Qinara kembar yg tertukar

Qinara kembar yg tertukar
bab 6: kenapa..?


__ADS_3

Semua mata tertuju pada gadis-gadis yg berada di meja Qinara


itu.. Nara si miskin begitu mereka menyebut Qinara di kelas itu.. namun Qinara


tidak pernah membalas mereka, ia beusaha untuk tetap diam dia tidak inngin


terlibat masalah dengan semua orang yg sering mengganggu nya di kelas itu..


namun kli ini berbeda, entah dari mana datang nyaa keberanian itu muncul Nara


menghindar saat kau itu  satu dari


teman-teman nya hendak menyiram nya dengan sebotol air seperti yg mereka


lakukan kemarin.. “waaahhh… si miskin berani ngelawan kita sekarang..!!!”


teriak salah satu di antara ke empat gadis-gadis itu.. Nara berdiri dan


menghindari mereka, ia menatap nya tajam.. “apa begini kah didikan ami sorang


tua kalian..? kalian itu kaya dan memiliki segala nya, kenapa kalian terus


mengusik ku..? aku diam bukan berarti takut pada kalian, aku doiam karena aku


tidak ingin terlibat masalah aku hanya ingin lulus dan keluar dari sekolah ini


kenapa kalian tidak pernah membiar kan aku untuk hidup tenang..!! sehari saja,


tolong jangan mengganggu ku.. biAR KAN AKU sekolah di sini dan  lulus dengan nilai yg baik dan bagus..!! apa


aku pernah mengganggu kalian..? tidak kan..!! dari pada kalian terus seperti


ini, lebih baik kalian mencari kegiatan lain.. jangan terus mengganggu ku..”


ucap nya.. semua yg mendengar ucapan Qinaraa terdiam.. tidak lama dari itu


mereka semua tertawa.. mereka menertawakan Qinara.. “ha ha ha .. si miskin


minta kita untuk tidak mengganggu nya.. kau tadi bertanya pada kami. Kenapa kami

__ADS_1


terus mengganggu mu..? jika kau ingin tahu jawaban nya sini biar aku kasih tahu.


Kau itu tidak punya kaca ya di rumah mu.. ? kau itu tidak pantas sekolah di


sini..!! semua orang sudah tahu pekerjaan ibu mu.. kau saja yg tidak tahu


diri.. kami semua membenci mu.. bisa saja kan kau juga akan ikut bekerja sama


seperti ibu mu… menjual…!!! Sekolah kami itu tidak sepantas nya menerima murid


menjijikan seperti mu.. seharus nya kepala sekolah tidak sembarang menerima mu


dulu.. karena ibu mu itu seorang…!!! Sudah lah tidak perlu aku perjelas lagi..


yg jelas kami semua tidak menyukai mu.. kau itu menjijikan.. dan kami masih


akan terus mengganggu mu hingga ka mengundur kan diri dari sekolah kami dengan


suka rela.. baru lah kami akan berhenti mengganggu mu jika kau keluar dari


sini..!! kami saja sebagai murid-murid dari sekolah ini malu memiliki teman yg


kami..!! heh miskin.. kau tunggu saja ya.. sebentar lagi kau akan di keluar kan


dari sekolah ini..”  ucap salah satu dari


gadis-gadis itu… Nara tidak bergeming lagi.. ia terluksa karena seluruh


teman-teman satu kelas nya menindas nya, hanya karena pekerjaan ibu nya.. ia


tidak mmikir kan hal  lain  lagi.. ia mengambil tas nya dan pergi dari


sekolah itu.. dia meninggal kan name tag nya di meja itu.. ia berlari keluar


gedung tanpa ada yg mencegah nya, ia menenteng tas sekolah nya… “apa orang


seperti ku tidak pantas untuk sekolah.? Tidak pantas  untuk memiliki teman..!! tidak pantas untuk


