
Sementara itu di Indonesia Kirana termenung seorang diri sejak Dia kehilangan Nara dia menjadi banyak diam sifatnya yang dulunya ceria dan juga riang Kini dia hanya terdiam Kirana banyak menghabiskan waktu berdiam diri di kamarnya dia menyesali Mengapa di saat kejadian itu dia tidak langsung mengejar Kinara Jika saja pada saat itu Kirana mengejarnya langsung Mungkin dia tidak akan kehilangannya apalagi Di saat dia tahu jika kembaran itu sudah meninggal karena kecelakaan bersama Bernard setahun yang lalu dia tambah menyesal karena dialah yang mengajak Kinara pergi ke desa itu untuk menanyakan kejadiannya pada Tiara
"Aku sangat merindukan Kinara Mengapa baru juga Sebentar aku bertemu dan mengenalnya tapi aku sudah harus kehilangannya lagi baru saja aku merasa tidak kesepian tetapi kini aku sendirian lagi aku memang bodoh seharusnya aku tidak mengajaknya ke desa itu Jika saja aku membiarkannya bersama Friska dulu Aku tidak akan kehilangan kakakku dan mungkin Sekarang dia ada di sini bersamaku" ucapnya sendiri
Steven memperhatikan putrinya dari kejauhan dia tahu perasaan Kirana perasaan bersalah itu tidak akan mungkin pernah hilang karena Kirana lah yang paling merasa bersalah pada saat kejadian itu dulu Sudah beberapa kali Steven bicara pada putrinya jika itu memang bukan salahnya tetapi memang Kirana tetap rasakan perasaan itu apalagi setelah Bernard mengatakan yang sebenarnya pada Steven jika Kinara sudah meninggal kecelakaan bersamanya dulu
Adinda memang sempat membawa pergi Bernard dan mengurungnya tetapi laki-laki itu berhasil melarikan diri tetapi Bernard malah bertemu dengan Steven dan setelah Steven mengetahui jika Kinar telah meninggal dia menjelaskan Adiknya sendiri ke penjara untuk membuatnya Jera dan tidak lagi mengganggu keluarganya
Steven menghampiri Kirana Dia menepuk pundak gadis itu Kirana hanya menoleh menatap Sendu pada ayahnya "Ada apa sayang kenapa Kok melamun terus ?apa Kau Masih memikirkan kembaranmu ?Janganlah terus terkurung dalam rasa bersalah Kirana jika kau begitu terus maka Kinara tidak akan tenang di sana kau harus belajar mengikhlaskannya belajar merelakan kepergiannya karena itu pun bukan kesalahanmu dan kau pun tahu Bernard sudah ada di dalam jeruji besi kita sudah menghukum orang yang telah menghilangkan nyawa kembaranmu kau sudah memilih Di mana kau akan berkuliah nanti kau harus mencari suasana baru agar kau bisa melupakan kesedihanmu Ayah ada di sini sayang bersamamu ayah tidak akan meninggalkanmu karena ayah akan menjaga Putri ayah satu-satunya Ayah tidak mau kehilangan lagi dirimu seperti ayah kehilangan Kinara yang belum sempat ayah peluk ataupun menyayanginya seperti ayah menyayangimu yang seharusnya merasa bersalah itu aku Ayah sudah tahu jika dia masih hidup tetapi ayah malah membiarkannya dan terjadi seperti ini Ayah tidak bisa melindunginya" ucap Steven
__ADS_1
Kirana hanya terdiam dia tidak menjawab Apapun Yang Ayahnya ucapkan dia menatap sendu ke arah luar jendela wajahnya terlihat sedih walaupun sudah satu tahun berlalu tapi kesedihan itu masih terpancar dari matanya
Kirana berjalan mengambil sesuatu dari tasnya dia mengeluarkan secari kertas pendaftaran kuliah di luar negeri dia memilih untuk pergi dan meninggalkan Indonesia agar dia bisa melupakan Kinara melupakan kesedihannya karena kehilangan kakaknya tersebut dia memberikannya pada Steven ,dan Steven langsung melihatnya dia tersenyum dengan berat hati Steven mengizinkan putrinya untuk pergi kuliah dan jauh dari mereka karena Steven tahu Kirana harus bisa melanjutkan kehidupannya .
