
Qinara menangis mendengar nya.. ia tidak percaya dengan semua yg dia dengar tadi.. ia menghampiri Tiara yg berdiri di depan nya.. "aku tidak percya ini.. ibu bukan lah ibu kandung ku..? lalu siapa ibu ku..? jadi benar aku dan dia kembar..? kenapa ibu tidak pernah mmemberi tahu ku..? kenapa selama ini ibu menutupi nya..? seharus nya ibu memberi tahu ku dari dulu.. jika aku tahu dari dulu, aku tidak akan seterkejut ini..!!" ucap nya.. ia menangis mendengar nya.. Nara berbalik pergi meninggal kan Tiara dan juga steven.. Rana berusaha untuk mengejar nya.. "iya kenpa tante tidak pernah memberi tahu tentang asal usul kaka NAra.. kak nara hidup menderita selama ini di sini..!! ia jauh dari kami.. dia bahkan tidak mengenal momy ibu kandung nya.. kami bahkan sering ke desa ini untuk mendatangi makam yg kami anggap kembaran ku.. tapi kenyataan nya, kakak ku masih hidup dan tumbuh besar di sini.." ucap Rana.. Tiara hanya terdiam.. ia menyadari kesalahan nya.. tapi steven berusaha untuk menutupi apa yg di lakukan oleh tiara ia sendiri bersyukur jika Qinara di rawat oleh nya, jika bukan Tiara yg merawat putri nya selama ini entah apa yg akan terjadi pada putri nya itu.
"Sudahlah Qirana, kau lebih baik mengejar Qinara... Tenang kan dia, dia membutuh kan mu butuh waktu untuk nya menerima ini.. Kau harus segera mencari nya.." ucap steven.. Qirana mengangguk ia berlari mengejar Nara...
Steven menatap tiara,. "Sudah lah jangan mendebgar kan ucapan Qirana, ia tidak mengerti apa- apa.. Jangan kau masuk kan ke hati ya... Tiara berhentilah bekerja kau lebih baik ikut dengan ku, kau bisa bekerja di hotel milik Fahri.. Aku tidak ingin kau terus terjerat dunia kelam itu... Kau bisa ikut dengan ku, aku akan bicara pada Fahri, kau juga mengenal nya... Pindah lah dari sini bersama Qinara, Qinara bisa tinggal dengan mu atau tinggal bersama Qirana pun tidak- tidak apa!! Aku akan mencari kan tempat untuk mu... Dan aku juga akan mengurus tentang sekolah nara yg terhenti.. Tapi tentu nya aku akan bicara dulu dengan Adinda.. Dia tidak tahu jika anak kembar nya masih hidup.." ucap Steven... Tiara tidak menjawab nya, ia tahu semua ini pasti akan terjadi Qinara pasti akan kembali ke keluarga kandung nya,..
"Tidak aku tidak akan ikut dengan mu. Ini rumah ku, aku akan tetap di sini.. Jika nara ingin ikut bersama kalian bawalah dia, tolong jaga dan rawat dia dengan baik.. Aku menganggap nya seperti anak ku, dan sampai kapan pun dia tetap anak ku, walau pun bukan dari rahim ku sendiri.." ucap nya... Steven mengerti ia terdiam tidak berkata apa- apa lagi..
Sementara itu Qirana mengejar Qinara.. ia bingung mencari kakak nya itu.. "Kak nara...!! Kak..." teriak nya.. ia terus mencari keberadaan nya.. Namun ia tidak menemukan nya... "Astaga di mana kakak ku..!!" ucap nya sendiri..
__ADS_1
Nara berjalan sendirian.. Ia menyushri jalan kecil menuju rumah nya ia tidak mengetahui jika di rumah itu ada Bernad... ia masuk ke dalam nya, mengemasi barang yg tertinggal, ia tidak akan ikut dengan Qirana dan ayah nya dia lebih memilih untuk tinggal bersama Friska,, semua yg tadi dia dengar membuat nya terkejut ia masih tidak mempercayai nya.. Butuh waktu bagi nya untuk menerima semua kenyataan nya..
Ceklek... Ia membuka perlahan pintu kamar nya.. Ia mencari sebuah tas dan juga berkas-berkas yg dia simpan di rumah itu.. Air mata nya masih terus menetes dengan sendiri nya.. "Aku tidak mempercayai nya, aku bukan putri nya dan kini datang pada ku keluarga baru ku... Keluarga kandung ku... Kenapa...!! Kenapa dia tidak memberi tahu ku dari dulu.. Kenapa harus sekarang" ucap nya sendiri.. Ia membereskan seluruh barang-barang nya...
Qinara berjalan kieluar dengan membawa barang milik nya ia di kejut kan oleh Bernad yg sudah berdiri di belakang nya.. "Hallo gadis cantik... Seperti nya hari baik untuk ku hari ini aku nemcari mu dan kau nalah datang dengan sendiri nya ke sini.." bisik nya membuat bulu kuduk nara merinding ia menoleh ke belakang dan terkejut melihat bernad, wajah mereka berdekatan... Bernad tersenyum menyeringai...
"Akhir nya aku mendapat kan mu.. Aku akan menjadi kaya setelah menjual mu dan hutang ku akan lunas, bang steven hanya alasan untuk ku mendapat kan mu.. Dan biar kalian juga dapat balasan atas apa yg kalian lakukan pada ku dulu... Adinda dan juga bang Steven.. Kalian tidak akann pernah lagi bisa menemukan Qinara.. Aku akan membawa nya pergi jauh" batin nya, ia membawa mobil itu cepat...
"Naraaaa.... Qinara...!!!" teriak Qirana... Ia terus mencari kembaran nya yg baru dia temukan itu... Karena sydah lama mencari ia kembali ke tampat ayah nya berada..
__ADS_1
"Ayah aku tidak menemukan kak Nara.. Aku sudah mencari nya, kemana pun aku tetap tidak menemukan nya," ucap nya steven terkejut.. Ia berjalan mendatangi rumah Tiara...
Tiara yg baru saja samoai tidak tahu apa yg terjadi pada putri nya itu.. "Tiara apa Qinara ke sini.? Kami tidak menemukan nya" ucap Steven panik.. Tiara ikut terkejut mendengar nya fikiran nya melayang entah kemana ia masuk ke dalam rumah itu.. dan berlari ke kamar putri nya
Tambah terkejut nya dia saat melihat seluruh pakaian Qinara berantakan dan berhamburan di lantai.. "Bernaaaad......!!!!" teriak nya, membuat Steven dan Qirana masuk ke dalam saat mendengar teriakan Tiara...
Lutut nya menjadi lemas iaa tahu jika bernad yg membawa Qinara pergi... Tiara menangis melihat nya... "Steven.. Bernad membawa pergi putri ku.. Kau lihat ini pakaian nya tidak mungkin jika Nara mengacak-acak nya, ia tidak suka jika barang nya berantakan... nara tadi di sini.. Ia di sini.. Namun sekarang bernad pasti yg membawa nya... Ia membawa pergi putri ku" ucaap nya terisak...
Bersambung
__ADS_1