin aku kelelahan Karena setelah kita bulan madu kemarin Belum sama sekali beristirahat mungkin aku cuma kelelahan saja kau saja ke kantor ya untuk hari ini aku tidak pergi ke sana tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku baik-baik aja sayang !!"jawab Kirana tetapi Devin tidak mempercayainya dia takut terjadi sesuatu pada istrinya tersebut hari itu Devin pun tidak pergi ke kantornya dia berniat untuk mengantarkan istrinya ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya karena dia takut jika Kirana sakit dan menyembunyikannya dari dia
"tidak tidak aku tidak akan meninggalkanmu aku akan tetap di sini aku masih trauma ketika Kakak Andara dulu mengatakan dia baik-baik saja tetapi kenyataannya dia malah pergi meninggalkan aku untuk selama-lamanya dan aku tidak mau itu terjadi padamu Aku bisa gila jika terjadi sesuatu dan aku tidak tahu Apalagi itu tentang dirimu .." ucap Devin Kirana hanya tersenyum mengangguk "baiklah sayang terserah padamu saja ,nanti kita ke rumah sakit berdua agar kau yakin jika aku tidak apa-apa mungkin aku hanya masuk angin saja ..!!" jawabnya
devin tersenyum Dia berjalan keluar meninggalkan Kirana di dalam kamarnya Devin bergegas ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Kirana karena dia tahu jika Kirana tidak enak badan dia akan minta teh hangat Devin segera membawakan terhangat itu pada istrinya yang kini tertidur di kasur King size nya itu
Dengan perlahan-lahan Devi membangunkan wanitanya itu "sayang sayang ,bangunlah sebentar Apakah kau masih mual ?aku membawakan roti bakar dan juga teh hangat untukmu setelah kamu makannya dan minum habis teh hangat itu kita akan bersiap ke dokter untuk memeriksakan keadaanmu aku takut terjadi sesuatu padamu oke !!" ucap Devin Kirana mengangguk setuju dia mengambil nampan makanan yang Devin bawa untuknya itu dan segera memakan habis juga minum teh hangat yang dibuatkan oleh suaminya tersebut
__ADS_1
Setelah Devin bersiap Deni giliran Kirana yang namun terjadi sesuatu lagi padanya tiba-tiba saja kepalanya menjadi pusing dan berat celana pingsan tepat di hadapan Devin siang itu laki-laki itu terkejut melihat istrinya pisan di depannya Dia segera menggendong dan membawanya ke dalam mobil Iya takut jika terjadi sesuatu pada istrinya tersebut tanpa pikir panjang lagi Devil segera melajukan mobilnya dengan cepat membawanya ke rumah sakit Steven
Dia berlari sambil menggendong Kirana di tangannya Dia terlihat sangat cemas ketika Kirana dimasukkan ke dalam ruang perawatan tes telepon juga menjadi terkejut ketika melihat Kirana pingsan dan dibawa oleh Devin ke rumah sakit itu "Ada apa Devin Kenapa dengan Kirana Apakah dia sakit ?" ucap Steven yang baru saja keluar dari ruang operasinya dia berlari menyusul Devin yang menunggu di ruangan perawatan Kirana
Devin terkejut saat melihat Steven yang sudah tiba-tiba saja berdiri di sampingnya "Aku pun tidak tahu ke ayah tadi pagi tiba-tiba saja Kirana muntah-muntah ketika tadi dia sedang bersiap akan saya ajak ke sini memeriksakan kondisinya tiba-tiba saja dia pingsan seperti itu dan aku langsung membawanya ke sini karena panik dan takut terjadi sesuatu padanya" jelas Devin Steven hanya mengganggu perasaannya juga ada sedikit takut dia takut jika terjadi sesuatu pada Putri satu-satunya itu dia tidak mau lagi kehilangan putrinya tersebut karena hanya Kirana yang dia punya saat ini walaupun pada kenyataannya Kirana bukanlah Putri kandungnya tetapi yang karena tahu Steven adalah ayah kandung dirinya sendiri pernah tahu jika dia sesungguhnya adalah Bandung dari Bernard yang sudah lama meninggal dunia bersama Adinda
Tidak berselang lama dokter yang merawat Kirana itu keluar dia tersenyum pada Devin dan juga Steven Dokter wanita itu sedikit mengejek kepada Steven "harusnya menantumu ini membawa Kirana bukan padaku ?tetapi pada dokter kandungan Apakah kalian tidak tahu jika Kirana Tengah hamil muda putrimu itu hamil dan ketika aku periksa kandungannya sudah berjalan tak hampir 3 minggu jadi tolong untuk menjaganya baik-baik karena dihamil mudah seperti ini si Ibu bayi akan merasakan mual dan muntah di pagi hari itu adalah hal yang wajar kau harus menjaganya jangan sampai dia kelelahan karena kandungannya masih sangat lemah aku sudah memanggil dokter kandungan ke sini dan memeriksakan keadaan dan dia mengatakan jika Kirana baik-baik saja hanya saja Mungkin memang tanda-tanda kehamilan pada minggu-minggu pertama ini seperti itu kalian selalu terserah Sabar menghadapinya" ucapnya pada Devin dan Steven
__ADS_1
Ayah dan menantunya itu terkejut mereka tidak percaya apa yang dijelaskan oleh dokter itu "apa ,jadi putriku pingsan karena dia hamil dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang kakek ?" tanya Steven pada dokter tersebut dokter itu hanya tersenyum mengangguk "Selamat ya dokter Steven sebentar lagi kau punya cucu !!!" ucapnya Steven hanya tersenyum kegirangan Devin pun merasakan hal yang sama dia sangat bahagia tetapi mereka belum memberitahukannya pada Kirana karena Kirana masih belum siuman saat itu
Bersambung