
Semua mata tertuju pada gadis-gadis yg berada di meja Qinara
itu.. Nara si miskin begitu mereka menyebut Qinara di kelas itu.. namun Qinara
tidak pernah membalas mereka, ia beusaha untuk tetap diam dia tidak inngin
terlibat masalah dengan semua orang yg sering mengganggu nya di kelas itu..
namun kli ini berbeda, entah dari mana datang nyaa keberanian itu muncul Nara
menghindar saat kau itu satu dari
teman-teman nya hendak menyiram nya dengan sebotol air seperti yg mereka
lakukan kemarin.. “waaahhh… si miskin berani ngelawan kita sekarang..!!!”
teriak salah satu di antara ke empat gadis-gadis itu.. Nara berdiri dan
menghindari mereka, ia menatap nya tajam.. “apa begini kah didikan ami sorang
tua kalian..? kalian itu kaya dan memiliki segala nya, kenapa kalian terus
mengusik ku..? aku diam bukan berarti takut pada kalian, aku doiam karena aku
tidak ingin terlibat masalah aku hanya ingin lulus dan keluar dari sekolah ini
kenapa kalian tidak pernah membiar kan aku untuk hidup tenang..!! sehari saja,
tolong jangan mengganggu ku.. biAR KAN AKU sekolah di sini dan lulus dengan nilai yg baik dan bagus..!! apa
aku pernah mengganggu kalian..? tidak kan..!! dari pada kalian terus seperti
ini, lebih baik kalian mencari kegiatan lain.. jangan terus mengganggu ku..”
ucap nya.. semua yg mendengar ucapan Qinaraa terdiam.. tidak lama dari itu
mereka semua tertawa.. mereka menertawakan Qinara.. “ha ha ha .. si miskin
minta kita untuk tidak mengganggu nya.. kau tadi bertanya pada kami. Kenapa kami
__ADS_1
terus mengganggu mu..? jika kau ingin tahu jawaban nya sini biar aku kasih tahu.
Kau itu tidak punya kaca ya di rumah mu.. ? kau itu tidak pantas sekolah di
sini..!! semua orang sudah tahu pekerjaan ibu mu.. kau saja yg tidak tahu
diri.. kami semua membenci mu.. bisa saja kan kau juga akan ikut bekerja sama
seperti ibu mu… menjual…!!! Sekolah kami itu tidak sepantas nya menerima murid
menjijikan seperti mu.. seharus nya kepala sekolah tidak sembarang menerima mu
dulu.. karena ibu mu itu seorang…!!! Sudah lah tidak perlu aku perjelas lagi..
yg jelas kami semua tidak menyukai mu.. kau itu menjijikan.. dan kami masih
akan terus mengganggu mu hingga ka mengundur kan diri dari sekolah kami dengan
suka rela.. baru lah kami akan berhenti mengganggu mu jika kau keluar dari
sini..!! kami saja sebagai murid-murid dari sekolah ini malu memiliki teman yg
kami..!! heh miskin.. kau tunggu saja ya.. sebentar lagi kau akan di keluar kan
dari sekolah ini..” ucap salah satu dari
gadis-gadis itu… Nara tidak bergeming lagi.. ia terluksa karena seluruh
teman-teman satu kelas nya menindas nya, hanya karena pekerjaan ibu nya.. ia
tidak mmikir kan hal lain lagi.. ia mengambil tas nya dan pergi dari
sekolah itu.. dia meninggal kan name tag nya di meja itu.. ia berlari keluar
gedung tanpa ada yg mencegah nya, ia menenteng tas sekolah nya… “apa orang
seperti ku tidak pantas untuk sekolah.? Tidak pantas untuk memiliki teman..!! tidak pantas untuk
menjadi pintar..? kenapa..? kenapa aku harus di lahir kan dari Rahim ibu yg
__ADS_1
seperti dia..? dan kenapa diri ku seperti ini.. aku tidak pantas menyalah kan
ibu karena nasib sial ku.. aku seharus nya berterima kasih pada nya, karena da
merawat ku dan menjaga ku, tidak apa-apa Qinara… tidak apa-apa jika kau harus
putus sekolah.. mulai sekarang aku akan menjcari uang dan ekerja, dari pada
sekolah dan menyusah kan ibu untuk iyaya sekolah ku.. lebih baik aku mencari
pekerjaan dan memulai hidup ku yg baru.. tanpa ada yg menindas ku lagi.. jika
itu yg mereka ingin kan aku akan mengurus pengunduran diri ku besok dari
sekolah itu..” batin nya.. Qinara merelakan sekolah nya..
