
Beberapa hari kemudian Adinda masih juga belum ditemukan Steven sudah mencarinya ke mana-mana namun Adinda dan juga mobilnya belum ditemukan oleh pihak Kepolisian dia bahkan sudah melaporkan kehilangan Adinda pada Kantor Polisi terdekat, Kirana juga menjadi sangat khawatir karena ibunya menghilang Sudah hampir 1 minggu Adinda menghilang dan tidak juga kembali ke rumah itu Kirana ataupun Steven tidak bisa menghubunginya karena sejak dianya malam itu ponselnya tidak bisa dihubungi
Kirana hanya bisa menangis tersedu-sedu saat mengingat ibunya yang masih belum juga ditemukan dia pun ikut mencari keberadaan Ibumu dan bertanya pada saudara-saudara atau mungkin teman-teman ibunya siapa tahu ada yang melihat Adinda atau mendatangi mereka namun jawaban mereka tidak ada Adinda menghilang bagaikan Ditelan Bumi ,tidak ada yang tahu kejadian yang menimpa Adinda karena pihak kepolisian pun tidak bisa melacak keberadaan mobil tersebut ,mobil yang dibawa oleh Adinda pada malam itu
Deringan ponsel mengagetkan Steven dari tidurnya ,rasanya dia sudah lelah mencari istrinya kemana-mana dan Steven pun tidak tidur untuk beberapa hari karena Mencari keberadaannya namun satu dengan ponsel membangunkannya dan dia berharap jika panggilan telepon tersebut adalah istrinya mau bagaimanapun Adinda masih menjadi istri sahnya dia juga tidak meminta Adinda untuk pergi ataupun meninggalkannya Steven hanya marah saat itu tetapi Adinda yang memilih pergi dan meninggalkan Steven
Steven mengangkat telepon tersebut yang ternyata panggilan itu berasal dari pihak Kepolisian mereka mengatakan jika mereka menemukan satu unit mobil yang tenggelam di dasar sungai yang jauh dari rumah mereka dan di dalam mobil tersebut terdapat dua mayat laki-laki dan perempuan yang mereka sangka adalah salah satunya Adinda
Steven langsung berlari lokasi yang dikirimkan oleh pihak kepolisian padanya namun dia belum memberitahukannya pada putrinya karena dia takut istrinya akan terguncang jika mengetahui mayat itu adalah ibunya
__ADS_1
Steven datang sendirian ke tempat itu dia ingin memastikan jika mayat yang ditemukan adalah Adinda dengan perlahan dia melihat mayat yang hampir membusuk tersebut dan betapa terkejutnya dia saat melihat pakaian yang dipakai oleh wanita yang ada di dalam mobil tersebut dia ingat jika itu adalah pakaian yang terakhir kali Adinda pakai seminggu yang lalu sebelum dia menghilang Steven menutup matanya sendiri dia tidak percaya jika Adinda sudah tidak ada lagi di kehidupan nya
Steven juga melihat satu Mayat laki-laki yang berada di bangku sebelah Adinda dan tambah terkejutnya dia saat mengetahui laki-laki itu juga adalah bernad, "Ya Tuhan apa yang sebenarnya terjadi padamu Adinda ?Mengapa kau bisa bersama Bernard !Apakah kau kecelakaan atau terjadi sesuatu pada kalian berdua ?apa yang harus aku Jelaskan pada akhir anak nanti jika dia tahu ibunya sudah tidak ada ?Mengapa kau lakukan ini pada kami Adinda ?Kenapa kau pergi begitu cepat meninggalkanku ?Aku tidak marah padamu ,aku tidak mengusirmu dan aku tidak Inginkan kau pergi seperti ini ,tapi kenapa kau pergi dan meninggalkanku sendiri ,Apa yang akan terjadi jika Kirana tahu semuanya !!dan apa yang harus aku jelaskan padanya ! Kenapa kau lakukan ini," batinnya
