
Steven pulang ke rumah nya dalam keadaan emosi dan marah.dia tidak menyangka jika bernad bisa melakukan itu pada putri nya dan dia juga yakin jika Bernad juga yg membunuh putri nya itu, Steven terdiam di dalam mobil nya, ia terlihat menghubungi seseorang dari ponsel nya, Stevan tidak bisa lagi memikir kan cara lain untuk mencari keberadaan bernad, karena dia juga mengetahui, bernad telah bebas dari penjara beberapa bulan yg lalu.. entah dari mana bernad mengetahui tentang keberadaan putri nya dan juga kedatangan nya dari london.. dulu.. mungkin saja ada yg sengaja memberi tahu kan informasi nya pada Bernad, tentang putri nya, tapi stevan berfikir kembali, dia sendiri saja tidak tahu jika Qinara masih hidup dan tinggal bersama Qirana di apartemen nya, yg mungkin mengetahui tentang diri nya dan juga Qinara hanyalah orang-orang yg tinggal bersama mereka. Stevan kini mencurigai seseorang di antara mereka, yg pada saat itu ikut bersama Qirana.. "tidak mungkin jika salah satu dari para pembantu dan juga supir Qirana yg datang bersama nya beberapa waktu yg lalu..
"Tidak mungkin jika bi Wati yg melakukan nya.. apa mungkin dia mengenal bernad..? lebih tidak mungkin jika Azka yg melakukan nya, Azka selalu melaporkan semua tentang kegiatan Qirana selama kuliah di sana, tapi mungkin jika Qirana meminta nya untuk tidak bicara soal Qinara pada kami, dan Azka lebih menuruti Qirana saat itu.. tidak mungkin jika Azka mengenal bernad juga.. tapi yg mengetahui tentang Qinara di london hanya Andara, Devin Azka Dan juga bi wati.. dan yg lebih membuat curiga hanya bi wati..!! mungkin, karena hanya dia yg bersedia ikut ke london dulu.. ya , mungkin aku akan mencari tahu tentang nya dulu.. tidak mungkin jika aku menuduh tanpaa bukti.. tunggu dulu, bukan kah bbeberapa bulan yg lalu dia juga pulang ke indonesia untuk beberapa hari.. dan mungkin saja saat itu dia bertemu dengan bernad.." batin nya, Stevan mulai mencari tahu tentang orang-orang yg bersangkutan dengan bernad, "jika benar Bi wati ikut andil dalam masalah ini, mungkin juga Qirana akan dalam bahaya, mungkin Bi wati di suruh untuk mengawasi anak-anak ku oleh bernad..." ucap Stevan, dia melajukan mobil nya cepat untuk segera kembali ke rumah..
Steven segera kembali ke rumah itu, kini dia tahu siapa orang yg menjadi mata-mata di rumah itu.. ia segera menemui adinda yg sudah berada di kamar nya.. Adinda nampak sedih dan tidak bergairah seemenjak kematian Qinara
__ADS_1
Steven menghampiri Adinda yg berbaring di atas kasur nya, Adinda juga tidak memberitahukan pada Stevan jika baru saja menemui Bernad, siang tadi..
"Ada yg harus kau ketahui.. Ini mengenai Qinara..,!! Bernad, menjual Qinara, dia menjadikan anak kita jaminan hutang-hutang nya pada Andara, dan mengirim kan Qinara ke london.. sementara yg dia katakan tentang kecelakaan itu semua bohong, dia mengirim putri kita ke london... Dan Qinara harus terpaksa bekerja di sana, untuk melunasi hutang nya..." ucAp nya
Adinda semakin terkejut mendengar nya, ia tidak percaya pada ucapan stevan.. Namun pasti semua ucapan steven benar semua.. "Tidak mungkin jika Bernad begitu tega pada putri ku... Lalu siapa Andara..,? dan dari mana kau tahu tentang nya..?!" tanya Adinda..
__ADS_1
Adinda, terdiam dia mungkin akan memberi tahu semua masalalu nya bersama bernad, karena tidak mungkin dia terus menutupi nya sementara bernad bisa saja mencelakai lagi nara, walau pun kini bernad tahu jika si kembar adalah darah daging nya sendiri,.
Adinda menatap perlahan pada Stevan.. "Ini bukan salah mu... Bernad dendam pada ku..!! Karena aku meninggal kan nya dan lebih memilih untuk menikah dengan mu... Stevan aku bukan lah orang baik... Dahulu sebelum kita menikah, aku dan bernad pernah menjalin hubungan.. Aku dan dia pernah berjanji untuk menikah, dan aku melakukan hubungan terlarang itu dengan nya, dan sebenar nya saat aku menikah dengan mu.. Aku sudah hamil... Aku hamil anak bernad, namun aju tidak memberi tahu nya, karena aku tau dia pasti tidak akan percaya. Pada ucapan ku, dia meyakini jija diri nya itu tidak akan bisa punya anak.. Karena dokter memvonis nya begitu.. Namun kenyataan nya, aku hamil anaknya, dan si kembar adalah anak kandung nya..!! Si kembar bukan anak mu stevan..!!" ucap nya terbata... Stevan terdiam ia tidak bisa menjawab nya dia begitu terkejut mendengar pengakuan dari Adinda..
"La... Lalu kenapa kau menikahi ku..? Kenapa kau memilih ku, seharus nya jika memang kau mencintai Bernad, katakan saja, dan menikah dengan nya..!! Kenapa kau memilih ku..?!" tanya nya menagan emosi..
__ADS_1
"Kau tahu aku kehilangan Tiara, kau juga tahu aku sangat mencintai nya, bahkan hingga saat ini aku mencintai nya, kenapa kau lakukan itubpada ku... bukan hanya kau yg menghancurkan hidup anak-Anak itu, mereka bahkan tidak bersalah namun karena satu keputusan mu yg mengubah segala nya, jika saja kau tidak memilih menikah dengan ku, Qinara tidak akan bernasib seperti ini... Kau mengorban kan anak mu sendiri... dan bernad, dia menjual bahkan membunuh darah daging nya sendiri.. Aku tidak percaya kau melakukan ini, dan menutupi nya selama ini dari ku.. Jika saja, kau lebih cepat memberitahu ku kejadian ini tidak mungkin terjadi pada anak-Anak kita..." ucap nya marah ia pergi meninggal kan Adinda yg menangis sendirian
Bersambung