
sudah hampir satu bulan lama nya Bernad mencari keberadaan Qinara, dia sempat mendatangi desa di mana Tiara tinggal dahulu, dia berfikir mungkin nara akan kembali ke rumah itu walau pun kini tiara sudah tidak ada, namun bernad tidak menemukan nya di sana..
Bernad kembali ke jakarta dan berniatt mencari gadis itu di jakarta, sementara wanita dahulu bersama nya sudah kembali lagi ke london.. dan mengawasi Qirana kembAli di sana,
Bernad terus mencari gadis itu setiap hari nya, dia bahkan sampai mengawasi rumah Steven di sana, dia berfikir jika Qinara akan kembali ke rumah itu dan menemui orang tua kandung nya...
Siang itu, Qinara bersembunyi di balik tembok yg tidak jauh dari rumah Steven dan juga adinda, sudah beberapa hari ini dia memikir kan ke dua orang tua nya itu, "Mungkin sudah saat nya dia muncul di hadapan mereka, dan menceritakan yg bernad lakukan pada nya dulu.. Tapi jika dia memberi tahu stevan dan juga Adinda dia juga harus siap menerima mereka di hidup nya, karena memang mereka lah keluarga nya yg sebenar nya..
Berbekal alamat yg di berika. Qirana pada nya dulu, dia memberanikan diri nya untuk bertemu dengan mereka.. Qinara menarik nafas panjang, jantung nya berdebar kencang saat dia memberanikan diri nya melangkah kan kaki nya masuk..
Tanpa dia sadari, Bernad sudah menunggu nya jauh -jauh hari.. Dua menunggu kedatangan Qinara ke rumah itu... Laki-laki itu tersenyum licik saat melihat Qinara memasuki gerbang rumah itu.. "itu dia..!!!" ucap nya.. Namun nara tidak melihat sekeliling nya, dia tetap melangkah kan kaki nya ke sana.. "Aku siap.. Aku siap bertemu dengan mereka..!! Mereka kedua orang tua ku.. Tidak mungkin jika aku harus terus bersembunyi dari mereka" batin nya
Bernad tersenyum menyeringai.. Ia berjalan mengendap-endap perlahan dia mendekati Qinara, dan kini dia ada di belakang nya.. Tok... Tok... Qinara tidak menyadari jika kini bernad berada dekat dengan nya bahkan sangat dekat,
Qinara terus mengetuk pintu nya, namun belum juga pintu itu terbuka, Bernad menusuk nya dari belakang... Sreet... Sreet... Sreet...!!! Di menusuk pinggang dan punggungQinara di belakang nya, darah segar keluar dari tubuh nya... Uhhuk.. Qinara memuntah kan darah dari mulut nya, dia berusaha menahan nya,, Bernad kini berdjri di deoan nya.. "Seperti nya kau tidak ajan bisa bertemu mereka, dan kau tidak akan bisa memberi tahu mereka kenyataan tentang aku yg menjual mu..." ucap nya penuh kemenangan.. Bernad tersenyum sinis.. Ia menyeringai dan segera pergi meninggal kan Qinara di sana..
__ADS_1
Terdengar sebuah langkah kaki yg mendekat dari dalam rumah dan membuka pintu nya, Qinara memandang seorang wanita paru baya, yg wajah mirip dengan nyya"Ah rupa nya wajah ku mirip dengan ibu jandung ku..." batin nya, dia mencoba tersenyum.. "I... Ibu...!!" lirih nya... Adinda terkejut saat melihat nya dia mengira jika anak itu adalah Qirana, yg tiba-tiba datang dari london..
"Qirana... Kau pulang kok tidak memberi tahu ibu..?!" tanya Adinda.. Qinara berjalan tertatih dengan pisau yg masih menancap di pungung nya.. Dia mencoba untuk tersenyum.. Dan memeluk Adinda..