Steven mengatakan jika mayat tersebut adalah benar mayat istrinya dan juga adiknya Bernard ,dia mengenali kedua mayat itu Steven tidak ku inginkan autopsi pada keduanya dia lebih memilih membawanya pulang dan langsung memakamkan mereka berdua dan dia juga lebih memilih untuk memberitahukan kenyataannya pada Kirana jika Dias menemukan Adinda dalam keadaan sudah meninggal dunia
wajah bingung dan juga sedih menyelimuti pikiran dan hati Steven saat dia membawa Adinda dan Bernard pulang ke rumah dia belum berani mengatakan pada fotonya tersebut jika Adinda sudah meninggal ,
Dia menatap hampa dan Sayu pada Steven Kirana menangis dan berlari ke pangkuan Steven dia memeluk erat ayahnya ... "ibu .. ibu ,ke mana ibuku yah.. Apa yang terjadi padanya ?Berita itu tidak benar kan yah ?Ibuku masih ada kan yah dia tidak meninggal ?!" ucapnya terbata menahan tangisnya
__ADS_1
Tetapi Steven tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dia lebih memilih untuk memperlihatkan jenazah Adinda pada putrinya ,belum Adinda dimakamkan di samping Kinara .. Steven tahu kepedihan yang dirasakan oleh Kirana saat itu gadis itu baru saja Kehilangan, saudara kembarnya Kinara ,dan kini dia harus kehilangan Adinda ibu yang dia cintai selama ini Steven hanya bisa memeluk dan merangkul putrinya saat dia mengajak Kirana untuk melihat jenazah ibunya yang sudah berada di depan rumah dan siap untuk dimakamkan ,namun Rana tidak mengetahui jika ibunya meninggal bersama Bernard yang dia tahu hanya Adinda seorang diri yang meninggal tenggelam karena kecelakaan mobilnya terperosok ke dalam sungai
Gadis itu menangis terus sudut-sudut dia menjerit-jerit Memanggil nama ibunya ,Steven hanya bisa memeluknya dari belakang dia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena takdir yang mengharuskan mereka menghadapi kenyataan itu ,namun Kirana mencoba untuk menguatkan hati dan perasaannya ,dia mencoba untuk mengikhlaskan kepergian ibunya
Gadis itu berjalan gontai ,saat temanku foto Adinda di tangannya dia melihat dengan mata Sayu jenazah ibunya yang dimasukkan ke dalam tanah dan dimakamkan di sebelah makam Kinara kakaknya dia bersimpuh di atasnya Kartika nisan itu sudah dipasangkan di atas makam Adinda Kirana menangis tersedu-sedu
"Kenapa kalian meninggalkan aku sendirian di sini ?aku harus ke mana jika aku merindukan kalian berdua ?ibu dan Kak Nara pasti sudah bertemu kan sekarang ?Ibu tolong jaga kakakku di sana dan Kak Nara tolong ke ibu juga di sana Tunggu Aku karena mungkin aku pun akan menyusul jika waktuku sudah tiba dan bertemu kalian kembali di atas sana ,Maafkan untuk semua kesalahanku ibu Kau adalah wanita yang baik dan hebat di hidupku ,aku banggakan aku telah menjadi Ibuku selama ini ,aku sangat menyayangimu ibu tenanglah di sana dan jagalah kakakku ..sayang dia karena kakak sangat membutuhkan ibu dan aku yakin sekarang ibu dan kakak sudah bertemu dan bersatu kembali di sana !!" ucapnya terbata
Steven hanya bisa memandang hampa pada nisan Adinda ,dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi ,dia tidak percaya akan kejadian yang begitu cepat terjadi kematian Kinara dan juga Adinda yang begitu mendadak juga dia harus menerima kenyataan jika Kirana bukanlah anak kandungnya Tetapi dia berjanji dalam hatinya dan dirinya sendiri dia akan menjaga Kirana dan membesarkannya hingga kapanpun seperti putrinya sendiri karena dia menyayangi anak itu
__ADS_1
Bersambung