
Bernad tertawa penuh kemenangan ia membawa pergi Qinara.. Ia mengikat Tangan dan kaki gadis itu.. Sesekali ia melihat ke belakangg nya ia takut jka gadis itu terbangun dan memberontak pada nya.. "seharus nya obat bius nya bekerja dengan baik.. Dia tidak akan bangun sampai kita sampai di sana" batin nya Bernad semakin cepat membawa mobil itu.."aku tidak boleh kehilangan kesempatan ini.. aku sudah menunggu waktu yg sangat lama untuk mendapat kan gadis ini.. jika aku tiiddak membawa nya kali ini maka aku yg akan menjadi taruhan nya, aku yg akan kehilangan nyawa ku.. karena hutang-hutang ku tidak sanggup aku bayar.." ucap nya sendiri.. beberapa jam berlalu ia sampai di sebuah hotel di jakarta, ia membawa gadis itu masuk dengann mudah nya. ia menidurkan nya secara perlahan di sebuah ranjang berukuran besar.. ia tidak memberi tahu siapa pun kemana mereka akan membawa Qinara .. seseorang yg berpakaian serba hitam itu enunjuk nunjuk bernad.. "ini gadis yg kau janjikan itu..? kau yakin dia masih Virgin.? bos kami engingkan itu.. jika terbukti gadis ini tidak seperti yg bos kami ingin kan, kau yg akan kami kejar seolama sisa hidup mu.." ucap salah satu dari orang-orang itu.. bernad tertawa ia megangguk pasti.. "aku bisa pastikan itu.. dia masih ting-ting.. aku menjamin nya.. tapi sebagai ganti nya, semua hutang ku lunas kan..! aku tidak akan lagi berurusan dengan kalian kan..?" tanya nya.. para orang-orang itu mengangguk dan menyuruh Bernad pergi dari sana.. mareka memindah kan Qinara ke sebuah kursi roda dan membawa nya keluar dari hotel itu.. agar tidak ada yg mencurigai mereka..
Mereka memindah kan Qinara ke sebuah mobil dan membawa nya ke sebuah bandara mereka menaiki pesawat pribadi mereka.. dan membaa Qinara pergi jauh dari tempat itu.. mereka membawa nya ke sebah negara yg tidak ada yg mengenal gadis itu.. Qinara masih belum sadar kan diri nya.. sementaraa bernad ia bisa bernafas dengan lega karena dia terbebas dari hutang-hutang nya, karena menjual Qinara pada orang-orang itu.. ia pun ikut menghilang dari pandangan Steven dan juga Tiara.. tidak lupa ia meninggal kan surat cerai yg sudah iaa tanda tangani untuk tiara.. ia pergi setelah membawa Qinara bersama nya..
sementara itu di desa Tiara.. tiara menangis mencari keberadaan Qinara.. ia terus memutari jalanan yg biasa Bernad lalui dan juga teman-teman Qinara.. tanpa dia tahu jika selama ini putri nya tidak mmemiliki seorang temanpun di sekolah itu.. semua teman nya bpun tidak mengetahui jika Qinara menngundur kan diri dari sekolah nya itu.. Tiara sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.. ia pulang kembali ke rumahh nya berharap Qinara sudah menunggu nya seperti biasa nya..
__ADS_1
Sementara Steven dan Qirana mencari ke kosan Friska.. mereka kembali ke jakarta dan langsung menuju rumah Frisks..Qirana mengetuk pintu nya dengan kasar.. "Friska.. Friska buka pintu nya.. kak Nara.. kak Nara.." teriak nya Friska terkejut mendengar nya ia denga cepat membuka pintu nya.. ia terkejut saat melihat Rana bersama ayah nya.. "Ada apa ini../ kenapa kau mengetuk pintu ku keras sekai..?" tanya nya dengan wajah yg masih mengantuk..
Qirana langsung asuk ke dalam bya ia mencari keberadaan Qinara.. "tidak ada ayah.. kak Nara tidak ada di sini..!!" ucap nya.. Steven terdiam. ""tunggu dulu apa maksud mu ..? bukan nya tadi nara pergi bersama mu,..? dia belum kembali sejak kemarin aku fikir Nara bersama mu..? apa maksud mu dia tiddak da..? nara kemana..?" tanya Friska panik.. Qirana terdiam ia terduduk lemas.. dan menangis.. "kak nara menghilang.. dia menghilang, aku sudah mencari nya kemana-mana ke hotel tempat nya bekerja dan ke sini tapi kami tidak menemukan nya.." ucap nya.. Friska terkejut mendengar nya..
"Seharus nya aku tidak mengajak nya ke desa itu.. seharus nya aku membiar kan nya di sini,.. jika aku tidak mengajak nya, kakak ku tidak akan hilang lagi.." ucap nya menangis.. Friska memeluk nya.. "tenang kau jangan menangis. kita akan mencari nya.. jika dia sudah hilang dari kemarin bukan kah sudah bisa melapor kan nya ke polis..? ini kan sudah lebih dari 24 jam..?" tanya Friska.. Steven merangkul Qinara.. "ttenang lah, nanti ita akan melapor kan kehilangan nya, kau lebih baik pulang.. ayah akan mencari dan mengurus nnya.. maaf kan kami mengganggu mu.. tokong hubungi kami jika kau mengetahui tentang Qinara.." ucap nya.. sembari memapah Qirana.. Friska mengangguk..
__ADS_1
Pria itu mendekati nya namun Qinara memundurkan beberapa langkah dari nya.. "Jika di lihat-lihat kau itu cantik juga ya, tapi kenapa si bernad sialan itu menjual mu pada ku..? kau harus tahu, laki-laki brengsek itu menjual mu dan menjadi kan mu jaminan untuk membayar semua hutang nya pada ku." ucap nya...
"Kau terlihat gadis yg baik.. Aku tidak akan menyentuh mu... walau pun semua orang di sini tahu jika seseorang membayar hutang-hutang nya dengan seorang wanita, berarti wanita itu harus melayani ku... tapi tidak dengan mu.. Aku tidak akan menyentuh mu... Kau hanya perlu menuruti perintah ku.. tanpa harus melayani ku. Aku akan menyentuh ku jika kau yg mengizin kan nya..." ucap nya..
Qinara terdiam.. Ia menangis mendengar nya... Ia tidak percaya jika bernad tega melakukan itu pada nya... "Tidak... Kau tidak boleh menangis.. Aku tidak suka melihat wanita menangis di depan ku.." ucap nya pelan.. Namun Qinara tetap menangis ia tidak mendengar kan ucapan laki-laki itu...
__ADS_1
"AKU BILANG JANGAN MENANGIS... JANGAN MENABGIS... KAU HARUS BERHENTI MEBANGIS... " teriak nya mengagetkan Qinara.. Ia langsung terdiam dan menghapuss air mata nya.. Pria itu menatap tajam pada nya, Qinara menunduk ketakutan..
bersambung