
Awan gelap menyelimuti Keluarga Stevan,. Pputri yg baru saja mereka temukan , meninggal dunia, Qinara pergi tanpa pernah merasa kan kehangatan keluarga, dan juga merasakan kasih sAyang dari orang tua kandung nya, hingga dia menutuup mata untuk selama nya pun dia tidak pernah, tau dAri arti keluarga yg sesungguh nta, sejak bayi dua di bawa pergi oleh tiara, dan di pisah kan dari keluarga nya yg sesungguh nya, hingga dia tahu kenyataan nya, tentang hidup nya yg sebenar nya, dia di paksa menjadi pelayan andara, hanya untuk melunasi hutang-hutang Bernad, yg ternyata bukan lah siapa-siapa bagi nya, dia juga terjebak dalam perasaan cinta nya pada Andara, yg akhir nya dia harus merelakan laki-laki itu untuk wanita lain.. Rasa nya hidup nya sudah oenuh dengan ketidak adilan, kini dia meninggal pun karena bernad yg menjahati nya, ketika dia ingin bertemu dan merasakan kasih sayang ayan dan ibu kandung nya, ketika dia ingin merasakan kehangatan keluarga yg selama ini dia ingin kan, tapi takdir berkata lain.. Dia garus jehilangan nyawa nya sebelum itu terjadi di hidup nya..
mata nya yg tertutup rapat seolah memperlihat kan beban yg dia hadapi.. bibir nya tersenyum saat ajal menjemput nya, seolah ingin berkaa"Aku bebas, kini aku tidak akan lagi terikat dengan kehidupan yg rumit ini... Aku pergi membawa rasa sakit ku dan aku pergi membawa semua jenangan yg manis atau pun pahit.. Semua. Nya sudah aku rasakan di hidup ku, luka mana lagi yg belum pernah aku rasa kan, aku bahkan di jual oleh panan ku sendiri, aku di culik ketija bayi, dan aku tidak pernah tahu rasa nya di sayangi dengan ketulusan, kini aku pergi membawa semua nya, luka-luka itu akan aku bawa jauh.. Tugas ku sudah selesai di dunia ini... Mungkin aku bisa merasakan kebAhagian jika aku berada di dunia yg berbeda..." semua ucapan itu terbersit dalam ingatan nya , ketika dia melihat wanita yg melahirkan nya, untuk pertama dan terakhir kali nya, setidak nya Qinara pernah melihaat wajah adinda, dan merasakan pelukan hangat nya, setidak nya dia pernah melihat senyuman ibu nya di saat- saat terakhir hidup nya..
Senyuman di wajah cantik Qinara menyiratkan sejuta makna, dia tidak akan pernah lagi merasakan sakit dan juga kesepian di hidup nya, Qinara telah terlepas dari itu semua...
Namun dia kini meninggal luka untuk orang-orang yg menyayangi nya, ayah dan ibu nya, yg benar-benar merasakan kebhilangan tg teramat dalam.. Qirana saudara kembar nya, yg tidak berhenti menangis ... dia tidak rela melihat kepergia. Kakak nya itu, dan juga ada Andara yg hingga saat ini masih belum tahu tentang kematian gadis nya itu, jika saja dia tahu, sudah pasti dia yg paling amat kehilangan dan juga nerasa bersalaah pada gadis itu..
Dan itu pula yg nanti nya akan merubah segala hidup nya, Andara tidak pernah bisa hidup dan jauh dari gadis itu.. Namun Qirana masih belum memberi tahu kan tentang kematian kajak kembar nya itu, dia sama sekali tidak ingat pada Andara, dia larut dalam kesedihan nya.. Dan dia masih tidak mempercayai kejadian yg berlalu begitu cepat itu..
Sebuah mobil alpard hitam berhenti tepat di sebuah rumah mewah , turun lah satu laki-laki yg berpakaian serba putih itu, dia menekat bel pintu rumah itu berkali-kali namun tidak ada yg membuka pintu tersebut,
__ADS_1
Namun sesaat laki-laki itu hendak pergi, datanglah satu orang pembantu di rumah itu entah dari maba dia pergi, namun pembantu itu nengenal pria tersebut..
