
Matahari menelisik masuk ke celah jendela kamar Kinara, Andara terlihat masih tertidur di tempat tidur milik Kinara, pagi itu dia enggan bangun untuk bekerja hati dan perasaannya terlalu merindukan gadis kecil itu aroma tubuhnya masih tersisa di antara Kasur bantal dan selimut yang ada di sana Andara semakin betah di kamar itu terlihat satu buah kamera kecil yang sudah diinjak dan pecah berantakan di lantainya Sepertinya laki-laki itu sudah merusak kamera yang dia pasang sendiri di kamar itu dia sudah menepati janjinya pada Kinara untuk lepaskan kamera yang ada di kamar itu mata itu terpejam sangat rapat, dengkuran halus terdengar dari wajah Tampan laki-laki itu hidung mancung bibir merah merona berwarna pink kulit putih juga roti sobek yang terpampang di dada dan perutnya membuat Siapa saja yang melihatnya Terpukau bahkan setiap wanita yang ditemuinya ingin ditiduri oleh laki-laki itu namun berbeda dengan Kinara sekalipun hasadnya meninggi karena melihat ketampanan dari Andara dia tidak ingin melakukan hubungan itu sebelum laki-laki itu menikahinya Kinara sangat menjunjung tinggi kehormatan yang ada pada dirinya dia tidak ingin satu laki-laki pun menyentuh dirinya dan betapa terkejut dan juga marahnya dia saat dia tahu Andara menyimpan satu buah kamera untuk mengawasinya dan langsung terhubung ke ponselnya sendiri
Pintu kamar itu tiba-tiba saja terbuka terlihat satu orang tadi masuk ke dalam kapal tersebut Dia berjalan perlahan melengkak-lenggokan tubuhnya dan berusaha untuk menggoda dan membangunkan Andara pagi itu tangannya yang lentik mulai menyentuh seluruh bagian tubuh andara dia menyentuh dada bidang hingga ke perut tidak lupa tangan lentik itu pun menyentuh area sensitif Andara yang membuat laki-laki itu mengarang hebat
Dengan mata yang berat dan juga sayu Andara membuka matanya dia terjaga dan juga terkejut saat melihat wanita yang akhiri di atasnya sedang mencumbunya dia mengerutkan dahinya dan berusaha untuk menghindar dari perempuan itu Andara mendorong halus wanita itu agar dia mau melepaskan lengkuahannya dari tubuh andara
Andara beranjak dari tempatnya dia berdiri dan mengambil Satu helai pakaian yang sudah tergeletak di lantai rupanya Wanita itu sudah membuka satu persatu pakaian yang andara pakai tadi "menjauhlah dariku zaena aku tidak bisa dan aku tidak mau lagi menyentuh dirimu janganlah kau memancing aku jangan membangunkan hasratku dan jangan mengganggu aku kau itu harus ingat kau sedang hamil kau tidak boleh menggoda pria lajang yang bukan suamimu kau itu tidak ingat udah tidak melihat dirimu sendiri lihat perutmu saja sudah terlihat besar kau akan mendidihnya bila kau bercinta denganku ?kau tidak takut dan tidak kasihan pada bayimu itu hah ?!kau itu wanita gila pagi-pagi sudah membangunkan aku hanya untuk menggoda dan mencumbuhi aku saja !!Carilah laki-laki lain yang bisa memuaskan hasrat liarmu itu kau juga tahu aku tidak suka jika wanita yang memulai dahulu dan aku tidak suka kau ..." ucap nya malas..
Laki-laki itu kini berdiri dan meninggalkan kamar itu sementara Zena dia terlihat sangat malu dan juga marah dia tidak percaya jika anda yakini menolaknya walaupun Kinara sudah tidak ada di rumah itu tetapi tetap Andara tidak mau lagi menyentuh atau tidur bersamanya dengan wajah kesal jena dia ikut pergi meninggalkan kamar itu dan kembali memakai pakaiannya dia berusaha untuk mengejar Andara yang kini hendak bersiap ke kantor sesekali laki-laki itu melihat jam di tangannya
__ADS_1
Dia berharap jika Kinara akan datang dan pergi ke kantor bersamanya dia juga berharap jika Kinara mau tinggal lagi di situ bersama dengan dirinya ..
