Qinara kembar yg tertukar

Qinara kembar yg tertukar
bab 67: dia bukan Qirana


__ADS_3

Stevan langsung membawa masuk anak gadis ke dalam ruang


perawatan, dia sendiri yg akan mengurus nya, dia yg akan merawat nya, dia tidak


ingin jika dokter lain yg menangani nya, terlebih anak itu adalah anak yg


selama ini dia cari dan mereka rindukan, dia belum memberi tahukan pada Adinda,


jika sebenar nya gadis itu bukan lah Qirana.. Gadis itu adalah Qinara, anak yg


mereka kira telah meninggal 2 tahun  yg


lalu.. “Aku sendiri yg akan mengoprasi nya, aku yg aksan memimpin nya.. aku


tidak ingin hanya menunggu saja. Aku ingin ikut andil dalam merawat putri ku


sendiri..” ucap nya pada dokter yg lain nya.. para dokter itu mengangguk,


mereka mengerti perasaan stevan saat itu.. Qinara langsung di bawa ke ruang


operasi, karena luka tusukan nya terlalu dalam dan banyak mengeluar kan banyak


darah, yg stevan khawatir kan adalah luka itu mengenai organ vital nyaa, itu yg


bisa mengancam nyawa putri nya itu… Stvan melihat wajah putri nya itu, perasaan


nya terluka dan juga sedih,.. “ayah tidak mengira jika kau masih hidup..? tapi

__ADS_1


kenapa di saat kau mau bertemu dengan  kami, kau malah menjadi seperti ini..? sebenar nya apa yg telah kau


lalui nak..? kau sudah melalui banyak hal yg mungkin menyakiti diri mu.. dan


aku sebagai ayah mu, tidak ada di saat kau membutuh kan ku.!! Sebenar nya aku


ayah macam apa yg tidak bisa melindungi putri nnya sendiri.. aku akan mencoba


menyelamat kan mu.. kau harus sembuh..” batin nya. Mata nya berkaca-kaca


menahan tangis nya.. Stevan memulai operasi nya, dia yakin dia bisa menyelamat


Qinara.. dia berfikir dia juga tidak bisa kehilangan putri nya itu. Qinara


belum pernah mendapat kan kasih sayang yg sebenar nya, dalam lubuk hati nya,


bahkan saat bernad menculik nya dulu pun dia tidak bisa melindungi nya..


berjam-jam berlalu.. operasi nya masih belum selesai.. Sementara Adinda


menunggu dengan sangat cemas di ruang tunggu rumah sakit itu.. baju yg dia


gunakan itu penuh dengan darah Qinara, dia tidak bisa berhenti menangis, dia


takut jika terjadi sesuatu pada putri nya itu.. Namun dia masih belum


mengetahui jika anak gadis yg dia tangisi itu, adalah Qinara, putri nya yg menghilang

__ADS_1


dulu.. Sementara itu terlihat seseorang yg memperhatikan mereka dari kejauhan..


Bernad terdiam saat melihhat Adinda terus menangisi Qinara..


"Nampak nya dia sangat menyayangi anak nya itu.. tapi maf Adinda.. kau tidak akan bisa bertemu lagii dengan anak itu.. karena aku telah menusuk organ vital nya.. walau pun dia bertahan itu tidak akan lama.. aku tidak akaan membiar kan dia memberi tahu semua nya pada kalian.." batin nya,  Bernad meninggal kan rumah sakit itu.. dia merasakan kepuasan di hati nya, namun dia juga merasa aneh saat melihat Adinda menangis tadi.


Sementara itu Adinda meliat bernad, yg memperhatikan nyA sejak tadi.. dia mengikuti bernad keluar dari ruang tunggu itu.."bernad.." batin nya, dia beranjak dan mengikuti laki-laki itu..


Adinda mengejar nya, dan menariik tangan nya.. "kau yg lakukan semua ini kan..!!! kau yg melukai anak ku..? kenapa kau lakukan itu..? kenapa..!!! belum cukup kah kau menulik dan mencelakai Qinara dulu..? kenapa kau harus melukai Qirana juga..!!!" teriak nya bernad terdiam.. dia tidak mengira jikaa adinda tidak mengetahui jika yg terluka itu adalah Qinara..


