
17 Tahun berlalu kini Qinaraa kecil sudah tumbuh menjadi gadis yg sangat cantik bermata bulat dan berwajah cantik wajah nya sama seperti Adinda saat muda, namun tiara menghiraukan nya.. ia terkadang sangat mencintai anak itu tapi juga terkadang membenci nya..
Malam itu Qinara pulang dengan pakaian yg sangat kotor, wajah nya di penuhi lumpur rambut nya basah karena di siram oleh air yg sangat kotor oleh teman-teman sekolah nya,.. Ia menatap diri nya sendiri.. "Apa orang miskin seperti ku tidak boleh sekolah..? Kenapa mereka terus melakukan itu pada ku..!?" ucap nya sendiri.. Qinara cepat - cepat membersihkan diri nya , ia takut jika tiara datang dan melihat jeadaan nya yg berantakan..
Gadis itu tidak pernah menceritakan apa pun pada ibu nya itu dia selalu menutupi nya, ia tidak ingin membuat ibu nya marah atau pun malah sebalik nya, pasti nya Qinara yg terpaksa di marahi oleh Tiara...
Sore itu dia segera mencuci baju seragam sekolah nya, ia tidak ingin menambah pekerjaan pada ibu nya itu.. Tidak berselang lama Tiara pulang ke rumah itu.. Dia melihat seragam Qinara yg sudah di jemur di depan rumah itu.. "Ah apa lagi yg terjadi dengan anak itu?!'' ucap nya..
Tiara segera masuk ke dalam rumah itu ia mencari keberadaan anak gadis nya, "Qinara... Qinara... Nara....!!" teriak nya memanggil nama putri nya itu.. Ia membuka pintu kamar Qinara, terlihat Qinara yg tertidur..
Tiara menghampirinya ia memegangi dahi putri nya yg ternyata suhu tubuh nya sangat panas.. "ya Tuhan putri ku demam...!!" ucap nya pelan.. Ia bangkit dan langsung mengambil Air untuk mengompres nya, sesekali ia melihat jam di dinding nyaa, waktu sudah menunjukan pukul 23.00 malam.. Ia terpaksa harus meninggal kan gadis itu sendirian di rumah itu.. "Maaf kan ibu nak, ibu harus bekerja..!!" ucap nya, ia membuka pintu perlahan dan berjalan mengendap..
Ia pergi dari rumah itu meninggal kan Qinara yg sedang denam sendirian... Sebenar nya Tiara tidak hanya tinggal berdua bersama Qinara, beberapa bulan setelah ia menculik Qinara kecil dulu ia menikah dengan seseorang yg mengaku mencintai nya namun setelah beberapa bulan mereka menikah laki-laki itu pergi meninggal ka. Tiara, dan hingga kini ia tidak pernah kembali..
Tiara juga tidak pernah tahu keberadaan suami nya itu.. Hanya saja baru-baru ini dia bertemu dengan nya saat sedang bersama wanita lain di sisi nya...
__ADS_1
Namun Tiara tidak pernah menghiraukan nya ia tidak peduli pada laki- laki itu, yg terpenting hanyalah kehidupan nya dengan Qinara walau pun dia bukan anak kandung nya...
Malam itu. Qinaara terbangun dari tidur nya ia beranjak untuk pergi ke toilet.. Namu. Tiba-tiba saja ia di kejut kan oleh seorang pria yg tiba-tiba saja sudah berada di depan kamar nya,
"Apa ibu membawa tamu nya pulang?!" batin nya. . Qinara berusaha menghilangkan perasaan takut nya, walau pun ia tahu pekerjaan ibu nya tapi dia tidak sama seperti ibu nya.. Tiara juga sebisa mungkin menjaga anak gadis nya agar tidak terjatuh di lubang yg sana seperti dia..
"Si-siapa kau, ibu tidak ada disini..!!" ucap nya terbata ia memundurkan langkah kaki nya, pria itu tersenyum sangat menakut kan.. "Oh kau anak itu ya..!! Ternyata Tiara benar-benar membesar kan mu... Padahal aku menyuruh nya untuk membuang mu.. Kau ingin tahu siapa aku..? Bisa di bilang aku ini ayah Tiri mu..." ucap nya ia menjulur jan tangan nya, ingin menyentuh pipi Qinara namun Qinara cepat-cepat memalingkan wajah nya..
Laki-laki itu tertawa keras.. "Ha ha ha ... Kau takut pada ku? Aku ini ayah mu...!! Aku juga yakin akan terjun ke dunia malam seperti ibu mu.. jadi dari pada kau jatuh ke tangan orang lain lebih baik kau dengan ku dulu.. Menghabiskan waktu mu dengan ku... Tidak ku sangka kau akan tunbuh secantik ini.. Jika aku tahu kau akan secantik ini aku tidak ajan meninggal kan ibu mu dan aku juga ajan merawat mu, agar aku bisa menikmati mu nanti setelah dewasa... Tapi tidak ada salah nya jika sekarang aku yg pertama mengambil dan mencicipi mu lebih dulu" ucap nya...
Namun laki-laki itu tidak menghirau kan ucapan gadis itu.. Qinara mulai mebangis, ia sudah berada di ujung tempat tidur nya, tiba-tiba saja seseorang menendang pria itu dari belakang.. Qinara terjejut melihat laki-laki itu tersungkur..
"Lari Qinara...!!" ucap Nuri... ternyata malam itu Nuri datang dan menyelamat kan Qinara.. Qinara berlari ke luar di ikuti nuri di belajang nya.. "Kau tidak apa-Apa Qinara?!" tanya Nuri.. Gadis itu mengangguk ia terus berlari hingga sampai di klub tempat Tiara bekerja..
"Aku akAn mencari ibu mu kau tunggu di sini dulu jangan masuk.." ucap Nuri... Gadis itu hanya mengangguk.. tubuh nya masih gemetaran. Ia masih sangat ketakutan..
__ADS_1
"Tiara... Kau harus menemui anak mu.. Qinara menunggu mu di luar.." ucap nuri saat bertemu dengan Tiara... Tiara terkejut mendengar nya "Nara ada di sini..? Kenapa?!" tanya nya
Nuri menjelas kan kejadian yg dia lihat tadi.. Tiara terkejut mendengar nya,. "Brengsek... Laki-laki kurang ajar, dia hampir menyentuh putri ku." ucap nya marah..
Tiara menghampiri Qinara yg terlihat melamun di tepi jalan itu.. "Nara ... Qinara...,!!" panggil kya ia berlari menghampiri.. Dengan wajah yg masih terkejut dan rasa takut yg luar biasa Qinara berlari memeluk Tiara..
Ia menangis di pelukan ibu nya.. "Ibu... Ibu...!! Ibu.. Ibu.. !!" ucap nya terbata ia tidak bisa menjelas kan apa-apa dia masih sangat ketakutan..
Tiara mengerti perasaan putri nya itu ia memeluk nya erat, "Demam mu masih belum turun juga sayang, sudah malam ini kau menginap di rumah tante Nuri saja. Ibu akan pulang dan menghabisi laki-laki itu.." ucap nya..
Nara hanya mengangguk ia menuruti perintah Tiara.. "Nur tolong jaga putri ku, aku harus mengurus dulu laki-laki itu.. Nara kau ikut dengan tante nuri sekarang, ibu akan menyusul mu nanti.." ucap nya..
Nuri dan Qinara pergi bersama sementara Tiara pulang ke rumah itu untuk memberikan laki-laki itu pelajaran agar ia tidak lagi menyentuh atau menyakiti Qinara...
Bersambung
__ADS_1