"Aku sangat merindukan Kinara ,sedang apa dia Bagaimana keadaannya apa dia tidak merindukan aku juga ..?sejak kepergiannya kemarin dia bahkan tidak menghubungiku atau mungkin saja dia telah mendapatkan laki-laki baik untuk menggantikan aku !!Apakah dia sekarang akan datang atau tidak ke sini ah Ya Tuhan aku benar-benar merindukannya baru juga sehari dia pergi dari rumah ini tapi rasa rinduku seperti bertahun-tahun tidak bertemu" ucapnya sendiri diyakini Tengah memakai pakaian formal untuk pergi ke kantornya laki-laki Tampan itu kini memakai toxedo hitam dan juga yang Senada dengan toxedo nya sesekali dia tersenyum memandang dirinya sendiri
Tiba-tiba saja terdengar satu buah mobil yang terparkir di halaman rumah itu Andara tahu persis mobil siapa yang datang dan terparkir di sana dengan cepat dia turun dan menghampiri mobil itu dia tersenyum lebar saat melihat gadis yang dirindukan yaitu turun dari sana dia langsung saja memeluk gadis itu tetapi Kinara tidak menghiraukannya dia bahkan tidak tersenyum pada Andara namun anda tidak mempedulikannya yang terpenting baginya adalah Kinara kini datang kembali ke rumah itu dan masih bekerja bersamanya
Andara hanya tersenyum mendengarnya dia langsung menaiki mobil itu tanpa menunggu akhir Nara menyuruhnya masuk namun kardus itu tidak banyak pertanyaan dia langsung saja mengikuti tuannya itu "kita langsung saja ke kantor tidak perlu berlama-lama di sini Aku sebal melihat zena" ucapnya Kinara hanya mengangguk setuju Kini dia mengemudi mobilnya sendiri dan membawa mobil itu ke kantor andara namun tiba-tiba saja di perjalanan andalah seperti menahan sakitnya
Wajahnya berubah pucat dan dia terus memanggangi perutnya sendiri Kinara tetap fokus pada kemudinya dia tidak melihat ke arah Andra yang ada di sampingnya karena dia takut jika dia tidak fokus akan terjadi kecelakaan nantinya
__ADS_1
"Nara tolong berhenti dan menepi ,tapi kan mobilmu di sana Perutku sakit sekali !!"ucapnya Kinara meliriknya dan dia begitu terkejut saat melihat Andara berwajah pucat dia langsung menepikan mobilnya wajahnya yang tadinya dingin berubah menjadi panik dan khawatir saat melihat Andara kesakitan di sampingnya
"tuan tuan Kenapa Ada apa !! Ada apa yang terjadi pada mu tuan..? Haruskah kita ke rumah sakit kau sepertinya sangat kesakitan ?!"tanyanya khawatir namun Andara tidak menjawabnya dia hanya menganggap erat tangan Kinara yang kini memeganginya
"tidak tidak usah ke rumah sakit kita ke Villa saja sekarang kita tidak usah ke kantor aku ini istirahat di sana !!ini tidak akan lama pasti sebentar lagi juga sakitnya akan menghilang Kau tidak perlu khawatir bawa saja mobil itu ke Villa Aku akan tidur sebentar di sini, bangun kan aku jika kita sudah sampai di villa" jawab nya
Gadis itu hanya mengangguk dia masih terlihat panik dan segera membawa mobilnya cepat menuju villa yang dimaksudkan oleh andara sesekali dia melirik ke arah tuannya tersebut dia takut jika terjadi sesuatu padanya
Bersambung
__ADS_1