Qinara kembar yg tertukar

Qinara kembar yg tertukar
Bab 8: Apa maksud mu..?


__ADS_3

Qinara berjalan menuju halte bis yg tidak terlalu jauh dari rumah itu.. Sesekali ia melihat ke belakang takut jika Tiara menyusul atau tiba-tiba saja ia bertemu dengan Nuri.. dengan cepat ia pergi dan menaiki bis itu.. "Ini tujuan jakarta ya pak.?!" tanya nya pada supir bis itu.. Supir itu hanya mengangguk "Ya neng ini bis ke jakarta...¡" jawab nya, tanpa Ragu Qinara menaiki nya...


Ia duduk di sebelah jendela, ia termenung menatap hampa ke luar jendela, saat bis itu sudah mulai berjalan "Maaf kan aku buk..! Aku pergi tanpa pamit dan jangan salah kan tante nuri jika aku tidak ada ini semua kehendak ku sendiri.. Aku ingin merubah hidup ku..!!" batin nya,


Qinara menyembunyikan buku tabungan dan uang yg dia bawa ia takut di tengah perjalanan itu dia bertemu dengan orang-orang jahat.. Dan berniat mengambil milik nya...


Beberapa jam berlalu bis itu sudah sampai di sebuah terminal di jakarta.. Qinara turun dan berjalan sendirian ia bingung harus pergi kemana.. Ia berhenti di sebuah taman dan mencari sesuatu dalam dompet nya, ia menemukan secarik kertas yg ia sengaja bawa dari rumah nya, "Ah benar ini alamat Friska di jakarta,, mungkin aku bisa menghubungi nya dan mungkin bisa menginap di rumah nya untuk beberapa hari sampai aku dapat rumah unyuk aku tinggali.." ucap nya sendiri...


Qinara menghubungi sahabat semasa sekolah menengah pertama nya itu.. Sambungan telepon itu terhubung dan terdengar suara seorang wanita dari ujung benda pipih itu...


"Hallo siapa ini..?" tanya nya... Qinara tersenyum mendengar suara yg di kenal nya itu.. "Hallo Friska ini aku Qinara... Fris aku di jakarta sekarang, tapi aku tidak tahu harus kemana?!" ucap nya...


Wanita yg ada di seberang telepon itu senang saat mendengar suara Qinara... "Agh.... Nara... Lu serius di jakarta..? lu di mana sekarang gue jemput lu.. Tunggu ya jangan kemana-mana?!!" jawab Friska..

__ADS_1


Nara tersenyum ia senang karena sahabat nya itu begitu senang dengan kedatangan nya... "Aku di terminal Gambir... Di dekat warung kecil nanti aku fotokan tempat ku, baiklah terima kasih Friska aku menunggu mu..!" jawab Qinara...


Sambungan telepon itu terputus Qinara berfikir permasalahan tempat tinggal itu sudah terselesai kan kini ia tinggal mencari pekerjaan saja.. Tidak lama kemudian Friska datang menjemput nya... Mereka saling berpelukan melepas rindu..


"Ayo naik kita langsung saja ke kontrakan ku ya,!!" ucap Ftiska... Qinara hanya mengangguk saja... Ia mengikuti ke mana sahabat nya itu pergi, tibalah mereka di sebuah rumah yg tidak terlalu besar, Qinara melihat sekeliling nya ia hanya mengikuti saja Friska yg ada di depan nya...


"Ayo masuklah...!! Aku hanya tinggal sendirian di sini.. dari pada kdu mencAri rumah kontrakan lagi dan membuang banyak biyaya lebih baik uang mu kau pakai saja untuk biayaya mu, kau tinggal dengan ku saja... NAnti Aku akan mencarikan mu pekerjaan.. Tapi apa kau tidak tertarik bekerja seperti ku..?!" tanya nya..


Qinara terdiam.. Ia masih tidak percaya jika Friska bekerja sama seperti ibu nya... "Aku tidak tahu Fris.. Aku ingin mencoba dulu untuk mencari pekerjaan lain.. Tapi jika tetap tidak ada.. Aku akan fikirkan lagi.. !!" jawab nya Friska terdiam..


Sementara itu di desa Tiara...


malam itu Tiara bergegas mencari Nuri ia mendatangi rumah nuri ketika dia pergi bekerja. "Nur.. Nuri... Buka pintu nya ." ucap nya sambil terus mengetuk pintu..

__ADS_1


Dengan wajah yg masih berantakan Nuri membuka pintu nya, Tiara langsung saja masuk ke dalam rumah itu ia mencari keberadaan Qinara.. "Nara... Qinara...!!" panggil nya Nuri terkejut mendengar ucapan itu...


"Nur di mana Nara..!! Tadi dia datang ke sini kan..? Aku menyuruh nya untuk menemui mu ke sini..!!" ucap Tiara panik ketika ia mencari keberadaan putri nya itu..


"Qinara tidak ada di sini... Aku menunggu nya sampai aku ketiduran tapi dia tidak ada, aku baru teringat saat kau mencari nya..." jawab nuri... Tiara terkejut mendengar nya...


"apa maksud mu...? Jadi Qinara tidak ada di sini..? Dari siang dia tidak datang ke sini..? Ya tuhsn kemaana anak ku pergi... Aku takut jika dia bertemu dengan bernad..." ucap Tiara...


Nuri terdiam.. Ja juga bingung harus menjawab apa, Qinara memang tidak ada di tempat nya, Tiara terduduk lemas, ia bingung harus berbuat apa..


Nuri menghampiri nya ... "Sudah lah Qinara sudah besar, dia sudah bisa menjaga diri nya sendiri.. aku yakin dia pasti akan kembali syatu hari nanti.... Sebenar nya ini bagus.. Si Bernad itu bisa dengan mudah menenukan Qinara jika dia masih berada di sini... Menurut ku untuk sementara biarkan keadaan nya seperti ini Qinara akan aman jika dia jauh dari mu dan juga bernad, nanti kita aka. Mencari nya, jika Bernad sudah lupa dengan Qinara..." ucap nuri ia memeluk Tiara...


Tiara terdiam.. Apa yg di katakan oleh nuriada benar nya, untuk sementara ia akan membiarkan Qinara menghilang dulu... Sampai bernad lupa dengan rencana nya pada gadis itu...

__ADS_1


Dan tentu nya Steven dan Adinda juga tidak akan bisa menemukan Qinara dan mengetahui kebenaran nya tentang masa lalu anak itu dan juga Fakta bahwa Tiara menculik nya dulu...


Bersambung


__ADS_2