"London ...?! Kau memilih kota dan kampus yang bagus untuk kuliah rana..baiklah jika ini sudah menjadi keputusanmu ayah akan segera mengurus semua keperluanmu kebetulan Ayah juga memiliki satu buah apartemen di sana yang bisa kau tinggali nanti Saat Kau kuliah di sana" ucap Steven Gadis itu hanya tersenyum dia memeluk ayahnya dengan dia tahu pasti Steven akan mengijinkannya pergi kuliah di luar negeri tapi tidak dengan Adinda Kirana yakin jika ibunya tersebut akan melarangnya jauh dari dirinya karena Adinda tidak mungkin membiarkan Gadis itu sendirian apalagi itu di luar negeri dan jauh darinya
Stefan mengerti perasaan putrinya tersebut dia mengelus rambut panjang putrinya ada sebuah kekhawatiran di sana jangan terlihat dari mata putrinya itu dan dia mencoba untuk menenangkan dan mencari kepercayaan pada putrinya "kau tenang saja biar Ayah yang akan bicara pada Ibumu nanti Kirana kau tunggu saja di sini Ayah yakin jika ibumu nanti pasti akan mengizinkan kau berkuliah di London Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu semua ayah akan mengurusnya untukmu" jawab Steven dia langsung pergi meninggalkan kamar itu dan membawa secarik kertas yang Kirana berikan
Gadis itu tersenyum dia yakin jika ayahnya yang bicara pada ibunya mau tidak mau Adinda pasti akan mengizinkan Kirana kuliah di sana karena Adinda tidak bisa membantah semua keputusan yang Steven berikan pada keluarga itu
__ADS_1
Sementara itu di London Kinara Tengah disibukan dengan pekerjaannya dia yang mengurus pekerjaan Andara selama Andara tidak pergi ke kantornya sebenarnya Kinara telah mengganti semua foto botol wine yang ada di kantor itu dan rumahnya karena Gadis itu yakin seseorang telah memasukkan obat itu ke dalam minuman Andara
Sementara itu Zena menatap sinis pada Kinara Dia terlihat cemburu pada gadis itu karena sejak dia tinggal di rumah itu antara lebih memperhatikan Kinara daripada dirinya Terkadang juga Andara sengaja bermesraan di depannya untuk membuat Sena pergi dari rumah itu dia menghampiri Kinara yang sibuk menyusun berkas-berkas yang akan dibawa oleh Andara meeting siang ini
Dengan sengaja Zena menumpahkan kopi yang dia bawa di tangannya ke baju Kinara Gadis itu terkejut mendapatinya dia menatap marah pada jena "Apa yang kau lakukan kau mengotori pakaianku sebentar lagi aku akan pergi meeting bersama Tuhan Andara tapi kau malah melakukannya kau sengaja !!!" teriaknya marah namun zaena malah tertawa kegirangan dia senang melihat Kinara susah Gadis itu tidak menjawab semua ucapan Kinara dan berlalu begitu saja tanpa memperdulikan amarah Kinara apa adanya
Andara melihat semua kejadian itu dia mengambil satu botol minuman dan mengejar Zena byuuur.... Andara menyiram zena menggunakan air yang dia bawa tadi tak hingga Zena basah kuyup "aku sudah memperingatkanmu Jangan pernah menyentuh Gadisku karena Satu helai pun kau menyentuhnya aku akan langsung membalasnya seperti sekarang" ucapnya geram Zena hanya terdiam dia tidak bisa menjawabnya
Bersambung
__ADS_1