"Tuan Devin...!!" ucap nya menyapa.. Pembantu tua itu mempersilahjan Devin nasuk ke dalam.. dia tidak tahu jika devin tidak datang sendirian saat itu...
"Bi. Apakah nona Qiraba ada di dalam..?!" tanya nya, pembantu itu terdiam... "Non Rana tidak ada tuan, dia sekeluargaa tengah menghadiri pemakaman..!!!" jawab nya.. Devin terkejut dia menepis fikiran buruk nya, "Pemakaman...? siapa yg meninggal bi..? dan di mana tempat nya..!!" tanya nya..
"Yg meninggal putri tuan Stevan yg telah menghilang, dua hari yg lalu dia datang je rumah ini , namun entah apa yg terjadj, dia terluja dan meninggal setelah mendapatjan perawatan, dan di hari berikut nya non rana pulsng dari london di saat saudada kembar nya sudah meninggal dunia, non rana sangat terpukul sekali.. baiklah tuan saya ajan catatkan alamat nya untuk tuan.." jawab pembantu itu.. Devin tidak bisa berkata apa-apa lagi dia tidak menyangka jika Qinara meninggal.. Tapi yg dia bingungjan adalah, bagaimana dia memberi tahu jan nya pada Andara, kakak nya itu pasti akan sangat terkejut dan juga terpukul...
Devin kembali ke mobil nya dengan alamat yg di berikan oleh pembantu itu. Dia ternenubg saat melihat Andara tertidur di samping nya, "Bagaimaba aku memberi tahu mu tentang ini? Kau pasti akan sangat terkejut..!! Dan di pemakaman itu pun pasti ada ayah.." batin nya...
Devin tidak banyak bicara, dia langsung mengemudikan mobil nya ke alamat yg di bawa nya, tidak begitu lama, mereka telah sampai di sana, Devin masih belum keluar dari mobil nya, ia bingung harus memberi tahukan nya pada Andara..
__ADS_1
Tapi Devin akhir nya memberanikan diri nya untuk bicara dan membangun kan kakak nya itu.. "Kak Andara.. Bangun kita sudah sampai..!!" ucap nya membangun kan, Andara nembuka nata nya, dja terkejut melihat apa yg kini ada di depan nya, "Kenapa kita ke sini..? Bukan nya kita harus pergi untuk mlihat Qinara?!" tanya nya Devin menarik bafas panjang,
"Qinara meninggal..,!! Dan kini keluarga nya tengah memakam kan nya di sini..!!" jawab nya menunduk sedih.. Andara terkejut mendengar nya, perasaan sakit mendengar jawaban devin tadi..
"Apa kata mu..? Qinara meninggal...!! tidak mungkin nara tidak mungkin meninggal...!!" ucap nya terbata tidak percaya.. Devin tidak bisa menjawab lagi.. Andara ingin segera turun untuk melihat nya sendiri namunDevin menahan nya..
"Tunggu dulu kak, di sana pasti. Ada ayah.. Aku lupa memberitahu mu, jika perusahaan ayah dan juga oerusahaan ayah nya Qinara kerja sama. Kau juga mengenal om stevan bukan..?!" ucap nya.. Andara terkejut sekali, dia tidak menyangka jika Qinara adalah putri dari steven teman dekat ayah mereka, Fahri...
"Jadi Qinara dan juga Qirana adalah putri om Stevan..!! Jika saja aku tahu lebih awal, sejak dia menjadk sandera ku, aku akan langsung mengembalikan nya pada om stevan, aku tidak akan membiarkan nya di london bersama ku saat itu..," ucaap nya Devin hanya terdiam... Mereka lebih memilih untuk menunggu hingga acara pemakanan nya selesai,..
Bersambung
__ADS_1