
malam itu Qinara berjalan seorang diri ia menyusuri jalanan sepi menuju istana megah milik tuan Andara.. rambut nya yg tergerai indah menandakan kecantikan nya yg memancar dari diri nya.. mata nya yg bulat hidung nya yg mancung juga bibir mungil nya yg terlihat seksi membuat siapa saja ingin merengkuh dan mencium nya, Andara benar-benar memerlakukan Qinara bak ratu di rumah itu.. entah karena mungkin Andara mulai memiliki perasaan pada gadis polos itu..
Ceklek pintu itu terbuka dengan lebar nya.. para pelayan menyambut kedatangan nya.. Qinara hanya tersenyum ramah pada mereka.. "apa tuan Andara sudah pulang..? aku tadi membeli dulu sesuatu untuk nya.. bukan kah malam ini hari ulang tahun nya..? tolong siap kan pesta kecil untuk tuan Andara ya.. aku harus membersihkan dulu diri ku sendiri.." ucap nya.. para pelayan itu hanya mengangguk setuju.. Qinara pergi meeninggal kan mereka.. ia kembali ke kamar nya..
Qinara masuk ke dalam kamar itu, ia terkejut karena melihat Andara yg tertidur di dalam kamar itu.. "Tuan Andara kenapa tidur di sini..? ini bukan kamar mu..?" ucap nnya.. namun Andara tidak mengubris nya, ia tetap menutup mata nya rapat.. Qinara terlihat kesal, ia tidak menghirau kan nya, ia lebih memilih langsung saja masuk ke dalaam kamar mandi yg ada di kamar itu.. Andara tersenyum kecil.. "seperti nya nona kecil itu kesal pada ku..? dia tidak bawa sesuatu kah di hari spesial ku hari ini..? atau mungkin dia tidak tahu jika aku berulang tahun hari ini.." batin nya.. Andara larut dalam pemikiran nya sendiri.. ia tidak pernah akan mengira jika gadis kecil seperti Qinara lah yg bisa merebut hati nya dan menyembuh kan luka nya.. namun dia belum berani untuk mengungkap kan nnya.. ia takut jika perasaan nya hanya akan sepihak.. Andara lebih menikmati nya keadaan yg seperti ini.. dia bisa lebih dekat dengan gadis itu.. sudah hampir satu tahun mereka tinggal bersama.. entah apakah buih-buih cinta hadir di perasaan gadis itu. Andara tidak pernah tahu itu..
beberapa saat kemudian Qinara keluar dari toilet itu dia telah selesai mandi.. ia masih melihat tuan nya itu tertidur.. Qinara mencoba untuk tidak memperhatikan nya.. Ia sibuk merias diri nya di depan cermin itu. dengan mengguna kan piayama nya.. Andara yg kini sedikit kesal melihat nya.. Qinara benar-benar tidak memperhatikan nya.. ia terbangun dan menghampiri gadis itu.. "kenapa kau itu dingin sekali..? kau tidak tahu hari ini hari apa..? tidak mau kah kau merayakan nya dengan ku..?" ucap nya.. yg kini memeluk Qinara dari belakang..
__ADS_1
Gadis itu tersenyum kecil.. "aku sudah menyiap kan sesuatu untuk tuan.. jadi lebih baik tuan sekarang bersiap" jawab nya.. Andara tersenyum sumringah ia langsung keluar dari kama gadis itu ia menoleh saat berada di depan pintu kamar itu.. "kau cantik sekali.. indah sekali..kau pantas memakai gaun itu.." ucap nya.. Qinara pun tersenyum mendengar nya.. Andara segera keluar dari kamar itu.. Qinara hanya menatap diri nya.. "sudah setahun.. apa di sana ada yg mengingat ku..? apa ibu ku baik-baik saja..?" batin nya.. Qinara sebenar nya merindukan keluarga nya.. tapi dia juga tidak mungkin bisa kembali begitu saja.. Andara pasti tidak mengizin kan nya..
Qinara menepis fikiran nya ia keluar dari kamar nya untuk membantu para pelayan itu menyiap kan pesta kejjutan untuk ANdara.. ia berjalan anggun menggunakan gaun yg di pesan husus untuk nya oleh Andara beberapa hari yg lalu semua pelayan yg melihat nya berdecak kagum melihat nya.. "apa sudah selesai semua nya..?" tanya nya.. para pelayan itu hanya mengangguk.. "baiklah" jawab nya. ia sendiri yg membawa kue tart nya dan menghampiri Andara..
"Selamat ulang tahun Tuan...!! Semoga tuan selalu bahagia dan di kelilingi oleh hal - hal baik..." ucap nya, ia menyodor kan kue itu dengan lilin yg menyala... Andara tersenyum melihat nya, dan segera meniup lilin itu hingga padam.. Semua orang yg ada di tempat itu tersenyum karena untuk pertama kali nya mereka melihat Andara sumringah seperti itu...
"Terima kasih Qinara aku beruntung kau ada di sini" ucap nya, Qinara berhambur memeluk nya, entah datang dari mana rasa nyaman itu... Dia begitu nyaman beraaa di pelukan Andara... Andara hanya menatap sendu gadis itu...
__ADS_1
Ia terlihat membawa satu buket bunga di tangan nya.. "Di mana Andara?!" tanya nya pada pelayan itu.. Kepala pelayan itu tidak menjawab, ia masih terkejut dengan kehadiran wanita itu..
Wanita itu masuk ke dalam mencari Andara, ia terkejut saat melihat Andara asik berpelukan dengan Qinara, ia sedikit berlari menghampiri nya dan mendorong Qinara hingga terjatuh.. "Baby selamat ulang tahun.. Aku datang untuk mu" ucap nya, ia langsung memeluk Andara tanpa memperdulikan Qinara yg terjatuh di samping nya... Andara juga terkejut karena kedatangan wanita itu yg mendadak... Ia menatap Qinara yg berupaya untuk bangun..
Andara mendorong wanita itu.. "Qinara kau tidak apa-Apa?!" tanya nya menjulurkan tangan nya untuk membantu Qinara berdiri.. Namun tangan itu di trpis oleh wanita itu.. Qinara mencooba tersenyum.. "Aku tidak apa -apa tuan.!! Tapi siapa nona ini?!" tanya nya...
Wanita itu tersenyum.. "Aku Zena.. Aku kekasih Andara... Dan kau siapa? kenapa kau memeluk kekasih ku adik kecil..?!" tanya nya ... Qinara terdiam. Ia tidak menjawab.. Andara melihat ketidak nyamanan dari wajah Qinara, namun Qinara mencoba untuk menutupi nya... "Saya Qinara asusten tuan Andara.. kalau begitu silahkan habiskan waktu kalian berdua aku pergi dulu" jawab nya,. Qinara langsung saja meninggal kan tempat itu dia tidak ingin mengganggu pasangan kekasih itu... Walau pun di hati dan perasaan nya Qinara merasa tidak nyaman melihat wanita yg bernama Zena itu muncul tiba-tiba..
__ADS_1
Andara memandangi Zena ia terlihat geram pada wanita itu, Andara nengambil wine nya ia langsung meminum.nya,, "Untuk apa kau kemari lagi.? Hubungan kita sudah selesai saat kau lebih memilih tidur dengan laki-laki itu.. Aku tidak pernah mengharap kan mu kembali ke sini... Jadi pergi lah, sebelum aku bertindak kasar pada mu, aku muak, aku tidak ingin melihat mu menginjak kan kaki mu lagi di sini..." ucap nya tegas... Wanita itu hanya tersenyum mendengar nya...
Bersambung