
Steven terdiam ia sedih saat melihat Tiara terluka.. ia membawa nya pergi dari rumah itu.. Steven mengobati luka-luka tiara.. ia terus memandangi wajah lebam Tiara. "maafkan aku karena aku tidak busa melindungi mmu..!! tidak seharus nya aku menyuruh Bernad untuk ikut mencari anak itu.. tapi Tiara tolong katakan sejujur nya pada ku.. jika apa yg di katakan bernad itu tidak benar..? putri mu itu bukan putri ku kan..? kau tidak menculik nya kan..?" tanya nya dengan tatapan penuh harap jika apa yg adik nya itu katakan tidak lah benar.. Tiara terdiam.. ia ragu untuk menjawab nya..
Hmm.. ia menarik nafas panjang.. "iya dia anak mu.. Qinara adalah anak mu.. dahulu 17 tahun yg lalu aku mmenculik nya, aku berpura-pura menjadi perawat di rumah sakit itu.. dan aku yg memalsukan ke;lahirann ank kembar itu.. tapi aku tidak menukar kan bayi itu dengan bayi yg sudah meninggal.. aku tidak melakukan nya.. aku hanya membawa nya pergi dan merawat nya.. ku tidak tahu setan apa yg merasuki ku saat itu, aku baru saja kehilangan anak ku.. dan tiba-tiba saja aku mendengar mu menikah dengan wanita lain.. dengan Adinda.. aku kecewa aku berfikiran salah saat itu.. seharus nya aku tidak melakukan itu.. anak itu tidak bersalah.. kau tahu bagaimana hati seorang ibu saat kehiangan anak nya,.. saat darah itu keluar dari rahium ku..saat itu yg ku ingat kita lah yg akan memiliki anak kembar, tapi entah mengapa anak itu gugur saat belum waktu nya keluar.. aku bahkan telah memberi nya sebuah nama.. da aku sempaat memberi tahu mu itu.. Qinara dan Qirana.. adalah nama yg aku siap kan untuk anak kita.. tapi setelah aku mendengar pernikahan mu dengan wanita itu.. dan aku tahu jika wanita itu hamil anak mu.. aku ingin membalas nya,.. wanita itu telah merebut mu dan aku juga kehilangan anak ku..darah daging ku dan diri mu.. aku memang wanita yg tidak sempurna.. pekerjaan ku kotor dan hina.. tapi kau juga tahu aku terpaksa melakukan nya.. tappi aku menjaga dan merawat anak itu dengan baik.. aku menyayangi nya, aku menganggap nya seperti putri ku sendiri.. karena sejak aku membawa nya dari rumah sakit itu, aku sudah berniat untuk merawat nya.. seperti putri ku sendiri.. jika kau ingin mengambil nya, silah kan.. tapi tolong jangan sakiti dia dan izin kan aku untuk bertemu dengan nya sesekali.. tapi Steven.. aku tidak tahu keberadaan nya saat ini..!! au sungguh-sungguh tidak tahu.. diapergi entah kemana, aku memang menyuruh nya pergi karena Bernad mengancam ku saat itu, akku tidak pernah percaya jika Qirana sakit keras, seperti yg dia katakan.. yg aku takut kan hanyalah dia akan membawa Qinara pergi dan menyakiti nya.. karena BErnad pun pernah hampir melakukan nya pada putri ku.. jika nuri tidak datang, aku tidak tahu bagaimana nasib Qinara saat itu.." jawab nya..
Steven terdiam.. ia berfikir.. "putrimu Qinara.. dia sekaranng berada di jakarta.. dan dia bekerja di hotel milik Fahri.. teman ku.. kau ingat dia kan.,. dan tanpa aku mencari nya Qinara dan Qirana bertemu dengan sendiri nya.. kau tenang saja.. aku yg akan menjaga nya mulai sekarang, aku tidak akan membiar kan siapa pun menyentuh nya.. tiara kau tahu,.. aku sengaja memberi nama Qirana pada putri ku, karena aku selalu mengingat diri mu.. dengan menamai putri ku nama yg kau berikan untuk anak kita dulu.. membuat ku tidak akan pernah melupakan mu.. da tidak ku sangka jika kau juga memberi nya nama Qinara." jawab Steven..
__ADS_1
Tiara terdiam.. "sesungguh nya aku pun sama seperti mu.. aku tidak pernah bisa melupakan mu.. bahkan hingga saat ini pun perasaan ku masih sama.. aku masih mencintai mu. aaku tidak pernah mencintai bernad, karena aku juga tahu bernad tidak pernah mencintai ku.. dia hanya ingin membuat mu terluka dengan menikahi ku..!! kau juga harus tahu.. sebulan setelah kita menikah, bernad pergi meninggal kan ku dan bermain wanita.. aneh rasa nya bila dia tiba-tiba saja dia kembali dan mengganggu ku.. aku yakin dia memiliki rencana lain pada Qinara.. dan tolong aku, tolong jangan kata kan pada Qinara jika aku menculik nya dulu.. aku tidak ingin dia membenci ku.." ucap nya.. Steven hanya mengangguk..
"Baiklah, aku tidak akan mengatakan apa pun pada anak itu.. mulai saat ini aku yg akan menjaga nya .. kau tenang saja, aku ayah nya..kau tidak perlu menghawatir kan itu Tiara.." ucap nya.. tiba-tiba saja kaca spion itu di ketuk dari luar oleh seseorang.. Steven menoleh pada suara ketukan itu... ia terkejut saat melihat Qirana berdiri di hadapan nya.. ia langsung saja membuka pintu nya..
"Dia itu teman ayah.. dia wanita yg merawat Qinara.. ayah sudah bertanya pada nya , dia menemukan Qinara saat itu dan membawa Qinara pulang dan merawat nya, kita salah paham pada nya selama ini.. dia tidak menculik kakak mu.. justru dia yg menolong dan membesar kan nya.." jelas Steven, ia berharap Qirana percaya pada nya.. Namun Qirana tidak semudahh itu percaya dengan ucapan nya.. "lalu kenapa tidak antar kan saja akakak ku itu..? kenapa harus merawat nya..?" tanya nnya menyelidik..
__ADS_1
tanpa mereka ketahui Qinara mendengar semua itu.. dia menangis sendiii. "jadi benar, aku bukan lah anak ibu.. dan benar jika Qirana dan laki-laki itu adalah keluarga ku yg sebenar nya.." ucap nya pelan.. Steven terdam.. "karena saat aku akan mengantar kan kakak mu kalian sudah tidak ada di rumah itu.. kalian semua pergi ke luar negri.." jawab Tiara.. Qirana terdiam.. namun tiba-tiba saja pintu mobil Qirana terbuka.. Qinara keluar dari mobil itu.. "lalu kenapa ibu merahasia kan nya selama ini..? jika aku bukan aak kandung ibu kenapa ibu menutupi nya selama ini..?" tanya Nara.. ia tidak percaya dengan jawabban yg tiara ucap kan tadi..
Tiara terkejut melihat nara keluar dari mobil itu dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.. dia tahu semua kenyataan itu pasti menyakiti perasaan Qinara saat itu..
Bersambung
__ADS_1