
Qirana tertidur di sana, Nara hanya memperhatikan nya saja.. ia mendekat dan melihat qirana lebih dekat.. Ia memperhatikan gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.. "Wah ternyata kita benar-benar mirip... Tidak ada yg membesakan kita berdua, hidung kita pun juga sama" ucap nya pelan.. Namun tiba-tiba saja Qirana membuka mata nya, ia tidak tertidur "Kau masih belum percaya jika kita benar-benar kembar? Kak lihat kita ini benar-benar mirip.. mata kita hidung kita rambut kita wajah kita tinggi basan kita bahkan sifat kita pun sama, darj mana kau masih tidak percaya kita ini saudara kembar? Kak jika kau masih tidak percaya ayo kita pergi bersama temui orang yg menculik dan memisah kan kita... Kita juga harus mencari tahu alasan nya apa mengapa dia menculik mu waktu bayi dulu san menukarkan nya dengan bayi yg sudah meninggal..? Kita harus tahu apA alasan nya..!! Aku tidak akan berbuat apa-apa pada nya, aku ganya perlu tahu alasan nya saja" ucap Qirana... Nara terdiam.. ia juga ingin tahu alasan ibu nya...
"Hmm baik lah kita akan menemui nya, tapi kau janji kau tidak akan berbuat Apa-apa pada ibu ku.. Serelah kita tahu apa Alasan nya kita langsung pergi dari tempAt itu" jawab Nara... Qirana hanya mengangguk... "Baik lah, ayolah kak kita berangkat sekarang, Aku penasarAn sekali" jawab nya... Nara mengangguk ia bersiap untuk pergi ke kampung nya bersama Qirana...
,Ceklek... Pintu rumah itu terbuka, Friska masuk ke dalam nya, ia baru saja kembali.. Friska terlihat heran saat melihat Qirana terdiam... "Nara kau mau kemana? Apa kau mau sekolah lagi..? Lagi pula dari mana kau dapat seragam itu.." ucap nya.
TAnpa dia tahu jika gadis itu bukan lah sahabat nya Qinara, melainkan Qirana,..
Rana hanya diam ia tidak menjawab nya, membuat Friska kesal... "Nara aku sedang bicara pada mu..? Kenapa kau diam saja??" tanya nya, Friska semakin kesal...
"Ada apa Fris?! Kau bicara Apa tadi aku tidak dengar karena aku sedang di toilet..?!" tanya Nara yg tiba-tiba saja sudah di belakang nya, Friska terkejut melihat nya ia tidak bisa berkata apa-apa lagi..
Ia menatap ke dua gadis itu secara bergantian... "Astaga... Pantas saja tadi kau diam saja... Saat aku bertanya pada mu... kalian benar-benar sangat mirip... Mirip sekali, aku bahkan tidak bisa membedakan kalian..!! Jadi kau itu Qinara dan yg
__ADS_1
memakai seragam sekolah ini Qirana,.?!" tanya nya takjub... Ke dua gadis itu mengangguk bersama..
''Fris, aku dan dia akan pergi ke desa ku, aku kami ingin menemui ibu ku, aku ingin bertanya langsung pada nya, sekalian aku harus memberi nya sedikit uang untuk ibu, aju takut jika ibu kekurAngan uang untuk hidup nya" ucap nya
Friska hanya mengangguk... "Nih kunci motor ku.. Kau pakai saja" ucap Friska memberi nya kunci. Motor pada nara.. Namu Rana mencegah nya mengambil kunci itu,.
"Aku membawa mobil tadi ke sini dan ada supir ku juga.. Kami akan naik mobil ku saja... Kak Friska.." ucap nya... Nara tertaaa mendengar ucapaan nya Qirana.. "Kak...! Dia itu sama dengan kita.. Kita semua berumur 17 tahun.. Aku bahkan satu sekolah dengan nya dulu..." ucaap nara..
Friska tertawa mendengar nya... "Biarkan saja nar.. Mungkin karena penampilan ku ia bicara seperti itu... Aku tidak tersinggung kok..'' jawab Friska..
Qinara dan Qirana menghampiri supir yg sedang menunggu nona muda nya itu keluar, Rana langsung saja masuk ke mobil nya sementaea nara masih menunggu di perintah untuk masuk ke sana.. "Tunggu apa lagi kak..!! Ayo masuk..," ucap Rana.. Qinara mengangguk ia duduk di sebelah Qirana...
Supir itu rerkejut saat melihat Qinaraa dan Qirana duduk berdampingan.. "Non ini saya tidak salah lihat kan...?'' tanya nya.. Qirana menatap nya tajam... "Sudah lah pak Yana kita berangkat ke desa itu..desa tempat momi menguburkan saudara kembar ku.. Ehm... Tapi pak Yana kalau bisa jangan beritahu momy dulu jika aku dan dia pergi ke desa itu.. Tolong rahasia kan dulu dari momy" ucap nya supir itu hanya mengangguk...
__ADS_1
Mobil itu berjalan cepat membawa ke dua gadis kembar yg ingin tahu soal identitas nya... Mereka berharap ada sebuah jawaban yg tiara berikan untuk mereka berdua..
Sementasa itu di desa itu... Tiara terlihat menahan sakit wajah nya babak belur karena di pukuli oleh Bernad... Ia selalu marah ketika bertanya tentang keberadaan Qinara pada nya, namun Tiara tetap bungkam karena dia sendiri tidak tahu keberadan Gadis itu..
"Katakan di mana anak itu... cepat katakan jika tidak aku akAn menbunuh mu... Kau tahu Qirana membutuhkan nya, dia sakit dan bang steven menyuruh ku untuk mencari anak itu.,. Di mana kau sembunyikan dia" ucap bernad berteriak...
Namun Tira tetap diam dia pasrah dan menerima semua pukulan yg di layangkan Bernad pada nya.. "Aku tidak akan pernah memberitahu mu.. sekalipun itu steven yg meminta nya nara anak ku walau bukan aku yg melahirkan nya, aku yg menjaga dan merawat nya, kau atau pun dia tidak akan bisa mengambil nya dari ku" teriak Tiara...
Bernad semakin marah mendengar nya ia terus memukuli tiara.. namun tiba-tiba saja seseorang muncul dari balik pintu itu ia masuk ke dalam dan menatap marah ke arah bernad...
"Apa yg kau lakukan pada Tiara...? Apa maksud ucapan mu itu... Qirana sakit dan putri dari Tiara yg harius menolong nya.. Anak ku tidak sakit... Ia baik-baik saja..!! Kau berbohong pada nya untuk mencari tahu soal putri ku yg hilang...? Kau gila..." ucap Steven yg langsung merangkul tiara dan memapah nya keluar...
"Bang aku sudah bilang, anak yg dia rawat itu adalah anak mu... Qinara anak mu dia yg menculik anak itu dari mu dulu karena dendam nya pada mu... Sebab kau lebih memilih Adinda dari pada dia..!! Tapi sekarang, dia malah menyembunyikan anak itu dan itu menbuat ku marah pada nya dan dia istri ku, aku berhak melakukan apa pun pada nya" teriak Bernad...
__ADS_1
Steven bangkit dari tempat nya ia maju beberapa langkah ke arah bernad... Buuk.... "Bukan seperti itu cara memperlaku kan wanita, terlebih wanita itu adalah wanita yg aku cintai hingga saat ini...," ucap steven.....
Bersambung