Namun Qinara tidak kuat lagi untuk bertahan.. Belum juga sempat dia memeluk Adinda, dia terjatuh tersungkur di depan wanita yg melahir kan nya itu.... "Aaaaaaaggggghhhhhhhh...... Qirana...!!" teriak Adinda... Saat melihat gadis itu tersungkur tidak sadar kan diri nya , dia langsung memeluk Qinara... Sementara Steven berlari saat mendengar teriakan Adinda.. Ia menghampiri mereka...
"Ada apa...!!" ucap nya terkejut... Tambah terkejut nya lagi ketika melihat Qinara yg saat ini di peluk oleh Adinda... "Steven putri ku.. Qirana...!! Qirana...!!" ucap nya terbata.. Steven langsung bersimpuh dan langsung memeluk nya, dia menberanikan diri nya untuk mencabut pisau yg masih tertusuk di punggung anak gadis nya itu..
Sraak... Suara pisau yg saat itu di cabut oleh stevan.. Ukhuk.... Qinara hanya mampu melihat wajah ke dua orang tua nya saat itu.. sebelum semua pandangan nya berubah menjadi gelap...
Namun Adinda dan juga stevan mengira jika anak yg terluka itu adalah Qirana, dan bukan Qinara, karena Qinara belum sempat memberi tahu siapa duri nya kepada mereka..
"Kita harus langsung membawa nya ke rumah sakit, luka tusukan nya mengenai organ dalam nya, jika tidak segera di tangani luka nya bisa membesar dan takut semakin dalam.." ucap nya, Steven mengendong gadis itu dan membawa nya ke mobil nya... Dia menyuruh Adinda yg menyetir mobil nya, karena dia harus menahan Qinara agar dia tidak terus mengalami pendarahan..
Mobil itu terus melaju dengan kencang nya menyusuri jalanan di kota jakarta.. Namun tiba-tiba saja ponsel Stevan berdering, dia melihat pada layar ponsel itu.. Nama yg tertulis di sana, "Putri ku.." tulis nya.. Dia terkejut saat melihat nya namun dia tidak segera memberi tahu nya pada adinda yg fokus pada setir mobil nya..
__ADS_1
Stevan mengangkat telepon nya.. "Ayah mengapa lama sekali mengangkat nya, aku mau memberi tahu mu, jika aku akan pulang besok ke indonesia..!" Ucap Qirana di ujung telepon nya...
Stevan terdiam dia tidak menjawab dan juga dia bingung saat ini.. "Qirana, bukan kah kau sudah pulang,? Lalu jika bukan kau yg rerluka lalu siapa gadis ini..?!" ucap nya terkejut..
Qirana juga terkejut nendengar, "Terluka apa nya ayah, aku baik-baik saja..! Aku bahkan belum membereskan pakaian yg akan aku bawa besok..." jawab nya,
Stevan semakin bingung.. "Tapi gadis yg datang dan terluka ini mirip dengan mu.. Jangan-jangan dia..." ucapan stevan terhenti... "Kak nara, Ya tuhan ayah kak nara terluka? Apa yg terjadi pada nya? Apa kak nara sudah menemui ayah dan ibu..?!" tanya nya panik..
Tambah terkejut nya lagi ketika stevan tahu jika Qirana mengetahui jika gadis yg kini bersama nya adalah Qinara... Putri kembar nya yg hilang dan di nyatajan meninggal oleh bernad dulu..
Stevan langsung mematikan telepon dia tidak ingin jika Rana ikut khawatir juga.. "Jadi kau itu Qinara.. Putri ku yg menghilang...!!" batin nya dia tidak ingin memberi tahu dulu pada adinda, karena dia kini yg menyetir...
Sesampai nya di rumah sakit.. Steven langsung yg menangi putri nya itu, dia masih belum memberitahu adinda, jika anak itu bukan lah Qiraba, melainkan Qinara...
Sementara itu Qirana mempercepat keberangkatan nya, dia tidak bisa membiar kan nara yg terluka itu sendirian..
__ADS_1
Bersambung