"aku tidak tahu yg kau ucap kan,..? aku tidak mengerti.. aku saja baru bertemu dengan mu.. di sini. bagaimana bisa kau langsung menuduh ku begitu saja..? bagaimana bisa..!! aku memang orang jahat, tapi aku tidak melakukan apa yg kau tuduhkan pada ku.." ucap nya mengelak, dia tidak mungkin mengakui perbuatan nya pada Adinda.. namun Adinda tiddak percaya begitu saja pada ucapan bernad.. "aku tidak percaya dengan semua yg kau ucap kan.. tunggu saja jika putri ku sembuh, kau akan kembali masuk pernjara bernad.." teriak nya.. BErnad tidak menghirau kan nya.. dia pergi meninggal kan Adinda di sana..


Adinda terus menangis tersedu-sedu.. dia tidak menyangka hal itu akan terjadi di depan nya, terhadap putri nya sendiri.. Adinda kembali ke ruang tunggu itu lagi.. dia berupaya untuk tidak menangis.. dia harus kuat meleewati semua nya.  Tiidak begitu lama ,  pintu ruang operasi itu terbuka.. Stevan keluar dengan wajah yg lelah.. Adinda menghampiri nya.. "Bagaimana Qirana..? bagaimana keadaan nya..?" tanya nya.. Stevan mengambil nafas panjang..


"operasi nya berjalan lancar.. tapi keadaan nya masih sangat menghawatir kan.. dan sekarang dia dalam kondisi koma, luka tusukan nya melebar, karena mungkin dia menahan nya hingga kau membbuka pintu tadi..  sebenar nya, kondisi nya tidak bisa di bilang baik-baik saja.. kita harus siap kapan pun.. dan.. " stevan menghela nafas nya dia bersiap memberi tahu Adinda.. "dan  apa..? cepat katakan Stevan.?" ucap nya.. tidak sabar, dia sangat menghawatir kan keadaan putri nya itu..


"Dan dia bukan lah Qirana...!!! gadis yg terluka itu adalah Qinara... anak yg selama ini kita cari..  yg selama ini kita anggap meninggal, ternyata dia kembali.. Qirana saat ini tengah di perjalan menuju indonesia.. dia mengetahui jika kakak kembar nya masih hidup dan merahasia kan nya dari kita.. mungkin dia melakukan itu atas permintaan QinARA,  kita mungkin bisa mendengar kan penjelasan nya, jika Rana sudah datang ke sini.." ucap nya terbata..


Adinda terkejut mendengar nya, dia tidak menyangka jika anak itu adalah Qinara.. dia menangis sejadi, nya dia langsung memeluk stevan erat.. "putri ku.. putri ku.. tidak kau harus sembuh nak, ibu baru saja bertemu dengan mu.. ibu baru saja memeluk mu.. kau tidak boleh meninggal kan kami lagi nak.. Qinara.." lirih nya menangis sedih..  stevan hanya bisa memeluk nya, dia juga khawatir pada Qinara..


Ke esokan pagi nya Rana berlari di lorong koridor rumah sakit itu, dia mencari keberadaan ayah dan ibu nya, perasaan nya sangat khawatir dan juga takut jika terjadi sesuatu pada kembaran nya itu..


Rana terdiam saat melihat ayah dan ibu nya menutup kain pada seseorang di depan nya, "Tidak... Tidak Qinara... Tidak...!!!" ucap nya menangis.. Ia langsung menghampiri ayah dan ibu nya itu..


"Qinara...!! Qinara bangun... Kenapa kau pergi lagi ..? Kau sudah berjanji untuk terus bersama ku...!!" teriAk nya menangis saat melihat Qinara sudah terbujur kaku di sana... Rana menangis sejadi-jadi nya... "Tidak.. Kak nara, kau tidak bisa pergi... Jangan meninggalkan aku sendirian lagi kak nara...!!" teriak nya histeris...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2