menjadi pintar..? kenapa..? kenapa aku harus di lahir kan dari Rahim ibu yg

__ADS_1


seperti dia..? dan kenapa diri ku seperti ini.. aku tidak pantas menyalah kan


ibu karena nasib sial ku.. aku seharus nya berterima kasih pada nya, karena da


merawat ku dan menjaga ku, tidak apa-apa Qinara… tidak apa-apa jika kau harus


putus sekolah.. mulai sekarang aku akan menjcari uang dan ekerja, dari pada


sekolah dan menyusah kan ibu untuk iyaya sekolah ku.. lebih baik aku mencari


pekerjaan dan memulai hidup ku yg baru.. tanpa ada yg menindas ku lagi.. jika


itu yg mereka ingin kan aku akan mengurus pengunduran diri ku besok dari


sekolah itu..” batin nya.. Qinara merelakan sekolah nya..


Ia berjalan pulang ke rumah nya, Qinara terkejut saat melihat Tiara sedang mengemasi barang-barang nya, .. ia menghampiri Tiara.. "Bu ada apa..? Kenapa ibu mengemasi pakaian ku..?!" tanya nya heran..


Tiara berbalik.. "Qinara mulai sekarang kau tidak boleh tinggal di sini..!! Kau tinggal lah dulu bersama tante nuri.. Sebentar lagi dia akan datang menjemput mu..!! Ibu tidak bisa melihat laki-laki itu menyakiti mu... Walau pun dia berkata dan dia sudah berjanji untuk tidak melakukan hal yg sama seperti semalam.. Tapi nak akan sangat bahaya jika ibu tidak ada, dan kau hanya berdua saja dengan nya, dia itu laki-laki jahat..!!" ucap Tiara... Qinara terdiam.. ia berfikir sejenak..


"ya mungkin lebih baik aku menuruti perintaah ibu.. Aku bisa pergi ke kota dan mencari pekerjaan di sana.. Nanti jika aku sudah memiliki banyak uang aku akan datang lagi dan menjemput ibu..." batin nya...


"Baiklah bu.. Aku akan pergi dari sini... Aku juga tidak mau satu rumah dengan laki-laki itu, aku juga takut pada nya, tidak usah menyuruh tante nur menjemput ku bu, aku akan pergi sendiri ke sana.." jawab nya berbohong..


Kesempatan ini ia guna jan untuk mencari pekerjaan dan berniat pergi ke kota dia berharap dia bisa mendapatkan pekerjaan di sana.. Tiara tersenyum mendengar nya, ia tidak merasa heran pada Qinara yg tidak menolak perintah nya


Beberapa jam sebelum ke pulangan Qinara..


Tiara berjalan santai ia baru saja kembali dari pasar setelaah berbelanja.. Ia terkejut saat melihat Steven dan bernad berdiri di hadapan nya.. Steven memandang nya tidak berkedip..


"Bang ini istri ku... Kau juga pasti mengenal nya..,!! Dia Tiara mantan kekasih mu dulu..!!" ucap Bernad.. Tiara tidak bergeming dengan wajah yg terkejut dan juga takut Tiara berusaha untuk menutupi ketakutan nya..


Steven menghampiri nya.. "Selamat atas pernikahan kalian.. maaf aku tidak bisa menghadiri nya..!! Semoga kalian bahagia selalu.." ucap nya canggung.. sorotan mata nya seolah menyirat kan betapa terluka nya dia...


Steven terlihat menjulur kan tangan nya ingin menjabat tangan Tiara, tapi tiara tidak mengindaah kan jabatan tangan itu...


"Baiklah bang.. Aku akan mencari nya, aku berjanji pendonoran itu akan lancar, abang tidak perlu khawatir... Qirana pasti akan sembuh.." ucap Bernad..


Tiara terkejut mendengar ucapan itu, ia hanya menatap tajam pada suami nya itu, kini dua tahu tujuan sebenar nya, mengapa berbad kembali lagi pada nya, ia pasti akan melibat kan Qinara dalam urusan nya, maka dari itu Tiara buru-buru menyuruh Qinara pergi dari tempat itu dan bersembunyi dari bernad...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2