Ia berjalan pulang ke rumah nya, Qinara terkejut saat melihat Tiara sedang mengemasi barang-barang nya, .. ia menghampiri Tiara.. "Bu ada apa..? Kenapa ibu mengemasi pakaian ku..?!" tanya nya heran..
Tiara berbalik.. "Qinara mulai sekarang kau tidak boleh tinggal di sini..!! Kau tinggal lah dulu bersama tante nuri.. Sebentar lagi dia akan datang menjemput mu..!! Ibu tidak bisa melihat laki-laki itu menyakiti mu... Walau pun dia berkata dan dia sudah berjanji untuk tidak melakukan hal yg sama seperti semalam.. Tapi nak akan sangat bahaya jika ibu tidak ada, dan kau hanya berdua saja dengan nya, dia itu laki-laki jahat..!!" ucap Tiara... Qinara terdiam.. ia berfikir sejenak..
"ya mungkin lebih baik aku menuruti perintaah ibu.. Aku bisa pergi ke kota dan mencari pekerjaan di sana.. Nanti jika aku sudah memiliki banyak uang aku akan datang lagi dan menjemput ibu..." batin nya...
"Baiklah bu.. Aku akan pergi dari sini... Aku juga tidak mau satu rumah dengan laki-laki itu, aku juga takut pada nya, tidak usah menyuruh tante nur menjemput ku bu, aku akan pergi sendiri ke sana.." jawab nya berbohong..
Kesempatan ini ia guna jan untuk mencari pekerjaan dan berniat pergi ke kota dia berharap dia bisa mendapatkan pekerjaan di sana.. Tiara tersenyum mendengar nya, ia tidak merasa heran pada Qinara yg tidak menolak perintah nya
Beberapa jam sebelum ke pulangan Qinara..
Tiara berjalan santai ia baru saja kembali dari pasar setelaah berbelanja.. Ia terkejut saat melihat Steven dan bernad berdiri di hadapan nya.. Steven memandang nya tidak berkedip..
"Bang ini istri ku... Kau juga pasti mengenal nya..,!! Dia Tiara mantan kekasih mu dulu..!!" ucap Bernad.. Tiara tidak bergeming dengan wajah yg terkejut dan juga takut Tiara berusaha untuk menutupi ketakutan nya..
Steven menghampiri nya.. "Selamat atas pernikahan kalian.. maaf aku tidak bisa menghadiri nya..!! Semoga kalian bahagia selalu.." ucap nya canggung.. sorotan mata nya seolah menyirat kan betapa terluka nya dia...
Steven terlihat menjulur kan tangan nya ingin menjabat tangan Tiara, tapi tiara tidak mengindaah kan jabatan tangan itu...
"Baiklah bang.. Aku akan mencari nya, aku berjanji pendonoran itu akan lancar, abang tidak perlu khawatir... Qirana pasti akan sembuh.." ucap Bernad..
Tiara terkejut mendengar ucapan itu, ia hanya menatap tajam pada suami nya itu, kini dua tahu tujuan sebenar nya, mengapa berbad kembali lagi pada nya, ia pasti akan melibat kan Qinara dalam urusan nya, maka dari itu Tiara buru-buru menyuruh Qinara pergi dari tempat itu dan bersembunyi dari bernad...
__ADS_1
bersambung